Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Monday, September 21, 2015

Dahsyatnya Manfaat, Keutamaan Sholat Sunnah

| Monday, September 21, 2015
Manfaat dan keutamaan mengerjakan sholat-sholat sunnah begitu mulia, bahkan salah satunya terdapat dalam sebuah riwayat hadits Nabi Muhammad saw. Ketika itu sahabat Nabi bernama Rabiah bin Malik Al-Aslami membawakan bejana air yang digunakan Nabi untuk berwudhu. Kemudian Nabi saw. berkata kepada Rabiah untuk meminta sesuatu hal kepada Nabi seketika itu Rabiah menjawab dengan berkata bahwa ia meminta untuk dijadikan sebagai teman dekat Nabi kelak nanti di surga. Mendengar demikian, kemudian Rasul bersabda:

فَأَ عِنِّى عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ

Artinya: Maka bantulah aku (untuk mewujudkan keinginanmu) dengan memperbanyak sujud (HR. Muslim dan Ashabus Sunan)

Juga dalam dalil hadits Nabi yang lain: Seharusnya kamu lebih banyak bersujud kepada Allah. Karena, tidaklah engkau bersujud dengan satu kali sujud saja melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan Allah menghapuskan kekeliruanmu dengan berkah sujud. (HR. Muslim dari Midan bin Abi Thalhah Al-Yamari).

http://islamiwiki.blogspot.com/
Dari kedua hadits di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa apabila kita menginginkan menjadi sahabat Nabi di surga adalah dengan memperbanyak mengerjakan sujud. Yang kedua adalah bahwa setiap satu sujud akan dapat meninggikan derajat, menghapus dosa-dosa sehingga menghindarkan diri kita dari api neraka. Maka nampak jelas, bahwa selain sholat fardhu hendaknya kita memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah selain sholat fardhu sehingga secara otomatis akan memperbanyak mengerjakan sujud. Dengan catatan tentunya adalah sholat yang khusyuk, bukan sholat yang hanya sekedar sholat.

Baca juga
Tujuh pintu neraka jahannam dan penghuninya

Sesuai dengan anjuran Nabi sholat-sholat sunnah yang lebih utama dan hendaknya dikerjakan adalah apabila kita mampu mengerjakan sholat sunnah paling tidak 12 rakaat dalam satu hari satu malam, yang dijadikan sebagai pelengkap dan pengirim dari sholat fardhu lima waktu. Hal ini sebagaimana dalil hadits sabda Nabi saw.:

Tiada seorang hamba yang melaksanakan shalat karena Allah dalam satu hari dua belas rakaat shalat sunah (tathawwu) bukan fardu, melainkan Allah membangunkan untuknya sebuah istana di surga” (HR. Muslim, Nomor 728).

http://islamiwiki.blogspot.com/
Arti dari sholat sunnah tathawwu’ adalah sholat sunnah nafilah yaitu sholat-sholat sunnah yang dianjurkan.

Baca juga sholat nafilah yang dianjurkan berjamaah

Dalam dalil firman Allah swt dalam al-Qur’an al-karim yang menerangkan anjuran mengerjakan sholat sunnah selain sholat fardhu serta keutamaan dan manfaat yang diperoleh:

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’ [17]: 79).

Baca juga Maksud dan tujuan diturunkannya al-Qur’an

Sholat-sholat sunnah adalah sholat-sholat sebagai pelengkap sholat fardhu. Meskipun demikian, sholat-sholat sunnah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam dalil hadits Nabi dan Kitabullah al-Qur’an. Juga Syekh Abdul Wadir Al-Jaleni serta para ulama ahli sufi, menganjurkan untuk mengerjakan amalan ibadah sholat sunnah tathawu’ yang di dalamnya terdapat berbagai macam manfaat, keutamaan dan kemuliaan.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Di dalam dalil hadits shahih dijelaskan: Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman, Barang siapa yang memusuhi-Ku (sebagai wali) maka Aku mengizinkan kepadanya untuk diperangi. Seorang hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan (melakukan) sesuatu yang dia mencintai terhadap apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan seorang hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan (melakukan) ibadah sunah (an-nawafil) sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya maka Aku mendengarnya apa yang dia dengar dan melihatnya apa yang dia lihat, tangannya yang menggenggam (beraktivitas) dengan ibadah sunah dan kakinya yang berjalan (beraktivitas pula) untuk  ibadah  sunah.  Jika  dia  minta  kepada-Ku  niscaya  Aku memberinya, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku melindunginya. Dan Aku tidak mengulangi kembali terhadap sesuatu yang pernah Aku lakukan dengan mengulangi lagi pada jiwa hamba-Ku yang beriman, yang membenci pada (kepedihan) menjelang  maut,  sedangkan  Aku  membenci pada  perjalanan hidupnya  (yang  dikhawatirkan  terjerumus pada  kehinaan).” (Hadits Shahih Al-Bukhari, no. 6021).

