Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Showing posts with label Shalat Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Shalat Sunnah. Show all posts

Monday, December 7, 2015

Memahami Sholat Sunnah Sebelum Jumat

Memahami Sholat Sunnah Sebelum Jumat

Sebelum mengerjakan sholat jum’at, terdapat sholat sunnah muthlaq yang dikerjakan sebelum mengerjakan sholat jumat yaitu sholat sunnah Qabliyah jum’at. Sholat sunnah qabliyah jumat adalah sholat sunnah yang mengiringi dan dilaksanakan sebelum mengerjakan sholat fardhu jumat. Sholat sunnah sebelum/qabliyah jumat ini boleh dikerjakan semampunya sampai khatib naik ke atas mimbar untuk berkotbah. (Hadits Riwayat Bukhari dari Salman Al-Farisi). Sholat sunnah sebelum jumat ini sering dikerjakan para sahabat Nabi saw.


Pada hakekatnya sholat sunnah qabliyah jumat adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dimulainya khotbah jumat. Sholat sunnah sebelum jumat adalah sholat sunnah yang dikerjakan di antara adzan dan iqomah pada hari jumat. (HR. Bukhari dan Muslim). Sholat sunnah sebelum jumat juga disebut dengan sholat sunnah Intidzar


http://islamiwiki.blogspot.com/
Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Nabi saw.: pada waktu Nabi saw. sedang khotbah jumat, Rasul melihat Sulaik Al-Ghathafani datang dan hendak langsung duduk. Kemudian seketika itu, Nabi saw. bertanya kepada Sulaik dan berkata: apakah dirumah sudah mengerjakan sholat dua rakaat sebelum Jum’at? Sulaik berkata: belum. Kemudian Nabi saw. memerintahkan Sulaik untuk mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat secara ringan – semampunya (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah dari Abu Sufyan dari Jabir, Sunan Ibnu Majah).

Hadits Nabi diriwayatkan dari Ibnu Abbas menerangkan bahwa Nabi saw. mengerjakan sholat sunnah 4 rakaat sebelum jumat dengan satu salam. (Sunan Ibnu Majah

Hadits yang senada, Riwayat Imam Tirmidzi dalam kitabnya Shahih At-Tirmidzi. Bahwa Abdullah Ibnu Masud pernah mengerjakan sholat sunnah sebelum jumat sebanyak 4 rakaat, dan mengerjakan sholat sunnah 4 rakaat sesudah sholat jumat. (HR. Tirmidzi)

Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, Imam Nawawi membuat fatwa bahwa solat sunnah qabliyah jumat dan sholat sunnah ba’diyah jumat adalah termasuk sholat sunnah yang harus dikerjakan. (Syarh Muhadzdzab).

Tokoh-tokoh lain selain para sahabat dan Ibnu Abbas yang senantiasa membiasakan mengerjakan sholat sunnah sebelum dan sesudah jum’at 4 rakaat antara lain adalah Ibnu Mas’ud, Sufyan At-Tsauri, dan Ibnu Mubarak. (Shahih Tirmidzi).

Dapat ditarik kesimpulan bahwa sholat sunnah sebelum jum’at atau sholat sunnah qabliyah jumat adalah termasuk dalam sunnah Nabi saw. Barangsiapa yang ingin masuk surga, maka kerjakanlah sunnah-sunnah Rasul dengan tidak meninggalkan yang wajib.

Niat sholat sunnah sebelum jumat

Berikut ini adalah lafadz niat sholat sunnah qabliyah jumat dalam bahwa arab dan bacaannya serta artinya:

أُصَلِّى سُنَّةَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal-jum’ati rak’ataini qabliyyatal-lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum Jumat dua rakaat karena Allah Taala.

Niat sholat sunnah sebelum jumat 4 rakaat dengan satu kali salam

أُصَلِّى سُنَّةَ الْجُمْعَةِ اَرْبَعَ رَكَعَةٍ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal-jum’ati arba’a rakaatin qabliyyatal-lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat shalat sunah sebelum Jumat empat rakaat karena Allah Taala.

Setelah selesai mengerjakan sholat sunnah qabliyah jumat, apabila waktunya masih tersedia yaitu khotib belum naik ke mimbar, dianjurkan bagi kita untuk menambah mengerjakan sholat sunnah dengan mengerjakan sholat sunnah Intizhar hingga dikumandangkan adzan setelah khatib naik mimbar.

Demikianlah hal ihwal tentang sholat sunnah sebelum jumat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw, para sahabat dan para tabiin untuk dikerjakan di hari jumat. Apabila anda ingin menambah sholat sunnah sebelum sholat jumat, maka anda dapat melaksanakan sholat sunnah Intizhar atau sholat sunnah Muthlaq. Mengenai sholat sunnah tersebut akan dipaparkan pada artikel berikutnya.
loading...

Tuesday, October 20, 2015

Shalat Sunnah Qabliyah Ba'diyah Zuhur; Dzikir, Niat dan Jumlahnya

Shalat Sunnah Qabliyah Ba'diyah Zuhur; Dzikir, Niat dan Jumlahnya

Shalat sunnah Qabliyah dan Ba’diyah zuhur adalah salah satu shalat sunnah rawatib yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu zuhur dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu zuhur. Nabi Muhammad saw. menyatakan bahwa orang yang membiasakan mengerjakan shalat sunnah Qabliyah Zuhur 4 rakaat dan shalat sunnah Badiyah Zuhur 4 rakaat akan diharamkan baginya tersentuh dari api neraka. (HR. Tirmidzi).

Nabi Muhammad saw. hampir tidak pernah meninggalkan dalam mengerjakan shalat sunnah Qabliyah dan Ba’diyah Zuhur masing-masing 4 rakaat. (HR. Bukhari).


Jumlah Rakaat shalat sunnah qabliyah dan Ba’diyah zuhur

Berdasarkan kedua dalil di atas, maka jumlah rakaat shalat sunnah qabliyah adalah 4 rakaat dan ba’diyah zuhur sejumlah 4 rakaat. Dalam mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah zuhur dapat dikerjaan dengan 4 rakaat sekaligus dengan satu kali salam. Atau dapat juga dikerjakan dengan 2 kali 2 rakaat (4 rakaat) dengan dengan dua salam.

Shalat sunnah qabliyah zuhur.

Shalat sunnah qabliyah zuhur adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum mengerjakan shalat fardhu zuhur.

Niat shalat sunnah qabliyah zuhur

Niat shalat sunnah qabliyah zuhur 4 rakaat dengan satu salam adalah sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اللظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَّةً للهِ تَعاَلَى

Dibaca: Ushalli sunnatazh-zhuhri arba’a raka’atin qabliyyatal-lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum Zuhur empat rakaat karena Allah Taala.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Niat shalat sunnah qabliyah zuhur 2 kali 2 rakaat dengan dua salam adalah sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اللظُّهْرِ رَكَعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعاَلَى

Bacaan lafadznya: Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyyatal-lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum Zuhur dua rakaat karena Allah Taala.

Dzikir shalat sunnah qabliyah zuhur

Setelah selesai mengerjakan shalat sunnah qabliyah zuhur dan sebelum muadzin mengumandangkan iqamah, hendaknya membaca wiridan atau dzikir dengan bacaan dzikir shalat sunnah rawatib. Bacaan dzikir shalat sunnah adalah sebagai berikut:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ. الَّذِيْ لآإٍلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ (33 ×)

Dibaca: Astaghfirullahal azhim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaih. (sebanyak 33 kali)

Artinya: "Aku mohon ampunan kepada-Mu, ya Allah! Yang Mahaagung, yang tiada 'Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup lagi Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat (kembali) kepada-Nya.

Baca juga

Catatan: Shalat sunnah sebelum zuhur (Qabliyah Zuhur) tidak mutlak harus dikerjakan sebanyak 4 rakaat. Namun, diperbolehkan hanya mengerjakan yang utama saja, yang artinya adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan yaitu hanya mengerjakan shalat sunnah qabliyah zuhur 2 rakaat.

Baca juga 

Shalat Sunnah Ba’diyah Zuhur

Shalat sunnah badiyah zuhur adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah mengerjakan shalat fardhu zuhur. Jumlah rakaat shalat sunnah ba’diyah zuhur dapat dikerjakan sebanyak 4 rakaat, namun sunnah muakkadnya adalah 2 rakaat saja.

Dalil sabda Nabi saw. Hadits riwayat Ashabus-Sunan, bahwa Abdullah bin Umar pernah mengerjakan shalat Qabliyah dan Badiyah zuhur masing-masing 2 rakaat bersama Rasul saw. (HR. Ashabus-Sunan)

Niat shalat sunnah Badiyah Zuhur 4 rakaat sekaligus adalah sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اللظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بَعْدِيَّةَ للهِ تَعاَلَى

Dibaca: Ushall! sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyyatal-lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunnah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah Taala.

