Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Showing posts with label Ilmu Qurban. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Qurban. Show all posts

Monday, October 12, 2015

Keutamaan, Tingginya Pahala Berkurban dalam Islam

Keutamaan, Tingginya Pahala Berkurban dalam Islam

Pengertian Kurban. Asal kata Kurban dalam bahasa arab Qurban secara mempunyai arti dasar dekat atau mendekatkan. Sedangkan secara harfiah, kata kurban juga disebut dengan al-udhhiyyah atau adh-dhaniyyah yang dapat diartikan sebagai hewan sembelihan. Sedangkan pengertian berkurban dalam Islam adalah salah satu amalan ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dengan menyembelih binatang ternak yang dilakukan pada hari Nahar dan Hari dan Tasyrik (hari nahar adalah hari raya idul adha yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) dengan tujuan untuk dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

Dalil pensyari’atan berkurban.

Mengenai dalil anjuran berkurban bagi umat Islam, Allah swt. berfirman dalam al-Qur’an, di antaranya sebagai berikut:

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ .  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ .  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (QS. Al-Kautsar: ayat 1-3).

Juga dalam dalil firman Allah yang lain:

وَٱلۡبُدۡنَ جَعَلۡنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمۡ فِيهَا خَيۡرٞۖ فَٱذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَيۡهَا صَوَآفَّۖ فَإِذَا وَجَبَتۡ جُنُوبُهَا فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡقَانِعَ وَٱلۡمُعۡتَرَّۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرۡنَٰهَا لَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

http://islamiwiki.blogspot.com/
Artinya: Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi´ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS. Al-Hajj: ayat 36).

Hikmah, manfaat, tujuan dan keutamaan qurban

Allah swt. dalam melarang dan memerintahkan atau mensyari’atkan sesuatu mengandung tujuan, maksud serta manfaatnya. Berikut ini adalah hikmah, manfaat, tujuan dan kemuliaan dari berqurban dalam ajaran Islam pada hari nahar dan tasyrik antara lain sebagai berikut:

Mendapat pengampunan dari Allah swt.

Berbahagialah bagi anda yang berqurban, karena dari berqurban ini, maka dosa-dosa yang dilakukan niscaya akan diampuni oleh Allah swt.

Nabi saw. bersabda: Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah, 'Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah swt., Tuhan semesta alam”’ (HR. Abu Daud dan at-Tirmizi).

Mendapat Ridha Allah swt.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Orang mukmin mana yang tidak ingin mendapatkan ridha dari Allah swt? pasti semua dari kita orang mukmin ingin mendapatkan ridha Allah. Salah satu jalan untuk mendapatkan ridha Allah adalah dengan berqurban.

Sebuah kisah cerita pada zaman kehidupan Nabi, dari Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa pada ketika itu orang-orang jahiliyah berqurban dengan daging dan darah hewan unta yang dipersembahkan untuk Ka’bah. Kemudian para sahabat mengadukan hal ini kepada Nabi saw. dengan berkata bahwa kaum Muslimlah yang berhak untuk bequrban.

Dari kejadian ini, maka turunlah ayat al-Qur’an yang menjelaskan kondisi ini. Surat dan ayat tersebut adalah surat Al-Hajj ayat 37 yang berbunyi:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Artinya: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS al-Hajj [22]: ayat 37).

Amalan ibadah yang paling dicintai Allah

http://islamiwiki.blogspot.com/
Berqurban dengan penyembelihan hewan qurban adalah merupakan amal ibadah yang paling dicintai Allah swt pada hari nahar yaitu hari raya idul adha.

Dalil sabda Nabi saw. yang menerangkan keutamaan bagi orang-orang yang mengerjakan amalan berqurban yang artinya: Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika Hari Raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim).