Maka, tampak jelas dan terang sudah bahwa apabila seseorang hamba memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah tathawwu’ dan juga sholat sunnah nafilah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, maka akan memperoleh berbagai manfaat, keutamaan, dan kemuliaan  serta derajat dan segala keinginannya akan dikabulkan oleh Allah swt. Memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah sebuah pilihan yang super dahsyat manfaat, keutamaan dan kemuliaan serta cara yang praktis untuk menjadikan diri sebagai hamba yang dipilih sebagai kekasih Allah swt. Amin.....

Berikut ini adalah berbagai manfaat dan keutamaan mengerjakan shalat-shalat sunnah, antara lain sebagai berikut:

Akan dicukupkan Kebutuhan dan disediakan Jalan Keluar

Manfaat, keutamaan dan kemuliaan dari mengerjakan sholat sunnah adalah bagi mereka akan dicukupkan kebutuhan, rejeki dan akan disediakan jalan keluar dari berbagai masalah. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا . وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Surah Ath-Thalaq ayat 2-3)

Mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah merupakan salah satu cermin dari tingkat ketakwaan dan rasa tawakkal atau berserah diri dari hamba Allah kepada Allah swt. Sholat sunnah adalah wujud kesungguhan dan tekad dari seorang hamba. Sampai-sampai rela untuk menghabiskan waktu, tenaga dan mungkin hartanya hanya untuk mengerjakan sholat-sholat sunnah untuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah semata. Maka sangatlah wajar apabila seorang hamba yang giat mengerjakan yang sunnah-sunnah adalah suatu cerminan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Maka bagi mereka, Allah menjanjikan berbagai macam keutamaan dan kemuliaan sebagai pahalanya.

Sholat sunnah juga mempunyai manfaat dan keutamaan sebagai sarana dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan kehidupan. Dalam kehidupan insan yang paling mulia baginda Rasulullah saw. apabila beliau mendapatkan suatu masalah atau urusan yang membuat beliau resah dan prihatin, maka Rasul saw. memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah.

Juga dalam dalil hadits Qudsi, Allah swt. telah memerintahkan kepada manusia agar mengerjakan sholat-sholat sunnah dengan niat hanya karena Allah swt. semata, yang dimulai dari sejak awalk hari paling sedikit empat rakaat, maka Allah  akan memberikan kecukupan kepadanya. (Sunan Ad-Darimi; Musnad Ahmad).

Allah swt. juga berfirman dalam hadis Qudsi lain: Wahai anak Adam (manusia), janganlah engkau lemah (malas) dari melaksanakan sembahyang (shalat sunah) untuk-Ku empat rakaat mulai dari permulaan siang hari, niscaya Kucukupkan (kebutuhan) untukmu pada sore harinya.” (Musnad Ahmad).

Juga diterangkan dalam sebuah hadits, yang menerangkan tentang manfaat dan keutamaan dari sholat sunnah malam. Dalam hadits diterangkan bahwa apabila seseorang bangun dari tidurnya di malam hari dan kemudian membangunkan keluarganya untuk diajak mengerjakan sholat sunah dua rakaat, maka mereka dicatat termasuk golongan orang-orang yang banyak mengingat Allah swt. (HR. Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

Menambah Kesempurnaan Shalat Fardu

Keutamaan serta manfaat dari mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah bahwa sholat sholat sunnah adalah sebagai penyempurna sholat-sholat fardhu. Dengan demikian, apabila di dalam sholat fardhu terdapat kelalaian, lupa, kesalahan, kekurangan dalam mengerjakan sholat fardhu maka sholat sunnah dapat menyempurnakan kesalahan, kekurangan dan kelalaian tersebut.

Di dalam al-Qur’an Allah swt. berfirman:

فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُ

Artinya: Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. (QS. Al-Baqarah [2]: 184).

Sholat-sholat sunnah atau yang juga disebut dengan sholat tathawwu’ termasuk dalam wilayah kebajikan dari sisi ayat yang disebutkan di atas. Yang dimaksud dengan kata “itulah yang lebih baik baginya” adalah lebih memperbaiki dan menyempurnakan adanya kekurangan-kekurangan kebaikan pada yang wajib.