Adapun jika dilaksanakan 2 X 2 rakaat dengan 2 salam, lafadz niatnya adalah:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اللظُّهْرِ رَكَعَتَيْنِ بَعْدِيَّةَ للهِ تَعاَلَى

Dibaca: Ushalli sunnatazh-zhuhri arba’a raka’atin ba’diyyatal-lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunnah sesudah Zuhur empat rakaat karena Allah Taala.”

Dzikir shalat sunnah Ba’diyyah zuhur.

Dianjurkan setelah mengerjakan shalat sunnah ba’diyah zuhur untuk membaca wiridan atau dzikir dengan bacaan dzikir shalat sunnah rawatib. Dzikir shalat sunnah rawatib seperti yang sudah dituliskan di atas.

Itulah beberapa hal yang penting dan perlu dipahami mengenai shalat sunnah rawatib qabliyah dan ba’diyyah zuhur yaitu dari waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, niat hingga bacaan wirid yang hendaknya dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah zuhur.

Dengan sungguh-sungguh hanya karena Allah swt. dalam mengerjakan amalan sunnah yang mengiringi amalan ibadah fardhu akan dapat menyempurnakan amalan-amalan yang wajib dan dapat mencapai ridha Allah swt. yang akhirnya akan dapat ditempatkan di surga Allah swt. amin…..
loading...

Sunday, October 11, 2015

Niat dan Dzikir Shalat Sunnah Qabliyah Subuh dan Caranya

Niat dan Dzikir Shalat Sunnah Qabliyah Subuh dan Caranya

Sholat sunnah qabliyah subuh adalah salah shalat sunnah rawatib yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Shalat sunnah qabliyah subuh adalah shalat sunnah yang mengiringi sholat fardhu subuh yang dikerjakan sebelum mengerjakan shalat subuh. Jumlah rakaat pada shalat sunnah qabliyah subuh adalah 2 rakaat.

Hokum mengerjakan shalat sunnah qabliyah subuh.

Menurut hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad Rasulullah saw. hampir tidak pernah meninggalkan shalat sunnah sebelum subuh. Hokum mengerjakan shalat sunnah qabliyah subuh adalah sunnah muakkadah yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sehingga Nabi saw. hampir tidak pernah meninggalkan shalat sunnah sebelum shalat fardhu subuh ini.

Waktu Mengerjakan shalat sunnah qabliyah subuh.

Shalat sunnah qabliyah subuh 2 rakaat, hendaknya dikerjakan dengan urutan sebagai berikut:

Baca juga 

Tata cara pelaksanaan shalat sunnah qabliyah subuh

Pertama membaca niat

http://islamiwiki.blogspot.com/
Bagaimana niat dan dzikir yang sebaiknya dibaca pada shalat sunnah qabliyah subuh?

Bacaan atau lafadz niat dari shalat sunnah qabliyah subuh 2 rakaat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى

Dibaca: Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunah sebelum Subuh dua raka’t karena Allah Taala

Kedua, Membaca surat al-fatihah dan surat-surat al-Qur’an

Pada rakaat pertama membaca surat al-fatihah dan kemudian kemudian membaca surat Al-Kafirun. Dan pada rakaat yang kedua setelah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat al-Ikhlas.

Dzikir shalat sunnah qabliyah subuh

Setelah dua rakaat kemudian salam kemudian membaca dzikir shalat sunnah qabliyah subuh. Berdasarkan dalil hadits riwayat Ibnu Sinni dan Al-Hakim, dzikir yang dibaca setelah selesai mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمِيْمَائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Dibaca : Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mika-ila wamuhammadinin-nabiyyi, a’udzubika minan-nar (dibaca 33 x)

Artinya: Ya Allah, wahai Tuhan dari Jibril, Israfil, Mikail, dan Nabi Muhammad. Aku berlindung diri dengan Engkau dari Neraka. (HR. Ibnu Sinni dan Al-Hakim).

Baca juga

Menurut sebagian besar orang muslim dari madzhab Imam Syafi’i, berpendapat bahwa shalat sunnah qabliyah atau sebelum subuh dikerjakan setelah mengerjakan shalat sunnah fajar dua rakaat. Hal ini dipahami dari berbagai dalil hadits Nabi saw. Oleh sebab itu, shalat sunnah Qabliyah subuh ini dikerjakan setelah shalat sunnah fajar 2 rakaat dengan urutan seperti yang telah disebutkan di atas..
loading...

Thursday, October 8, 2015

Cara Shalat Sunnah Fajar dan Dzikirnya

Cara Shalat Sunnah Fajar dan Dzikirnya

Shalat sunnah fajar adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh baginda Nabi saw. shalat sunnah fajar adalah shalat sunnah yang dikerjakan menjelang waktu subuh ketika kita bangun dari tidur. Namun sebelum mengerjakan shalat sunnah fajar dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu dan kemudian setelah itu mengerjakan shalat sunnah fajar sebanyak 2 rakaat. 

Berikut ini adalah tata cara mengerjakan shalat sunnah fajar mulai dari niat shalat sunnah fajar sampai dzikir setelah mengerjakan shalat sunnah fajar dan ketentuan-ketentuan dalam mengerjakan atau melaksanakan shalat sunnah fajar.

Pertama membaca niat shalat sunnah fajar

Niat shalat sunnah fajar adalah sebagai berikut:


أُصَلِّى سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal-fajri rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunah Fajar dua rakaat, karena Allah Taala.

Kedua, Membaca do’a iftitah dan surat al-fatihah

Ketiga, Membaca surat-surat pendek setelah membaca surat al-fatihah. 

http://islamiwiki.blogspot.com/
Lebih dianjurkan pada rakaat pertama setelah membaca surat al-fatihah adalah membaca surat Al-Fajr dan pada rakaat kedua setelah membaca surat al-fatihah membaca surat al-ikhlas. Namun, apabila tidak hafal surat Al-Fajr maka setelah membaca surat al-fatihah cukup membaca surat Al-Kafirun dan surat al-Ikhlas.

Keempat, Membaca surat Yusuf

Sesudah mengerjakan shalat 2 rakaat shalat sunnah fajar, apabila waktu masih memungkinkan maka dianjurkan untuk membaca surat yusuf ayat 21. Yang berbunyi sebagai berikut:

وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ 

Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

Kelima dzikir setelah shalat sunnah fajar.

Bacaan dzikir yang dianjurkan setelah mengerjakan shalat sunnah fajar adalah sebagai berikut:

Bacaan dzikir pertama:

يَارَزّاَقُ أُرْزُقْنِيَ الْبَقَآءِ بَعْدَ الْفَنَآءِ

Dibaca: Ya Razzaqu urzuqniyal-baqa’i ba’dal-fana’ (sebanyak 100 kali)

Artinya: Ya Allah Yang Maha Pemberi rezeki, karuniakanlah rezeki kepadaku kelanggengan (nikmat) setelah kerusakan (dari dunia)”

Bacaan Dzikir kedua

Bacaan dzikir yang kedua pada pelaksanaan shalat sunnah fajar adalah membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 41 kali.  Setelah itu, membaca surah Al-An’am ayat 1 sampai 2 dan ayat 96, yang berbunyi sebagai berikut:

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ . هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٖ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلٗاۖ وَأَجَلٞ مُّسَمًّى عِندَهُۥۖ ثُمَّ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ 

Artinya: Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). QS. Al-An’am: 1-2.

فَالِقُ ٱلۡإِصۡبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيۡلَ سَكَنٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ حُسۡبَانٗاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ 

Artinya: Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. QS. Al-An’am: 96.

Pada diri Nabi Muhammad saw. apabila adzan subuh dikumandangkan sebelum beliau mengerjakan shalat fardhu subuh, beliau segera bergegas melaksanakan shalat sunnah fajar sebanyak 2 rakaat. Baik di rumah maupun di masjid (HR. Bukhari dan Muslim).

Di samping itu, Rasulullah saw. juga berpesan untuk tidak mengerjakan shalat sunnah fajar 2 rakaat meskipun sedang dikejar-kejar oleh tentara berkuda. (HR. Abu Daud dan Baihaqi dan abu Hurairah)

Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan shalat sunnah fajar
  • Shalat sunnah fajar dikerjakan sebelum mengerjakan shalat sunnah qabliyah subuh 2 rakaat.
  • Dikerjakan pada awal waktu setelah adzan subuh berkumandang.

Sehingga dalam pelaksanaan shalat sunnah fajar 2 rakaat, shalat sunnah qabliyah subuh dan shalat subuh adalah dengan pedoman sebagai berikut:
  • Adzan subuh berkumandang
  • Mengerjakan shalat sunnah fajar 2 rakaat
  • Mengerjakan shalat sunnah qabliyah fajar sebanyak 2 rakaat
  • Dzikir dan wiridan shalat sunnah fajar seperti yang sudah disebutkan di atas.
  • Iqamah
  • Mengerjakan shalat subuh.