Baca juga sunnah-sunnah dalam berkurban

Hewan qurban adalah saksi di hari kiamat

Di hari kiamat kelak, hewan qurban akan datang dan memberi kesaksian. Nabi saw. bersabda:

Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir ke tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Baca juga
Pengertian tentang hari akhir atau hari kiamat
Peristiwa terjadinya hari akhir
Kehidupan alam barzah

Ganjaran Pahala yang sangat besar

Dalil sabda Nabi Muhammad saw.: "Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Dari hadits di atas, dapat digambarkan begitu besarnya pahala yang akan diperoleh bagi mereka yang mengerjakan ibadah berqurban. Yaitu diibaratkan setiap satu bulu dari hewan atau binatang yang disembelih adalah satu kebaikan. Dengan demikian akan mendapatkan begitu banyak, besar kebaikan dan pahala karena bulu-bulu dari hewan qurban yang begitu banyak.

Hikmah dan keteladanan dari ibadah kurban

Selain keutamaan, tujuan dan manfaat dari penyembelihan qurban di atas, beberapa hikmah keteladanan yang dapat kita ambil dari amalan ibadah qurban antara lain adalah:

Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim

Dalil firman Allah swt. dalam al-Qur’an al-karim:

ثُمَّ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ أَنِ ٱتَّبِعۡ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفٗاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

Artinya: Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(QS. an-Nahl [16]: 123).

Baca juga Mengapa syirik merupakan dosa besar

Belajar dan melatih kesabaran serta taat dan takwa kepada Allah swt.

Sebagaimana kisah cerita dari Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yang mencerminkan sifat dan sikap hamba yang sabar, taat dan takwa kepada Allah swt. Kisah cerita Nabi Ibrahim a.s. tersebut terdapat dalam firman Allah swt. dalam al-Qur’an surat ash-Shaffat:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ. فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ .  وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ  .قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ . إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ .  وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ . وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ . سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ . كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ .  إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ .

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. QS. Ash-Shaffat: 102-111

Baca juga
Mengapa kita harus taat kepada Allah swt.
Arti Takwa yang sebenar-benarnya menurut Syara'
Maksud dan tujuan diturunkannya al-Qur’an

Hikmah dan keteladanan yang lain dari penyembelihan hewan qurban atau berkurban adalah dapat menumbuhkan rasa peduli, kasih sayang kepada sesama, merupakan perwujudan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan oleh Allah swt yang dapat berupa kesehatan, nikmat iman, islam, kelapangan rezeki dan lain sebagainya yang perlu kita syukur dengan berkurban.

Baca juga
Cara bersyukur dengan lisan, hati dan perbuatan
Bacaan dan doa sujud syukur
Macam dan pembagian syukur nikmat
Pengertian Syukur dan macam-macamnya

Firman Allah swt.:

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلۡتُمُوهُۚ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ

Artinya: Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS. Ibrahim: 34)

Begitu indah kemuliaan, manfaat serta hikmah yang dapat kita teladani dari penyembelihan qurban di hari nahar (idul adha) dan tasyrik. Begitu besar kemuliaan, manfaat serta hikmahnya, apabila kita mampu untuk berkurban mari kita berlomba-lomba meraihnya.
loading...

Friday, October 26, 2012

no image

Sunnah-sunnah dan Adab Berkurban

Berikut ini adalah SUNNAH-SUNNAH DAN ADAB dalam BERKURBAN, antara lain: 
1. Apabila telah masuk sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah, sedang pada suatu hari di antaranya ada niat untuk berkurban, maka disun- natkan agar jangan menghilangkan sedikit pun rambut dan kuku- kukunya, sampai kurban itu berhasil dia laksanakan. Jadi, tahanlah rambut dan kukunya, jangan dipotong. Karena, menurut riwayat Muslim (1977) dari Nabi SAW, beliau bersabda:

 اِذَا رَاَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ، وَاَرَادَ اَحَدُكُمْ اَنْ يُضَحِّيََ ففَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَاَظَافِرِهِ 

Apabila kamu sekalian melihat bulan sabit dari bulan Dzulhijjah, se¬dang seorang dari kamu hendak berkurban, maka hendaklah ia me¬nahan rambut dan kuku-kukunya. 