Baca juga
Hikmah, arti dan pengertian sholat
Cara berwudhu batin dan sholat khusyu

Amalan ibadah sholat adalah amalan perbuatan yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat. Apabila dahulu seorang hamba telah menyempurnakan ibadah sholatnya, maka akan dicatat untuknya sholatnya telah sempurna, namun apabila dia tidak menyempurnakan ibadah sholatnya, maka Allah swt. berfirman kepada para malaikat:

Periksalah oleh kalian, apakah kalian menemukan amal sholat sunnah yang dikerjakan oleh hamba-Ku, sehingga kalian dapat menyempurnakan kewajiban sholat fardunya dengan pengamalan sholat sunnahnya.” Demikian juga kesempurnaan zakatnya dan segala amal perbuatan lainnya.” (Musnad Ahmad, No. 2325)

Juga dalam hadits yang lain riwayat dari HR. Abu Daud dan Ibnu Majah yang menerangkan bahwa Ibadah sholat wajib akan genapi dan disempurnakan dengan amalan ibadah sholat-sholat sunnah. Amalan ibadah Puasa di bulan Ramadan pahalanya akan digenapi dan disempurnakan dengan amalan ibadah puasa-puasa sunah. Amalan ibadah Zakat akan disempurnakan dan digenapi dengan amalan Ibadah infak dan sedekah serta aneka amalan kebaikan materi yang lainnya. Amalan Ibadah Haji pahalanya akan digenapi dan disempurnakan dengan amalan Umrah serta thawaf sunnah. Dan lain seterusnya, di mana hal-hal kebaikan dan kebajikan yang menjadi pendukung akan menyempurnakan dan menggenapi hal-hal yang sifatnya utama, wajib, atau elementer.

Baca juga Pengertian Hari kiamat atua hari akhir

Penghapus Dosa, Meningkatkan Derajat Keridhaan Allah, Menumbuhkan Kecintaan Allah.

Telah diterangkan dalam hadits di atas, yang maksudnya adalah bahwa kita seharusnya memperbanyak mengerjakan sujud. Karena setiap satu kali sujud, maka Allah swt. akan menaikkan derajat seseorang satu tingkatan dan akan terhapus satu dosa kesalahan. Itulah beberapa diantara keutamaan dan manfaat memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah. Subhanallah…..

Maka jelaslah dari keterangan hadits yang sudah disebutkan di atas, maka dengan banyak mengerjakan sholat sunnah maka Allah swt. akan menaikkan derajat seseorang di sisi-Nya secara bertahap dan juga setiap mengerjakan satu kali sholat sunnah, maka Allah swt juga akan mengahpuskan satu dosa-dosa atau kesalahan yang kita perbuat.

Arti dari menaikkan derajat seorang hamba dalam hal ini adalah merupakan salah satu bentuk kecintaan dan keridhaan Allah swt. kepada hamba-Nya yang senantiasa merelakan waktu, tenaga, materi dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah yang selalu mengerjakan sholat-sholat sunnah. Apabila kita ingin mendapatkan cinta Allah, maka hendaknya kita memperbanyak mengerjakan sholat-sholat sunnah sebanyak-banyaknya disamping memenuhi sholat yang fardhu.

Sholat sunnah sebagai bentuk Ungkapan Rasa Syukur.

Semasa hidup Rasulullah saw. pada setiap malamnya selalu mengerjakan sholat sunnah hingga kaki beliau bengkak.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya: bukankah Allah swt. telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang? Kemudian Nabi menjawab dan berkata:  Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?” (HR. Bukhari, Muslim).

Apabila dosa sudah diampuni, cinta dari Allah telah didapatkan, derajat pun sudah dinaikkan, mengapa Nabi saw. masih perlukah mengerjakan sholat sunnah?

Berkaca pada kehidupan manusia paling mulia yaitu Nabi besar Muhammad saw., maka jawabnya adalah tetap perlu mengerjakan sholat sunnah. Mengenai kepastian tentang jaminan-jaminan tersebut hanya ada di sisi Allah dan Allah saja yang tahu. Hendaknya kita mengerjakan sholat-sholat sunnah adalah hanya karena Allah semata untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mengharapkan ridho-Nya semata. Sholat-sholat sunnah yang kita kerjakan tidak lain juga adalah sebagai bentuk rasa syukur atas banyaknya nikmat-nikmat yang kita peroleh. Nikmat kesehatan, nikmat rezeki, nikmat bernafas, nikmat mendengar, nikmat dapat berjalan, dan nikmat-nikmat lainnya yang kesemuanya merupakan kenikmatan dan keutamaan dari Allah semata yang kita syukuri dengan mengerjakan sholat-sholat sunnah di samping sholat fardhu.