Baca juga 

Terdapat bermacam-macam shalat sunnah yang dianjurkan dalam Islam yang salah satunya adalah shalat sunnah fajar 2 rakaat yang mempunyai tata cara tersendiri dalam melaksanakannya. Mengerjakan shalat-shalat sunnah mempunyai berbagai keutamaan dan kemuliaan bagi pribadi pelakunya yang tujuan akhirnya adalah terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya takwa.
loading...

Wednesday, October 7, 2015

Macam Shalat Sunnah Rawatib dan Keutamaannya

Macam Shalat Sunnah Rawatib dan Keutamaannya

Berbagai macam kemuliaan dan manfaat dari shalat sunnah telah dipaparkan pada bahasan yang terdahulu yang salah satu kemuliaannya adalah dapat menghantarkan ke surga. Berikut ini adalahh jenis atau macam-macam dari shalat sunnah rawatib, kedudukan dan keutamaan shalat sunnah rawatib berdasarkan pada sumber dalil hadits Nabi Muhammad saw.

Kedudukan shalat sunnah rawatib

Kedudukan shalat sunnah rawatib adalah merupakan shalat-shalat sunnah yang dikerjakan guna mengiringi shalat fardhu atau sholat wajib lima waktu. Shalat sunnah rawatib ini ada yang dikerjakan sebelum mengerjakan sholat fardhu atau disebut shalat sunnah qabliyah. Sedangkan shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah mengerjakan shalat fardhu disebut shalat sunnah Ba’diyah.

Shalat sunnah rawatib merupakan shalat sunnah muakkadah yang artinya adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Nabi Muhammad saw. selalu rutin mengerjakan shalat sunnah rawatib ini dan hampir tidak pernah beliau lalaikan, kecuali apabila beliau sedang dalam perjalanan jauh.

Jenis atau macam shalat sunnah rawatib dan keutamaannya

Keseluruhan Shalat sunnah rawatib baik shalat sunnah Qabliyah maupun Ba’diyah yang dianjurkan untuk selalu dikerjakan semuanya berjumlah 22 rakaat. Rincian dari 22 rakaat shalat sunnah rawatib secara urut adalah sebagai berikut:
http://islamiwiki.blogspot.com/
  • Dua (2) rakaat sebelum shalat fardhu subuh (sholat sunnah Qobliyah subuh). Tidak ada shalat sunnah ba’diyah subuh. Apabila shalat sunnah Qabliyah subuh ini tertinggal, maka boleh diganti atau diqada sesudah shalat Subuh, dengan syarat sebelum terbit matahari. Dalil hadits Nabi: shalat dua rakaat sebelum Subuh lebih berharga dari dunia dan isinya (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasai). 
  • Empat (4) rakaat sebelum sholat zuhur dan dua (2) rakaat setelah shalat zuhur (sholat sunnah Qobliyah dan Ba’diyah zuhur). Dalam sebuah hadits Nabi menerangkan: orang yang mengerjakan shalat empat rakaat sebelum Zuhur akan dimintakan ampunan dari dosa-dosanya oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai malam hari.
  • Empat (4) rakaat sebelum shalat ashar (shalat sunnah Qabliyah ashar). Tidak ada sholat sunnah rawatib ba’diyah ashar. Dalil hadits Nabi menerangkan bahwa Nabi SAW mendoakan orang yang shalat empat rakaat sebelum Asar agar selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Hibban).
  • Dua (2) rakaat sebelum magrib (shalat sunnah Qabliyah magrib- ghairu muakkad/sedikit keutamaannya dibandingkan yang sunnah muakkad) dan Dua (2) rakaat setelah shalat magrib (shalat sunnah Ba’diyah magrib.
  • Dua (2) rakaat sebelum sholat isya’ (shalat sunnah Qabliyah Isya’) dan Empat (4) rakaat sesudah shalat Isya (shalat sunnah Ba’diyah Isya’). Riwayat hadits Nabi: Aisyah menceritakan bahwa, Rasulullah SAW terbiasa shalat 4 rakaat sesudah Isya, lalu pergi tidur.
Disamping shalat sunnah rawatib yang kesemuanya ada 22 rakaat, Nabi saw. juga menganjurkan bagi umatnya untuk mengerjakan shalat-shalat sunnah yang lain di antaranya shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu jum’at yaitu dua atau empat rakaat sebelum dan sesudah shalat jum’at.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Di antara dua puluh dua rakaat dari shalat sunnah rawatib, terdapat 12 rakaat yang mempunyai kedudukan sangat ditekankan, dianjurkan untuk dikerjakan atau sunnah muakkad. 12 rakaat shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan tersebut berdasarkan hadits nabi sebagai berikut:

Barang siapa yang membiasakan diri dengan 12 rakaat (shalat sunnah setiap harinya), maka Allah azza wajalla akan membangunkan baginya rumah khusus di surga, yaitu: 4 (empat) rakaat sebelum Zuhur, 2 (dua) rakaat sesudah Zuhur, 2 (dua) rakaat sesudah Maghrib, 2 (dua) rakaat sesudah Isya, dan 2 (dua) rakaat fajar (sebelum Subuh).” (HR. Abu Daud dari Atha dari Abi Rabah, dari Aisyah).

Panduan dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib

Dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib baik shalat sunnah qabliyah maupun shalat sunnah ba’diyah, hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Shalat sunnah rawatib lebih afdhol atau utama apabila dikerjakan di rumah.
  • Niat dari shalat sunnah rawatib adalah berdasarkan dari macam shalat wajib yang diiringinya.
  • Tidak harus dengan adzan dan iqamah
  • Lebih utama dan afdhol apabila dikerjakan secara munfarid atau tidak dengan berjamaah
  • Bacaan shalat tidak dinyaringkan
  • Apabila mengerjakan shalat sunnah rawatib lebih dari dua rakaat, maka tiap-tiap dua rakaat satu salam.
  • Diutamakan tempat mengerjakan shalat sunnah rawatib adalah pindah atau bergeser sedikit dari tempat mengerjakan shalat fardu.
  • Dalam keadaan sedang dalam perjalanan jauh atau musafir, maka tidak disunnahkan untuk mengerjakan shalat sunnah, kecuali shalat sunnah Fajar dan Witir
  • Bagi yang sudah terbiasa mengerjakan shalat sunnah 2 rakaat Fajar, dan karena sesuatu hal tidak sempat mengerjakannya maka diperbolehkan mengqada’ atau menggantinya di waktu Dhuha.
Baca juga

Nabi saw. senantiasa mengerjakan dan hampir tidak pernah lalai dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib terutama yang kedudukannya sunnah muakkad atau sangat ditekankan untuk dianjurkan. Karena berdasarkan dalil hadits yang sudah disematkan di atas, terdapat ganjaran atau pahala yang begitu besar yaitu dibangunkan rumah khusus di surga. Semakin banyak shalat sunnah yang dikerjakan maka akan semakian banyak sujud yang dikerjakan. Sebagaimana bahasan yang telah lalu pada dahsyatnya keutamaan shalat sunnah, dalam sebuah kutipan hadits Nabi menerangkan bahwa apabila kita ingin bersama Nabi di surga, dapat dengan memperbanyak sujud. Wallahu a’lam.
loading...

Wednesday, September 30, 2015

Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Berjamaah

Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Berjamaah

Hal ihwal tentang pengertian shalat berjamaah telah diterangkan pada artikel tentang tata cara shalat berjamaah, keutamaan sholat berjamaah. Lalu bagaimana hukumnya, apabila shalat-shalat sunnah dikerjakan secara berjamaah?

Bolehkah shalat-shalat sunnah dikerjakan secara Berjamaah?

Sebagaimana dijelaskan alam kitab Syarh An-Niqayah karangan Al-Muhith, mengatakan bahwa mengerjakan shalat-shalat sunnah apapun jenis sholat sunnahnya secara berjamaah secara mutlak tidaklah makruh mengikuti imam dalam shalat-shalat sunnah.

Baca juga  

Dalam dalil hadits Nabi saw. riwayat Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah saw. sangat jelas mensyari’atkan shalat sunnah dikerjakan secara berjamaah, akan tetapi dengan syarat dan ketentuan bahwa shalat sunnah dengan berjamaah ini tidak dijadikan sebagai kebiasaan secara terus-menerus. Hal ini dikarenakan bahwa ibadah shalat sunnah ini lebih utama atau afdhal apabila dikerjakan secara sendirian atau munfarid. Pensyari’atan mengerjakan sholat sunnah secara berjamaah oleh Rasulullah saw, ini dianjurkan pada qiyamul lail atau sholat malam di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari Muslim). 

http://islamiwiki.blogspot.co.id/
Sehingga shalat sunah di luar Ramadan juga mengikuti keutamaan berjamaah shalat sunah di bulan Ramadan, sebagai ukuran keutamaan melakukan ibadah-ibadah tathawwu’ sepanjang tahun.