2. Disunnatkan pula baginya agar menyembelih sendiri binatang kurbannya. Dan kalau bukan dia yang melakukan, karena uzur atau lainnya, maka hendaklah menyaksikan penyembelihannya. Karena, menurut riwayat al-Hakkn (4/222) dengan isnad shahih:

 اَنَّهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِفَطِمَةَ رَضِى اللهُ عَنْهَا: قُوْمِى اِلَى اُضْحِيَتِكَ فَاشْهَدِيَهَا فَاِنَّهُ بِاَوَّلِ قَطْرَةٍ مِنْ دَمِهَا يَغْفِرُلَكَ مَاسَلَفَ مِنْ ذُنُوبِكِ، قَالَتْ: يَارَسُوْلُ اللهِ، هَذَا لَنَا اَهْلِ الْبَيْتِ خَاصَّةً، اَوْلَنَا وَلِلْمُسْلِميْنَ عَامَّةً، قَالَ بَلْ لَنَا وَلِلْمُسْلِميْنَ عَامَّةً 

Bahwasanya Nabi SAW berkata kepada Fathimah RA: "Berdirilah kamu M sisi binatang kurbanmu lalu saksikanlah (penyembelihan) nya. Karena sesungguhnya, dengan tetesan pertama dari darahnya, kamu mendapat ampunan atas dosa-dosamu yang telah lewat." Fathimah Hartanya: "Ya Rasul Allah, apakah ini khusus bagi kami Ahlulbait, ataukah bagi kita dan kaum muslimin seluruhnya?" Jawab Rasub "Bahkanbagi hitam* kaum muslimin seluruhnya". 

3. Disunnatkan bagi pemerintah atau imam kaum muslimin, berkur¬ban dengan mengambil dari Baitulmal untuk seluruh kaum muslimin. Karena menurut riwayat Muslim (1967):

 اَنَّهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشٍ، وَقَالَ عِنْدَ ذَبْحِهِ: بِاسْمِ اللهِ اَللهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ وَاُمَّةِ مُحَمَّدٍ 

Bahwasanya Nabi SAW mengurbankan seekor domba, seraya mengucapkan ketika menyembelihnya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad". 

Dan agar binatang itu disembelih di tempat shalat, yakni tempat berkumpulnya orang banyak untuk menunaikan shalat 'Id, dan imam itu sendirilah yang menyembelihnya. 

Al-Bukhari dalam Shahihnya (5232) telah meriwayatkan dari Ibnu Umar R A, dia berkata:

 كَانَ رَسُول اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْبَحُ وَيَنْحَرُ بِالْمُصَلِّى 

Rasulullah SA W membantai dan menyembelih (kurban) di tempat shalat.
loading...
no image

Perlakukan pada Binatang Kurban Setelah Disembelih

Kalau berkurban itu berupa kewajiban, karena dinadzarkan, maka binatang kurban tidak boleh dimakan oleh orang yang berkurban dan siapapun di antara keluarganya yang wajib dia nafkahi. Kalau ada salah seorang di antara mereka yang memakannya, sekalipun hanya sedikit, maka harus menanggung gantinya atau harganya. 

Sedang kalau kurban itu sunnah, maka orang yang berkurban boleh memakan sekeh&ndaknya, asal ada di antaranya yang dia sedekahkan. Dan lebih yta.ma dia makan sedikit saja, untuk mengambil berkat, lalu dia sedekahkan selebihnya. Dan boleh juga dia makan sepertiganya, dan yang sepertiganya lagi dia sedekahkan kepada orang-orang fakir, sedang sepertiganya lagi dihadiahkan kepada kawan-kawan dan tetangga-tetangganya, sekalipun mereka orang-orang kaya. Hanya saja, bagian yang diberikan kepada orang kaya merupakan hadiah untuk dimakan. Jadi, mereka tidak boleh menjualnya. Sedang bagian yang diberikan Kepada orang fakir merupakan pemberian untuk dimiliki, artinya boleh dimakan, boleh juga digunakan apa saja. 