Dengan demikian, dari keutamaan dan manfaat inilah kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. sehingga menjadi hamba yang dicintai dan diridhoi-Nya. amin

Datangnya keberkahan di rumah yang mengerjakan sholat sunnah

Allah telah mengatur segala sesuatu dengan tepat. Demikian juga dalam hal ihwal antara sholat wajib dan sholat sunnah. Dalam hal mengerjakan sholat wajib dan sholat sunnah, Allah swt. telah meletakkan rambu-rambu mengenai letak tempat mengerjakan sholat sunnah. Sebagaimana dalil sabda Nabi Muhammad saw.

Nabi saw  bersabda: seseorang di antara kalian setelah selesai melaksanakan sholat di masjidnya (secara berjamaah), maka berikan hak bagian untuk rumah di antara sholat sunahnya, karena sesungguhnya Allah akan menjadikan kebaikan di rumahnya itu lantaran sholat sunahnya." (HR. Muslim).

Dari keterangan dalil hadits di atas, maka sholat wajib lebih afdhol atau utama apabila  dikerjakan di masjid secara berjamaah. Dan sholat-sholat sunah yang dianjurkan dikerjakan secara berjamaah seperti sholat tarawih, hendaknya juga lebih utama dikerjakan di masjid. Sedangkan sholat-sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara sendirian atau munfarid misalnya sholat sunnah Qabliyah dan Badiyah, sholat sunnah tahajjud, sholat sunnah dhuha, sholat sunnah hajat, hendaknya dikerjakan di rumah masing-masing, meskipun diperbolehkan juga dikerjakan di masjid.

Baca jug
Cara dan doa sholat tahajjud yang dianjurkan
Keutamaan sholat malam tahajjud
Urutan cara dan doa Sholat dhuha
Menggiurkannya keutamaan sholat dhuha

Sehingga rumah akan mendapatkan bagian, setiap harinya rumah akan terhiasi dengan sholat-sholat sunnah serta membaca al-Qur’an. Sehingga pada akhirnya Allah akan memberikan keberkahan dan kebaikan pada rumah kita. Dengan demikian rumah akan menjadi hidup, lebih nyaman dan hangat sehingga menjadi rumahku surgaku.

Nabi saw. bersabda: Kerjakanlah dengan teguh sholat sunnah di rumah kalian, karena sholat seseorang yang terbaik adalah di rumahnya, selain shalat fardu.” (HR. Muslim).

Rumah akan lebih terasa dingin, kurang kebaikannya, kurang nyaman, juga sangat kurang dengan keberkahan apabila tidak pernah dihiasi dengan ibadah. Nabi Muhammad saw. bersabda:

Jadikanlah di antara sholat sunnah kalian dilaksanakan di rumah, dan janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan.(HR. Bukhari dan Muslim).

Dari dalil hadits di atas, memberikan kepada kita umat Islam anjuran bahwa sholat-sholat sunnah hendaknya dikerjakan di rumah agar rumah yang kita tinggali tidak seperti kuburan.  Kuburan disini dapat diartikan sebagai sebuah gambaran tempat yang tidak nyaman dan tidak menyenangkan untuk ditinggali.

Juga dalil hadits sabda Nabi saw. yang menegaskan tentang anjuran mengerjakan sholat fardhu dan sholat sunnah yang berjamaah di masjid dan sholat sunnah yang dikerjakan secara munfarid dikerjakan di dalam rumah: Wahai manusia, dirikanlah sholat sunnah di rumah kalian karena sholat yang paling utama adalah sholat seseorang yang dikerjakan di rumahnya, selain sholat fardu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat-sholat sunnah yang dikerjakan di rumah akan memberikan keutamaan dan manfaat bagi rumah seseorang sehingga rumah menjadi tenteram, hangat, dan nyaman karena mendapatkan keberkahan dari Allah swt.

Menghasilkan Ketakwaan, Hidup menjadi tentram dan Nyaman.

Dalam diri seorang mukmin, hal yang paling utama menjadi penentu kenyamanan, ketentraman dan ketenangan dalam hidup adalah apabila sudah mempunyai bekal yang cukup untuk kehidupan yang kekal kelak yaitu di akhirat. Dan sebaik-baik bekal adalah bekal takwa.