Juga dari Sayyidina Anas bin Malik meriwayatkan sebuah hadits yang menerangkan bahwa nenek Anas bin Malik yang bernama Mulaikah, mengundang Nabi Muhammad SAW untuk keperluan memakan makanan yang dimasak untuk Nabi. Kemudian setelah memakan makanan, Nabi saw. bersabda:

Berdirilah kalian, aku akan shalat untuk kalian. Kemudian Anas berkata: Maka aku bangkit mengambil tikar kami yang telah usang karena lama dipakai, kemudian aku memercikkan air ke tikar tersebut. Kemudian Rasulullah berdiri, sedangkan aku dan seorang yatim bershaf di belakang beliau dan nenek di belakang kami. Rasulullah shalat untuk kami dua rakaat kemudian beliau pulang. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan yang bersumber dari dalil-dalil hadits Nabi di atas, maka jelaslah bahwa hukum shalat-shalat sunnah yang dikerjakan secara berjamaah hukumnya adalah diperbolehkan, terutama untuk memberikan contoh teladan dan memberikan dorongan atau motivasi kepada orang lain. Akan tetapi, menurut keterangan dalil hadits sebelumnya yang menerangkan bahwa sholat sunnah yang dikerjakan secara berjamaah ini tidak dijadikan sebagai kebiasaan secara terus menerus/ dan shalat-shalat sunnah ini lebih utama dikerjakan secara sendirian.
loading...

Monday, September 21, 2015

Dahsyatnya Manfaat, Keutamaan Sholat Sunnah

Dahsyatnya Manfaat, Keutamaan Sholat Sunnah

Manfaat dan keutamaan mengerjakan sholat-sholat sunnah begitu mulia, bahkan salah satunya terdapat dalam sebuah riwayat hadits Nabi Muhammad saw. Ketika itu sahabat Nabi bernama Rabiah bin Malik Al-Aslami membawakan bejana air yang digunakan Nabi untuk berwudhu. Kemudian Nabi saw. berkata kepada Rabiah untuk meminta sesuatu hal kepada Nabi seketika itu Rabiah menjawab dengan berkata bahwa ia meminta untuk dijadikan sebagai teman dekat Nabi kelak nanti di surga. Mendengar demikian, kemudian Rasul bersabda:

فَأَ عِنِّى عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ

Artinya: Maka bantulah aku (untuk mewujudkan keinginanmu) dengan memperbanyak sujud (HR. Muslim dan Ashabus Sunan)

Juga dalam dalil hadits Nabi yang lain: Seharusnya kamu lebih banyak bersujud kepada Allah. Karena, tidaklah engkau bersujud dengan satu kali sujud saja melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan Allah menghapuskan kekeliruanmu dengan berkah sujud. (HR. Muslim dari Midan bin Abi Thalhah Al-Yamari).

http://islamiwiki.blogspot.com/
Dari kedua hadits di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa apabila kita menginginkan menjadi sahabat Nabi di surga adalah dengan memperbanyak mengerjakan sujud. Yang kedua adalah bahwa setiap satu sujud akan dapat meninggikan derajat, menghapus dosa-dosa sehingga menghindarkan diri kita dari api neraka. Maka nampak jelas, bahwa selain sholat fardhu hendaknya kita memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah selain sholat fardhu sehingga secara otomatis akan memperbanyak mengerjakan sujud. Dengan catatan tentunya adalah sholat yang khusyuk, bukan sholat yang hanya sekedar sholat.

Baca juga
Tujuh pintu neraka jahannam dan penghuninya

Sesuai dengan anjuran Nabi sholat-sholat sunnah yang lebih utama dan hendaknya dikerjakan adalah apabila kita mampu mengerjakan sholat sunnah paling tidak 12 rakaat dalam satu hari satu malam, yang dijadikan sebagai pelengkap dan pengirim dari sholat fardhu lima waktu. Hal ini sebagaimana dalil hadits sabda Nabi saw.:

Tiada seorang hamba yang melaksanakan shalat karena Allah dalam satu hari dua belas rakaat shalat sunah (tathawwu) bukan fardu, melainkan Allah membangunkan untuknya sebuah istana di surga” (HR. Muslim, Nomor 728).

http://islamiwiki.blogspot.com/
Arti dari sholat sunnah tathawwu’ adalah sholat sunnah nafilah yaitu sholat-sholat sunnah yang dianjurkan.

Baca juga sholat nafilah yang dianjurkan berjamaah

Dalam dalil firman Allah swt dalam al-Qur’an al-karim yang menerangkan anjuran mengerjakan sholat sunnah selain sholat fardhu serta keutamaan dan manfaat yang diperoleh:

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’ [17]: 79).

Baca juga Maksud dan tujuan diturunkannya al-Qur’an

Sholat-sholat sunnah adalah sholat-sholat sebagai pelengkap sholat fardhu. Meskipun demikian, sholat-sholat sunnah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam dalil hadits Nabi dan Kitabullah al-Qur’an. Juga Syekh Abdul Wadir Al-Jaleni serta para ulama ahli sufi, menganjurkan untuk mengerjakan amalan ibadah sholat sunnah tathawu’ yang di dalamnya terdapat berbagai macam manfaat, keutamaan dan kemuliaan.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Di dalam dalil hadits shahih dijelaskan: Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman, Barang siapa yang memusuhi-Ku (sebagai wali) maka Aku mengizinkan kepadanya untuk diperangi. Seorang hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan (melakukan) sesuatu yang dia mencintai terhadap apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan seorang hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan (melakukan) ibadah sunah (an-nawafil) sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya maka Aku mendengarnya apa yang dia dengar dan melihatnya apa yang dia lihat, tangannya yang menggenggam (beraktivitas) dengan ibadah sunah dan kakinya yang berjalan (beraktivitas pula) untuk  ibadah  sunah.  Jika  dia  minta  kepada-Ku  niscaya  Aku memberinya, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku melindunginya. Dan Aku tidak mengulangi kembali terhadap sesuatu yang pernah Aku lakukan dengan mengulangi lagi pada jiwa hamba-Ku yang beriman, yang membenci pada (kepedihan) menjelang  maut,  sedangkan  Aku  membenci pada  perjalanan hidupnya  (yang  dikhawatirkan  terjerumus pada  kehinaan).” (Hadits Shahih Al-Bukhari, no. 6021).

Maka, tampak jelas dan terang sudah bahwa apabila seseorang hamba memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah tathawwu’ dan juga sholat sunnah nafilah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, maka akan memperoleh berbagai manfaat, keutamaan, dan kemuliaan  serta derajat dan segala keinginannya akan dikabulkan oleh Allah swt. Memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah sebuah pilihan yang super dahsyat manfaat, keutamaan dan kemuliaan serta cara yang praktis untuk menjadikan diri sebagai hamba yang dipilih sebagai kekasih Allah swt. Amin.....

Berikut ini adalah berbagai manfaat dan keutamaan mengerjakan shalat-shalat sunnah, antara lain sebagai berikut:

Akan dicukupkan Kebutuhan dan disediakan Jalan Keluar

Manfaat, keutamaan dan kemuliaan dari mengerjakan sholat sunnah adalah bagi mereka akan dicukupkan kebutuhan, rejeki dan akan disediakan jalan keluar dari berbagai masalah. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا . وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Surah Ath-Thalaq ayat 2-3)

Mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah merupakan salah satu cermin dari tingkat ketakwaan dan rasa tawakkal atau berserah diri dari hamba Allah kepada Allah swt. Sholat sunnah adalah wujud kesungguhan dan tekad dari seorang hamba. Sampai-sampai rela untuk menghabiskan waktu, tenaga dan mungkin hartanya hanya untuk mengerjakan sholat-sholat sunnah untuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah semata. Maka sangatlah wajar apabila seorang hamba yang giat mengerjakan yang sunnah-sunnah adalah suatu cerminan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Maka bagi mereka, Allah menjanjikan berbagai macam keutamaan dan kemuliaan sebagai pahalanya.

Sholat sunnah juga mempunyai manfaat dan keutamaan sebagai sarana dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan kehidupan. Dalam kehidupan insan yang paling mulia baginda Rasulullah saw. apabila beliau mendapatkan suatu masalah atau urusan yang membuat beliau resah dan prihatin, maka Rasul saw. memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah.

Juga dalam dalil hadits Qudsi, Allah swt. telah memerintahkan kepada manusia agar mengerjakan sholat-sholat sunnah dengan niat hanya karena Allah swt. semata, yang dimulai dari sejak awalk hari paling sedikit empat rakaat, maka Allah  akan memberikan kecukupan kepadanya. (Sunan Ad-Darimi; Musnad Ahmad).

Allah swt. juga berfirman dalam hadis Qudsi lain: Wahai anak Adam (manusia), janganlah engkau lemah (malas) dari melaksanakan sembahyang (shalat sunah) untuk-Ku empat rakaat mulai dari permulaan siang hari, niscaya Kucukupkan (kebutuhan) untukmu pada sore harinya.” (Musnad Ahmad).