Adapun dasar dari keterangan di atas ialah firman Allah Ta'ala: . 

Dan Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu termasuk di antara syi'ar- syi'ar Allah. Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya. Maka, sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam ke¬adaan berdiri. Kemudian apabila telah roboh sisi-sisi tubuhnya, maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. (QS. al-Hajj: 36) 

Al-Budna jamak dari badanah, yaitu unta yang dikurbankan oleh orang yang sedang ihram, lalu dikiaskan kepadanya semua kurban- kurban yang lain. Sya’a’rillah: syi'ar-syi'ar Allah, yakni semboyan-semboyan agamaNya. 

Shawaff: berdiri dengan tiga kaki. 

Wajabat junubuha: maksudnya roboh ke tanah (mati). 

Demikianlah, dan orang yang berkurban boleh juga menyedekahkan kulit binatang kurbannya, atau dia manfaatkan sendiri. Tetapi tidak boleh dia jual atau dia berikan kepada tukang jagal sebagai upah me¬nyembelih. Karena itu berarti pengurangan kurban yang dapat merusakkannya. Dan juga, karena menurut riwayat al-Baihaqi (9/294) dari Nabi SAW, beliau bersabda:

 مَنْ بَاعَ جِلْدَ اُضْحِيَتِهِ فَلاَ اُضْحِيَةَ لَهُ 

Barangsiapa menjual kulit binatang kurbannya, maka tidak sah kurbannya.
loading...
no image

Waktu yang Utama Untuk Berkurban

Kapan waktu Utama untuk berkurban? Waktu berkurban dimulai sesudah terbitnya matahari pada Hari 'Idul Adhha, yakni sesudah berselang waktu yang cukup untuk shalat dua rakaat dan menyampaikan dua khutbah. Selanjutnya, berlangsung sampai terbenamnya matahari pada Hari Tasyriq yang terakhir. Hari- hari Tasyriq ialah tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah. 

Sedang waktu yang diutamakan untuk menyembelih kurban ialah seusai shalat 'Id, karena menurut berita dari al-Bukhari (5225) dan Muslim (1961):

 اَوَّلُ مَا نَبْدَءُ بِهِ يَوْمَنَا هَذَا نُصَلِّى، ثُمَّ نَرْجِعُ فَنَنْحَرُ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ ذَلِكَ فَاِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ ِلاَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِى شَيْئٍ 

Yang pertama-tama kita mulai pada Hari Raya kita ini ialah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih (kurban). Barangsiapa melakukan seperti itu, berarti telah menepati Sunnah kami. Dan barangsiapa menyembelih sebelum itu, maka itu hanyalah daging yang dia sajikan untuk keluarganya, sama sekali bukan termasuk ibadat. 

Arti dari kata-kata, "Barangsiapa menyembelih sebelum itu" ialah: sebelum memasuki shalat 'Id dan berselang beberapa saat yang cukup untuk melakukan shalat tersebut. 

Dalam pada itu, Ibnu Hibban (1008) meriwayatkan dari Jabir bin Muth'im RA, dia berkata: Sabda Rasulullah SAW:

 وَكُلُّ اَيَّامِ التَّشْرِيْقِ ذَبْحٌ 

Semua hari Tasyriq adalah penyembelihan 

Maksudnya, waktu untuk menyembelih kurban.
loading...
no image

Sah dan Tidaknya Bianatang Kurban

Hewan/Binatang kurban yang digunakan untuk berkurban harus memenuhi syarat hewan/binatang kurban. Hewan/Binatang Kurban tidak sah kecuali berupa unta atau lembu atau kambing dan memenuhi syarat-syaratnya seperti di bawah ini, berdasarkan firman Allah Ta'ala:

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari'atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka. (QS. al-Hajj: 34) 

Sedangkan yang namanya binatang ternak (al-An'am) tak akan keluar dari ketiga jenis tersebut. Dan juga, karena tak pernah dinukilkan orang dari Nabi SAW maupun dari salah seorang sahabat beliau, tentang kurban dengan selain jenis-jenis binatang tersebut. 