Kehidupan dunia hanyalah sementara, demikian juga kenikmatan yang ada di dalamnya yang juga hanya sementara. Oleh sebab itu, menikmati hidup tidaklah dengan limpahan  harta benda dan kekayaan. Justru Rasulullah saw. lebih menyukai hidup sederhana dan lebih memilih orang-orang yang miskin dan hidup sederhana. Dalam Islam, menikmati kehidupan selama di dunia adalah mengisinya dengan melakukan ibadah. Karena di dunia inilah, kita dapat mencari bekal untuk menuju ke alam yang kekal di akhirat kelak. Dengan bekal takwa yang sebenar-benarnya yaitu menjalani semua perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan-larangan Allah swt. Sehingga semakin banyak ibadah maka semakin banyak pula bekal, investasi, tabungan untuk menuju perjalanan yang panjang ke akhirat.

Baca juga
Arti hisab di hari Kiamat
Kehidupan alam barzah

Bekal yang terbaik dalam menempuh perjalanan yang panjang ke akhirat adalah takwa, dan hal yang terpenting dalam perwujudan takwa seseorang adalah ibadah sholat, terutama sholat-sholat sunnah sebagai amalan ibadah tambahan. Sebagaimana dalil hadits sabda Nabi saw. yang pernah mengungkapkan:

Saya diberi rasa cinta kepada wanita dalam berumah tangga, suka memakai wangi-wangian, dan sholat dijadikan penenteram mata batinku.”

Dalam sabda Nabi di atas, yang berbunyi Sholat dijadikan sebagai penentram mata batin Nabi. Betapa indah dan nikmat apabila kita dapat merasakan nikmatnya menjalankan sholat. Oleh sebab itu, marilah dalam setiap sholat kita hendaknya berusaha untuk dapat merasakan nikmatnya rohani bercengkrama, berhubungan kepada Allah swt., tanpa mengingat kesibukan duniawi untuk sesaat dalam beribadah sholat.

Baca juga meninggalkan kehidupan duniawi

Ibadah sholat merupakan moment komunikasi, interaksi rohani kepada sang pencipta Allah swt., dan menghubungkan rasa dengan alam akhirat yang mana rumah-rumahnya dibangun dengan perbuatan dan amalan-amalan kita selama kehidupan di dunia.

Amal yang paling awal dihisab di hari kiamat kelak adalah ibadah sholat. Sholat adalah pondasi dan dinding bangunan terbaik dari rumah kita di akhirat nanti. Oleh sebab itu untuk menjadikan bagunan dan dinding yang kuat, bagus baik dari lantai hingga atapnya dan berbagai hiasan-hiasan lainnya yang menjadikan lebih bagus adalah ibadah-ibadah sunnah.

Apabila sholat baik sholat wajib maupun sunah yang kita kerjakan sudah mempunyai perasaan bahwa sholat yang kita kerjakan adalah dengan maksud membuat kediaman di akhirat, maka kita akan dapat melaksanakannya dengan nikmat dan nyaman serta dengan sebaik-baiknya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: Tidakkah kalian memperhatikan,m jika seseorang selesai mengerjakan sholat, maka ia akan mendapat ketenangan dalam jiwanya, beban pikiran pun sirna. Kemudian muncul semangat baru dan kenyamanan.

Pada orang-orang yang ahli dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. atau disebut taqarrub akan selalu berkata: Ketika kami sholat, hati kami merasa damai, nyaman, nikmat, indah, dan sejuk karena shalat kami.

Nabi saw. juga pernah mengatakan: Wahai Bilal, kami merasa nyaman dengan sholat.

Begitu banyak keutamaan-keutamaan, manfaat dari sholat yang kita kerjakan baik sholat sunnah maupun sholat wajib berdasarkan sumber-sumber dari al-Qur’an dan dalil hadits Nabi saw. Marilah kita sadarkan dalam diri kita, membangunkan jiwa kita bahwa tujuan mengerjakan ibadah sholat  tidak lain adalah untuk membangun rumah kediaman dan untuk memperbanyak investasi, tabungan, bekal untuk kita bawa menuju kehidupan akhirat yang kekal. Sholat bukanlah hanya sekedar mengerjakan kewajiban dari Allah swt. Allah swt tidaklah membutuhkan ibadah kita, namun kitalah yang membutuhkannya agar Allah swt. memberikan kepada hamba-Nya yang takwa rumah kediaman yang menyenangkan, membahagiakan di surga kelak. Amin.

Related Posts

No comments:

Post a Comment