Juga diterangkan dalam sebuah hadits, yang menerangkan tentang manfaat dan keutamaan dari sholat sunnah malam. Dalam hadits diterangkan bahwa apabila seseorang bangun dari tidurnya di malam hari dan kemudian membangunkan keluarganya untuk diajak mengerjakan sholat sunah dua rakaat, maka mereka dicatat termasuk golongan orang-orang yang banyak mengingat Allah swt. (HR. Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

Menambah Kesempurnaan Shalat Fardu

Keutamaan serta manfaat dari mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah bahwa sholat sholat sunnah adalah sebagai penyempurna sholat-sholat fardhu. Dengan demikian, apabila di dalam sholat fardhu terdapat kelalaian, lupa, kesalahan, kekurangan dalam mengerjakan sholat fardhu maka sholat sunnah dapat menyempurnakan kesalahan, kekurangan dan kelalaian tersebut.

Di dalam al-Qur’an Allah swt. berfirman:

فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُ

Artinya: Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. (QS. Al-Baqarah [2]: 184).

Sholat-sholat sunnah atau yang juga disebut dengan sholat tathawwu’ termasuk dalam wilayah kebajikan dari sisi ayat yang disebutkan di atas. Yang dimaksud dengan kata “itulah yang lebih baik baginya” adalah lebih memperbaiki dan menyempurnakan adanya kekurangan-kekurangan kebaikan pada yang wajib.

Baca juga
Hikmah, arti dan pengertian sholat
Cara berwudhu batin dan sholat khusyu

Amalan ibadah sholat adalah amalan perbuatan yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat. Apabila dahulu seorang hamba telah menyempurnakan ibadah sholatnya, maka akan dicatat untuknya sholatnya telah sempurna, namun apabila dia tidak menyempurnakan ibadah sholatnya, maka Allah swt. berfirman kepada para malaikat:

Periksalah oleh kalian, apakah kalian menemukan amal sholat sunnah yang dikerjakan oleh hamba-Ku, sehingga kalian dapat menyempurnakan kewajiban sholat fardunya dengan pengamalan sholat sunnahnya.” Demikian juga kesempurnaan zakatnya dan segala amal perbuatan lainnya.” (Musnad Ahmad, No. 2325)

Juga dalam hadits yang lain riwayat dari HR. Abu Daud dan Ibnu Majah yang menerangkan bahwa Ibadah sholat wajib akan genapi dan disempurnakan dengan amalan ibadah sholat-sholat sunnah. Amalan ibadah Puasa di bulan Ramadan pahalanya akan digenapi dan disempurnakan dengan amalan ibadah puasa-puasa sunah. Amalan ibadah Zakat akan disempurnakan dan digenapi dengan amalan Ibadah infak dan sedekah serta aneka amalan kebaikan materi yang lainnya. Amalan Ibadah Haji pahalanya akan digenapi dan disempurnakan dengan amalan Umrah serta thawaf sunnah. Dan lain seterusnya, di mana hal-hal kebaikan dan kebajikan yang menjadi pendukung akan menyempurnakan dan menggenapi hal-hal yang sifatnya utama, wajib, atau elementer.

Baca juga Pengertian Hari kiamat atua hari akhir

Penghapus Dosa, Meningkatkan Derajat Keridhaan Allah, Menumbuhkan Kecintaan Allah.

Telah diterangkan dalam hadits di atas, yang maksudnya adalah bahwa kita seharusnya memperbanyak mengerjakan sujud. Karena setiap satu kali sujud, maka Allah swt. akan menaikkan derajat seseorang satu tingkatan dan akan terhapus satu dosa kesalahan. Itulah beberapa diantara keutamaan dan manfaat memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah. Subhanallah…..

Maka jelaslah dari keterangan hadits yang sudah disebutkan di atas, maka dengan banyak mengerjakan sholat sunnah maka Allah swt. akan menaikkan derajat seseorang di sisi-Nya secara bertahap dan juga setiap mengerjakan satu kali sholat sunnah, maka Allah swt juga akan mengahpuskan satu dosa-dosa atau kesalahan yang kita perbuat.

Arti dari menaikkan derajat seorang hamba dalam hal ini adalah merupakan salah satu bentuk kecintaan dan keridhaan Allah swt. kepada hamba-Nya yang senantiasa merelakan waktu, tenaga, materi dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah yang selalu mengerjakan sholat-sholat sunnah. Apabila kita ingin mendapatkan cinta Allah, maka hendaknya kita memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah sebanyak-banyaknya disamping memenuhi sholat yang fardhu.

Sholat sunnah sebagai bentuk Ungkapan Rasa Syukur.

Semasa hidup Rasulullah saw. pada setiap malamnya selalu mengerjakan sholat sunnah hingga kaki beliau bengkak.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya: bukankah Allah swt. telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang? Kemudian Nabi menjawab dan berkata:  Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?” (HR. Bukhari, Muslim).

Apabila dosa sudah diampuni, cinta dari Allah telah didapatkan, derajat pun sudah dinaikkan, mengapa Nabi saw. masih perlukah mengerjakan sholat sunnah?

Berkaca pada kehidupan manusia paling mulia yaitu Nabi besar Muhammad saw., maka jawabnya adalah tetap perlu mengerjakan sholat sunnah. Mengenai kepastian tentang jaminan-jaminan tersebut hanya ada di sisi Allah dan Allah saja yang tahu. Hendaknya kita mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah hanya karena Allah semata untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mengharapkan ridho-Nya semata. Sholat-sholat sunnah yang kita kerjakan tidak lain juga adalah sebagai bentuk rasa syukur atas banyaknya nikmat-nikmat yang kita peroleh. Nikmat kesehatan, nikmat rezeki, nikmat bernafas, nikmat mendengar, nikmat dapat berjalan, dan nikmat-nikmat lainnya yang kesemuanya merupakan kenikmatan dan keutamaan dari Allah semata yang kita syukuri dengan mengerjakan sholat-sholat sunnah di samping sholat fardhu.

Dengan demikian, dari keutamaan dan manfaat inilah kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. sehingga menjadi hamba yang dicintai dan diridhoi-Nya. amin

Datangnya keberkahan di rumah yang mengerjakan sholat sunnah

Allah telah mengatur segala sesuatu dengan tepat. Demikian juga dalam hal ihwal antara sholat wajib dan sholat sunnah. Dalam hal mengerjakan sholat wajib dan sholat sunnah, Allah swt. telah meletakkan rambu-rambu mengenai letak tempat mengerjakan sholat sunnah. Sebagaimana dalil sabda Nabi Muhammad saw.

Nabi saw  bersabda: seseorang di antara kalian setelah selesai melaksanakan sholat di masjidnya (secara berjamaah), maka berikan hak bagian untuk rumah di antara sholat sunahnya, karena sesungguhnya Allah akan menjadikan kebaikan di rumahnya itu lantaran sholat sunahnya." (HR. Muslim).

Dari keterangan dalil hadits di atas, maka sholat wajib lebih afdhol atau utama apabila  dikerjakan di masjid secara berjamaah. Dan sholat-sholat sunah yang dianjurkan dikerjakan secara berjamaah seperti sholat tarawih, hendaknya juga lebih utama dikerjakan di masjid. Sedangkan sholat-sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara sendirian atau munfarid misalnya sholat sunnah Qabliyah dan Badiyah, sholat sunnah tahajjud, sholat sunnah dhuha, sholat sunnah hajat, hendaknya dikerjakan di rumah masing-masing, meskipun diperbolehkan juga dikerjakan di masjid.

Baca jug
Cara dan doa sholat tahajjud yang dianjurkan
Keutamaan sholat malam tahajjud
Urutan cara dan doa Sholat dhuha
Menggiurkannya keutamaan sholat dhuha

Sehingga rumah akan mendapatkan bagian, setiap harinya rumah akan terhiasi dengan sholat-sholat sunnah serta membaca al-Qur’an. Sehingga pada akhirnya Allah akan memberikan keberkahan dan kebaikan pada rumah kita. Dengan demikian rumah akan menjadi hidup, lebih nyaman dan hangat sehingga menjadi rumahku surgaku.

Nabi saw. bersabda: Kerjakanlah dengan teguh sholat sunnah di rumah kalian, karena sholat seseorang yang terbaik adalah di rumahnya, selain shalat fardu.” (HR. Muslim).

Rumah akan lebih terasa dingin, kurang kebaikannya, kurang nyaman, juga sangat kurang dengan keberkahan apabila tidak pernah dihiasi dengan ibadah. Nabi Muhammad saw. bersabda:

Jadikanlah di antara sholat sunnah kalian dilaksanakan di rumah, dan janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan.(HR. Bukhari dan Muslim).

Dari dalil hadits di atas, memberikan kepada kita umat Islam anjuran bahwa sholat-sholat sunnah hendaknya dikerjakan di rumah agar rumah yang kita tinggali tidak seperti kuburan.  Kuburan disini dapat diartikan sebagai sebuah gambaran tempat yang tidak nyaman dan tidak menyenangkan untuk ditinggali.

Juga dalil hadits sabda Nabi saw. yang menegaskan tentang anjuran mengerjakan sholat fardhu dan sholat sunnah yang berjamaah di masjid dan sholat sunnah yang dikerjakan secara munfarid dikerjakan di dalam rumah: Wahai manusia, dirikanlah sholat sunnah di rumah kalian karena sholat yang paling utama adalah sholat seseorang yang dikerjakan di rumahnya, selain sholat fardu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat-sholat sunnah yang dikerjakan di rumah akan memberikan keutamaan dan manfaat bagi rumah seseorang sehingga rumah menjadi tenteram, hangat, dan nyaman karena mendapatkan keberkahan dari Allah swt.

Menghasilkan Ketakwaan, Hidup menjadi tentram dan Nyaman.

Dalam diri seorang mukmin, hal yang paling utama menjadi penentu kenyamanan, ketentraman dan ketenangan dalam hidup adalah apabila sudah mempunyai bekal yang cukup untuk kehidupan yang kekal kelak yaitu di akhirat. Dan sebaik-baik bekal adalah bekal takwa.

Kehidupan dunia hanyalah sementara, demikian juga kenikmatan yang ada di dalamnya yang juga hanya sementara. Oleh sebab itu, menikmati hidup tidaklah dengan limpahan  harta benda dan kekayaan. Justru Rasulullah saw. lebih menyukai hidup sederhana dan lebih memilih orang-orang yang miskin dan hidup sederhana. Dalam Islam, menikmati kehidupan selama di dunia adalah mengisinya dengan melakukan ibadah. Karena di dunia inilah, kita dapat mencari bekal untuk menuju ke alam yang kekal di akhirat kelak. Dengan bekal takwa yang sebenar-benarnya yaitu menjalani semua perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan-larangan Allah swt. Sehingga semakin banyak ibadah maka semakin banyak pula bekal, investasi, tabungan untuk menuju perjalanan yang panjang ke akhirat.

Baca juga
Arti hisab di hari Kiamat
Kehidupan alam barzah

Bekal yang terbaik dalam menempuh perjalanan yang panjang ke akhirat adalah takwa, dan hal yang terpenting dalam perwujudan takwa seseorang adalah ibadah sholat, terutama sholat-sholat sunnah sebagai amalan ibadah tambahan. Sebagaimana dalil hadits sabda Nabi saw. yang pernah mengungkapkan:

Saya diberi rasa cinta kepada wanita dalam berumah tangga, suka memakai wangi-wangian, dan sholat dijadikan penenteram mata batinku.”

Dalam sabda Nabi di atas, yang berbunyi Sholat dijadikan sebagai penentram mata batin Nabi. Betapa indah dan nikmat apabila kita dapat merasakan nikmatnya menjalankan sholat. Oleh sebab itu, marilah dalam setiap sholat kita hendaknya berusaha untuk dapat merasakan nikmatnya rohani bercengkrama, berhubungan kepada Allah swt., tanpa mengingat kesibukan duniawi untuk sesaat dalam beribadah sholat.

Baca juga meninggalkan kehidupan duniawi

Ibadah sholat merupakan moment komunikasi, interaksi rohani kepada sang pencipta Allah swt., dan menghubungkan rasa dengan alam akhirat yang mana rumah-rumahnya dibangun dengan perbuatan dan amalan-amalan kita selama kehidupan di dunia.

Amal yang paling awal dihisab di hari kiamat kelak adalah ibadah sholat. Sholat adalah pondasi dan dinding bangunan terbaik dari rumah kita di akhirat nanti. Oleh sebab itu untuk menjadikan bagunan dan dinding yang kuat, bagus baik dari lantai hingga atapnya dan berbagai hiasan-hiasan lainnya yang menjadikan lebih bagus adalah ibadah-ibadah sunnah.

Apabila sholat baik sholat wajib maupun sunah yang kita kerjakan sudah mempunyai perasaan bahwa sholat yang kita kerjakan adalah dengan maksud membuat kediaman di akhirat, maka kita akan dapat melaksanakannya dengan nikmat dan nyaman serta dengan sebaik-baiknya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: Tidakkah kalian memperhatikan,m jika seseorang selesai mengerjakan sholat, maka ia akan mendapat ketenangan dalam jiwanya, beban pikiran pun sirna. Kemudian muncul semangat baru dan kenyamanan.

Pada orang-orang yang ahli dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. atau disebut taqarrub akan selalu berkata: Ketika kami sholat, hati kami merasa damai, nyaman, nikmat, indah, dan sejuk karena shalat kami.

Nabi saw. juga pernah mengatakan: Wahai Bilal, kami merasa nyaman dengan sholat.

Begitu banyak keutamaan-keutamaan, manfaat dari sholat yang kita kerjakan baik sholat sunnah maupun sholat wajib berdasarkan sumber-sumber dari al-Qur’an dan dalil hadits Nabi saw. Marilah kita sadarkan dalam diri kita, membangunkan jiwa kita bahwa tujuan mengerjakan ibadah sholat  tidak lain adalah untuk membangun rumah kediaman dan untuk memperbanyak investasi, tabungan, bekal untuk kita bawa menuju kehidupan akhirat yang kekal. Sholat bukanlah hanya sekedar mengerjakan kewajiban dari Allah swt. Allah swt tidaklah membutuhkan ibadah kita, namun kitalah yang membutuhkannya agar Allah swt. memberikan kepada hamba-Nya yang takwa rumah kediaman yang menyenangkan, membahagiakan di surga kelak. Amin.
loading...

Thursday, December 11, 2014

Menggiurkannya Keutamaan Sholat Dhuha

Menggiurkannya Keutamaan Sholat Dhuha

Shalat dhuha merupakan sholat sunnah yang mempunyai rahasia yang mana terdapat berbagai keutamaan-keutamaan. Apabila keutamaan-keutamaan sholat dhuha ini diketahui, maka niscaya orang-orang mukmin tidak akan melewatkan untuk mengerjakan sholat sunnah dhuha.

Berikut ini adalah keutamaan sholat dhuha berdasarakan dalil hadits Nabi Muhammad saw. yang menjadi suri tauladan bagi umat Islam.

Keutamaan sholat dhuha yang pertama adalah diampuninya dosa-dosa.

Rasulullah Nabi Muhammad Saw. Bersabda : barang siapa yang mengerjakan shalat Subuh kemudian dia duduk dan tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia, melainkan berdzikir kepada Allah Swt. hingga sampai dia mengerjakan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, maka terhapus bersih dosa-dosanya layaknya seorang anak yang baru lahir dari ibunya, dia tidak mempunyai dosa." (HR Abu Ya'la).

Juga diterangkan dalam hadits lain : Barang siapa yang menjaga shalat dhuhanya, maka akan diampuni dosa-dosa, meskipun dosanya sebanyak buih di lautan." (H R Ibnu Majah).

Keutamaan kedua sholat dhuha adalah dimasukkan ke dalam surga melewati pintu dhuha.

Dalil hadits Nabi Muhammad Saw. bersabda : Sesungguhnya di dalam surga kelak ada pintu yang diberi nama adh-Dhuha, dan pada hari kiamat nanti akan terdengar suara panggilan, dimanakah orang-orang yang melanggengkan (menjaga) shalat dhuha, ini adalah pintu bagi kalian, masuklah kalian semua dengan  rahmat dari Allah  SWT."(HR Thabrani).

Keutamaan ketiga sholat dhuha adalah sebagai pengganti sedekah anggota badan

Mengenai keutamaan di atas, Nabi Muhammad Saw. bersabda : "Setiap sendi tubuh dari setiap orang di antara kalian harus disedekahi pada setiap harinya. Mengucapkan satu kali tasbih (Subhanallah) itu sama dengan satu sedekah, mengucapkan satu kali tahmid (Alhamdulillah) itu sama dengan satu sedekah, mengucapkan satu kali tahlil (La ilaha illallah), itu sama dengan satu sedekah, mengucapkan satu kali takbir (Allahu Akbar), itu sama  dengan satu sedekah, menyuruh satu kali kebaikan, itu sama dengan satu sedekah, dan mencegah satu kali kemungkaran, itu  sama dengan satu sedekah. Kesemuanya itu bisa dicukupi dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha." (HR Muslim, Abu Dawud).

Perlu diketahui bahwa pada tubuh manusia mempunyai 360 sendi, dimana setiap harinya pada setiap sendi harus dan hendaknya dikeluarkan sedekah. Tentu saja ini adalah merupakan pekerjaan yang sulit untuk diimplementasikan atau dilaksanakan. Namun, Nabi Muhammad Saw. memberikan penyelesaian yang praktis untuk mengatasinya, yaitu menggantinya dengan hanya mengerjakan shalat dhuha dua rakaat. Subhanallah….

Keutamaan sholat dhuha yang keempat adalah memperoleh pahala setara dengan ibadah haji dan ibadah umrah.

Mengenai keutamaan di atas, Nabi Muhammad saw. bersabda : Barang siapa yang mengerjakan shalat Subuh  dengan berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah sampai dengan matahari terbit dan kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan dua rakaat shalat dhuha, maka bagi mereka pahala seperti haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya. (HR Tirmidzi).

Keutamaan sholat dhuha yang kelima adalah dicukupi kebutuhan hidup.

Tentang keutamaan di atas, dalil dalam hadits Qudsi, Allah Swt. Telah berfirman : Wahai anak Adam, ruku'lah (shalatlah) karena Aku di awal siang (shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)-mu hingga sore hari." (HR Tirmidzi).

Keutamaan sholat dhuha yang keenam adalah dibangunkan istana dari emas.

Mengenai keutamaan di atas, Nabi Muhammad Saw. bersabda : Barang siapa mengerjakan shalat dhuha dua belas rakaat, maka Allah Swt. akan membangunkan untuk mereka istana yang terbuat dari emas di surga." (HR Ibnu Majah).

Itulah menakjubkannya keutamaan sholat dhuha yang diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad saw. dan hadits Qudsi dalam firman Allah. Bukankah kesemuanya itu adalah hal yang menggiurkan bagi kita umat Islam. Semua keutamaan-keutamaan itu dengan ijin dan ridho Allah akan diperoleh bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa selalu menjaga dan membiasakan sholat dhuha.
loading...

Sunday, September 21, 2014

Sholat Malam Resep Istiqomah, Memantapkan Mental

Sholat Malam Resep Istiqomah, Memantapkan Mental

Melengkapi bahasan tentang sholat malam terdahulu bahwasanya sholat malam adalah merupakan jalan ke surga bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin memperolehnya. Berikut ini adalah wasiat dari Nabi Muhammad saw kepada umatnya tentang sholat malam.

Pada tahun pertama dari kenabian Nabi Muhammad saw., beliau menghadapi berbagai macam cobaan dalam masa awal kenabian beliau, antara lain menerima berbagai macam pelecehan dan juga fitnah. Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw. yang dijadikan Nabi sebagai pedoman dan panduan dalam menyikapi berbagai macam cobaan yang ia hadapi. 

Diantara wahyu itu adalah surat Al-Muzammil yang dalam beberapa surat tersebut memuat semacam panduan spiritual yaitu sholat malam dan membaca al-Qur'an dengan tartil agar beliau tetap istiqomah, tangguh dan mantap dalam menjalankan tugas sebagai Rasulullah. 

Bunyi wahyu atau firman Allah berkenaan dengan panduan spiritual tersebut adalah sebagai berikut :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ.  قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا.  نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا.  أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا. إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلٗا ثَقِيلًا.  إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡ‍ٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا

Artinya : Hai orang yang berselimut (Muhammad) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu qaulan tsaqilan (perkataan yang berat/berbobot). Dan sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu´) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan untuk menumbuhkan iman dan memantapkan mental. (QS. Al-Muzammil : 1-6)

Dari ayat di atas, ada dua janji yang diberikan Allah setelah beliau mengerjakan sholat malam dan membaca al qur'an dengan tartil (mentartil). Janji pertama adalah qaulan tsaqilan (ucapan berbobot) yang sering diartikan sebagai kharisma bil kasyaf. Janji Allah yang kedua adalah tangguh dan mantap dalam menghadapi tantangan dan ujian.

Dari sahabat Rasulullah Ibnu Abbas dalam tafsirnya menerangkan bahwa setelah turunnya surat Al-Muzammil, Nabi Muhammad Rasulullah saw. selalu memelihara sholat malam hingga saat-saat menjelang wafat Nabi. Kepada umatnya, Nabi menyampaikan bahwa sholat malam itu adalah sholatnya para Nabi dan para Rasul Allah swt. Dan juga sholat malam adalah kebiasaan orang-orang sholeh dan amalan orang yang berprestasi.

Sholat malam resep menghadapi masalah keluarga

Wasiat Nabi juga pernah memberikan resep spiritual kepada keluarga yang mengalami dan menghadapi masalah keluarga yaitu sebagai berikut :

"Bangunkan istrimu di penghujung malam dengan penuh kasih sayang, bangunkan suamimu di penghujung malam dengan penuh kasih sayang". Demikianlah ucapan Rasulullah saw.

Apabila suami istri mengerjakan sholat malam dan kemudian mereka berdzikir kepada Allah, maka Allah menyatakan : "Aku malu kalau aku tidak memenuhi doa mereka, Aku malu kalau Aku tidak mengabulkan munajat mereka"

Sholat malam sebagai tanda bersyukur kepada Allah

Salah satu sahabat Nabi Muhammad, Abu Hurarirah ra. bertanya kepada Nabi setelah ia melihat Kaki Nabi saw. memar, lecet-lecet parah dan bengkak. " Mengapa Engkau sholat malam hingga kaki anda lecet, memar dan bengkak? Padahal engkau adalah Rasulullah. Engkau tidak pernah berbuat dosa dan engkau pun pasti masuk surga. Kemudian beliau Nabi menjawab : "Apakah tidak pantas kalau aku mensyukuri segala anugerah Allah?".

Di era awal pembangunan masyarakat Madinah, Rasulullah Nabi Muhammad saw. memberikan empat pesan kepada umat beliau yaitu umat Islam, yaitu : tebarkanlah salam, membangun keakraban, mewujudkan kepedulian sosial, dan qiyamul lail atau bangun sholat malam pada saat orang-orang sedang tertidur.

Nabi Daud membiasakan mengerjakan sholat malam dengan cara tidur separuh malam, dan kemudian bangun sepertiga malamnya. Kebiasaan mengerjakan sholat malam ini diteruskan oleh Nabi Sulaiman. Para sahabat Nabi juga sempat mengerjakan sholat malam dengan cara yang sama. Rasulullah Nabi Muhammad saw. juga membiasakan sholat malam pada akhir malam, separuh malam atau pada sepertiga malam.

Sholat malam mempunyai berbagai macam fungsi sebagai keterangan di atas, sholat malam merupakan wahana penghapus dosa-dosa, membersihkan jiwa, menenangkan hati dan cara taqarub atau mendekatkan diri kepada Allah yang paling efektif. Di samping itu sholat malam juga dapat menjadi obat segala macam penyakit, kemarahan, kesedihan, kegundahan, kegelisahan, keterasingan, keputusasaan serta masalah-masalah jiwa dan rohaniah lainnya. Sholat malam adalah tiket dan resep untuk mendapatkan surga serta kemuliaan di sisi Allah azza wajalla.
loading...

Sunday, July 6, 2014

no image

Takbiran Idul Fitri, Idul Adha: Penghapus Dosa

Setelah puasa ramadhan disempurnakan, maka umat islam disunnahkan untuk membaca takbiran. Takbiran ini dapat dilakukan pada saat hari raya idul fitri maupaun hari raya idul adha. Lebih jelasnya simak keterangan berikut ini

Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 185 :

وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu semua membaca takbiran (mengagungkan Allah) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur

Maksud dari mencukupkan bilangannya adalah menyempurnakan hitungan bulan ramadhan menjadi 30 hari apabila tanpa dilakukan rukyah. Tentang anjuran takbiran juga didasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad saw sebagai berikut :

وقال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم زيّنو اعيادكم باالتّكبر

Dan bersabda Nabi Muhammad saw : dan hiasilah hari riyaya (hari raya) dengan memperbanyak membaca takbiran

Lafadz bacaan takbiran

الله اكبر ×3  لااله الاّ الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد 
Atau:

اَللَّهُ اَكْبَرْ ×3 كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً, لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْـدَهُ,  وَنَصَرَعَبِدَهُ,  وَاَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ  الْأَحْزَابَ  وَحْدَهُ. لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ واَللَّهُ اَكْبَرْ

Takbiran itu ada dua macam yaitu :
  • Takbir mursal adalah takbiran yang tidak terikat oleh waktu, seperti takbiran pada hari raya fitrah dan takbiran pada malamnya hari raya idul adha.
  • Takbir muqoyyad adalah takbiran yang terikat oleh waktu, seperti takbiran pada hari raya kurban
ويكبّر ندبا كلّ من ذكر وانثى وحاضر ومسافر فى المنازل والطّرق والمساجد والاسواق من غروب ليلة العيد (اى عيد الفطر) الى ان يدخل الامام فى الصّلاة   اه   فتح القريب

Artinya : disunnahkan untuk membaca takbiran bagi kaum laki-laki, perempuan dirumah atau menuju ke tempat mana saja yang dituju (jalan-jalan kampung), rumah-rumah, masjid-masjid, pasar-pasar, mulai tenggelamnya matahari (malam hari raya fitrah) sampai dengan imam melaksanakan sholat id.

Nabi Muhammad saw bersabda :

وقال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم اكثروا من التّكبير ليلة العيدين فإنّه يهدم الذّنوب هدما

Nabi saw bersabda : perbanyaklah kalian membaca takbiran pada malam di malam dua hari raya (idul fitri dan idul adha), karena dengan itu dapat menghilangkan atau melebur dosa-dosa.

Oleh sebab itu para saudaraku muslimin dan muslimat baik yang berada di rumah, di mushola, di masjid atau yang sedang pergi silaturahmi atau mengantarkan zakat fitrah, yang naik sepeda, becak, dokar, sepeda motor, maka bersama-samalah membaca takbiran semalam penuh (malam idul fitri) agar kelihatan syiar hari raya umat islam.

Juga hadits Nabi :

كان النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم يخرج  يوم الفطر فيكبّر من حين يخرج من بيته حتّى يأتيى المصلّى رواه ابو بكر النّجاد عن الزّهريّ

Artinya : Junjungan kita Nabi Muhammad saw bersabda ketika pergi untuk mengerjakan sholat idul fitri, bacalah takbiran yang mulainya adalah dari rumah masing-masing hingga sampai ke tempat sholat.

Dari hadits di atas, disunnahkan bagi kita untuk membaca takbiran pada hari raya. Oleh sebab itu, ketika kita akan berangkat sholat idul fitri agar berkumpul terlebih dahulu di musholla atau di suatu rumah kemudian berangkat bersama-sama dengan berjalan kaki sambil membaca takbiran
loading...

Friday, July 4, 2014

no image

Anjuran Tahniah Pada Hari Raya

Kata tahniah berkaitan dengan datangnya hari raya baik idul fitri maupun idul adha dapat diartikan saling mengucapkan selamat dan saling mendoakan kembalinya kebahagiaan, kemenangan hari raya id kembali serta mengadakan suguhan kue-kue dan makanan. Hukum tahniah ini adalah sunnah. Yang artinya adalah hendaknya dan sebaiknya kita melaksanakan adab tahniah pada hari raya id. Hal ini sesuai dengan dalil hadits berikut ini :

Artinya :

قالالشّيخ الشّرقويّ: والتّهنئة بالعيد سنّة ويدخل وقتها فى الفطر بغروب الشّمس وفى الأضحى بصبح عرفة كالتّكبير وكذا بالمام وبالشّهر مع مصافحة الرّجلين لبعضهما والمرأتين كذلك, وتحرم مصافحة الرّجل للمرأة الأجنبيّة بغير حائل

Syeh Syarqawi berkata : Tahniah tiap-tiap hari raya id hukumnya adalah sunnah. Adapaun waktunya adalah pada hari raya idul fitri yaitu mulai senja matahari di akhir ramadhan. Ketika pada hari raya idul adha, mulai dari subuh pada hari 'arafah dengan cara mushafahah (berjabat tangan atau saling bersalam-salaman).

Salaman di atas yang artinya, dalam berjabat tangan antara orang laki-laki adalah dengan laki-laki atau orang perempuan berjabat tangan dengan perempuan. Karena dalam Islam mengajarkan haram hukumnya bersentuhan (berjabat tangan) antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tanpa adanya pembatas (aling-aling)

Anjuran membersihkan rumah

Dalam tahniah, pada hari raya idul fitri juga disunnahkan dan dianjurkan serta diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk membersihkan rumah

Sudah menjadi kebiasaan bagi umat islam bahwa pada tiap-tiap hari raya idul fitri, kita semua membersihkan rumah dengan dilakukan pengecatan (dicat) dan kegiatan bersih-bersih rumah lainnya. Hal ini adalah sesuai dengan perintah dalam hadits Nabi sebagai berikut :

تنضّفوا بكلّمااستطعتم فإنّ الله تعالى بنى الدّين على النّظافة

Artinya : Bersihkanlah diri kalian semua sebisa mungkin yang kalian bisa, karena Allah swt mendasarkan agama Islam dengan kebersihan.

Serta sabda nabi Muhammad saw :

النّظافة من الإمان

Artinya : kebersihan itu adalah sebagaian dari iman.

Menyediakan kue-kue dan makanan

Dalam tahniah, juga dianjurkan juga pada hari raya untuk menyediakan makanan seperti kue-kue dan lainnya yang disusun rai dan indah dan juga minuman seperti limun, sirup yang tujuannya adalah untuk menghormati para saudara yang datang yang akan mengucapkan secara lahiriyah kebahagiaan karena sudah bisa menyelesaikan dalam menjalankan puasa dan niat untuk menghormati para tamu yang datang.

Dalil sabda nabi Muhammad saw :

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليكرم ضيقه

Artinya : Barangsiapa yang iman kepada Allah swt dan iman kepada hari kiamat, maka muliakanlah tamu.

Demikianlah keterangan tentang tahniah pada hari raya dan juga kesunahan yang hendaknya dilakukan berkaitan dengan tahniah hari raya.
loading...
no image

Adab Sebelum, Ketika Pergi, Pulang Sholat Id

Nabi Muhammad adalah merupakan suri tauladan yang baik dalam segala hal, setiap bicaranya (sabda), perilakunya adalah merupakan sunnah yang menjadi tuntunan dan panutan dalam segala hal. Berikut ini adalah beberapa hadits Nabi yang menerangkan adab Nabi sebelum pergi dan ketika pergi serta pulang dari sholat id (sholat ied)

Adab sebelum pergi sholat id

Makan terlebih dahulu ketika akan sholat idul fitri dan sebaliknya ketika pada sholat idul adha disunnahkan tidak makan

Sebelum kita berangkat sholat idul fitri, adalah disunnahkan untuk makan terlebih dahulu, hal ini berdasarkan hadits Nabi, sebagai berikut :

عن ابن مسيّب: كان المسلمون يأكلون فى يوم الفطر ولا يفعلون ذلك يوم النحر

Artinya : Dari Imam Ibnu Musayyab berkata : para kaum muslimin ketika pada jaman Nabi Muhammad sebelum berangkat untuk melaksanakan sholat idul fitri, terlebih dahulu mereka makan (yang menunjukkan bahwa sudah tidak puasa lagi), namun ketika sholat idul adha tidak melakukan hal seperti itu (makan sebelum pergi sholat id)

Dalil hadits yang lain :

عن صفوان بن سليم: انّ النّبيّ صلّى  الله عليه وسلّم كان يطعم قبل ان يخرج الى الجبان يوم الفطر ويأمربه

Artinya : Dari Sahabat Shofwan bin Salim berkata : bahwa Nabi Muhammad saw sebelum pergi sholat idul fitri terlebih dahulu makan, dan memerintahkan seperti itu.

Juga hadits :

قال الشّافعيّ ونحن نأمر من اتى المصلّى ان يّطعم ويشرب قبل ان يغد والى المصلّى

Artinya : Berkata Imam Syafi'i : Aku memerintahkan kepada orang-orang yang akan pergi sholat idul fitri agar mereka makan dan minum terlebih dahulu.

Adab ketika pergi dan pulang sholat id

Berjalan kaki menuju ke masjid tempat sholat id

Adab Nabi ketika pergi ke masjid adalah tidak naik kendaraan yang artinya adalah berjalan kaki, hal ini berdasarkan hadits Nabi sebagai berikut :

قال الشّافعيّ: بلغنا انّ الزّهريّ قال ماركب رسول الله صلّى الله عليه وسلّم فى عيد ولاجنازة

Artinya : Imam Syafi'i menerangkan bahwa Zuhri berkata : bahwa Mani Muhammad saw tidak naik kendaraan ketika pergi sholat id atau ketika hormat mengantarkan jenazah.

Dari Imam Syafi'i  :

قال واحبّ ان لااركب فى عيد ولاجنازة الاّ ان يضعف من شهدها من رجل اوامرأة عن المشي فلابأس ان يركب

Artinya : berkata Imam Syafi'i : Aku senang tidak naik kendaraan ketika akan menghadiri sholat id atau mengantarkan jenazah. kecuali ketika terpaksa/apes (tidak kuat untuk berjalan) kepada laki-laki maupun perempuan, maka tidak masalah ketika naik kendaraan.

Pergi dan Pulang sholat id dari jalan yang berbeda

Disunnahkan kepada kita, ketika pergi dan pulang dari sholat id adalah melalui jalan yang berbeda, berdasarkan dalil berikut ini :

قال الشّافعيّ وبلغنا انّ رسول الله صلّى الله عليه وسلّم كان يغدو من طريق ويرجع من اخرى فأحبّ ذلك للإمام والعامّة

Artinya : Imam Syafi'i berkata : sudah datang kabar kepada kita semua, bahwa Nabi Muhammad saw ketika pergi untuk sholat id pergi menggunakan salah satu jalan, dan ketika pulang beliau menggunakan jalan yang lain. Aku (Imam Syafi'i) senang dengan yang demikian bagi para Imam dan orang umum.

Demikianlah adab kesunnahan sebelum pergi sholat idul fitri maupun idul adha, pergi menuju sholat id dan pulang dari sholat id. Adab yang demikian itu hendaknya dan sebaiknya kita kerjakan dan laksanakan karena itu adalah tindak tanduk dari junjungan kita Nabi besar Muhammad saw yang menjadi sunnah yang apabila kita kerjakan maka akan mendapatkan pahala.
loading...