Dan kurban yang paling utama ialah dengan unta, kemudian lembu, kemudian kambing. 

Seekor unta atau lembu boleh dikurbankan untuk tujuh orang. Menurut riwayat Muslim (1318) dari Jabir RA, dia berkata:

 نَحْرَنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ 

Kami telah menyembelih bersama Rasulullah SAW pada Perang Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang, dan seekor lembu untuk tujfth orang. 

Al-Badanah; seekor unta, jantan ataupun betina. 

SYARAT-SYARAT BINATANG KURBAN 

Umur: 

Mengenai umur, bagi unta dipersyaratkan telah masuk tahun ke-6, sedang untuk leitybu dan kambing telah masuk tahun ke-3. Adapun domba, dipersyaratkan umurnya telah masuk 2 tahun, atau telah gugur gigi-gigi depannya, sekalipun belum genap setahun umurnya. Karena, menurut riwayat Ahmad (2/245) dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

 نِعْمَتِ اْلاُضْحِيَّةِ الْجَذْعُ مِنَ الضَّأْنِ 

Sebaik-baik kurban ialah domba yang telah gugur gigi-gigi depannya. 

Keselamatan: 

Kemudian, dipersyaratkan pula bagi ketiga jenis binatang tersebut di atas, hendaknya selamat dari cacat-cacat yang mengakibatkan berkurang dagingnya. Dengan demikian, tidaklah sah untuk kurban: kam¬bing yang sangat kurus, yakni yang tidak bersungsum karena terlalu kurus, kambing yang nyata pincang, kambing yang celek matanya atau sakit ataupun yang terpotong salah satu telinganya. 

Itu semua, karena menurut riwayat at-Tirmidzi yang disahkannya sendiri (1497) dan Abu Daud (2802), dari al-Barra' bin 'Azib RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda

اَرْبَعٌ لاَتُجْزِئُ فِى اْلاَضَاحِى: اَلْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوْرُهَا، وَالْمَرِيْضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُها، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ عَرَجُهَا، وَالْعَجْفَاءُ الَّتِى لاَتُنْقِى 

Ada empat binatang yang tidak sah untuk kurban: binatang celek yang nyata kecelekan matanya, binatang sakit yang nyata sakitnya, binatang pincang yang nyata pincangnya, dan binatang kurus yang tak bersungsum. 

La tunqi: tidak bersungsum, berasal dari kata an-Niqyu (dengan dikasrahkan Nun-Nya dan disukunkan Qaf-nya), artinya: sungsum. 

Dan kepada keempat cacat tersebut di atas, dikiaskan pula semua cacat serupa yang mengakibatkan kekurusan dan berkurangnya daging.
loading...
no image

Siapa Saja yang Disarankan Berkurban?

Udhiyah atau kurban pada hari raya itu hanya disunnahkan bagi orang yang telah memenuhi syarat-syarat berkurban sebagai berikut: 
  1. Islam, jadi udhhiyah tidak diperintahkan kepada selain orang Islam. 
  2. Baligh dan berakal, karena orang yang belum baligh atau tidak berakal, maka pembebanan agama (taklif) gugur darinya. 
  3. Mampu. Kemampuan yang dimaksud ialah apabila seseorang memiliki uang pembeli binatang kurban, selebihnya dari biaya hidupnya sendiri dan biaya orang-orang yang menjadi tanggungannya, baik berupa makanan, pakaian maupun tempat tinggal, selama hari 'Id dan hari-hari Tasyriq.
loading...
no image

Pengertian, Hukum dan Anjuran Kurban Hari Raya

Pada artikel ini akan dibahas tentang arti dan pengertian kurban, hukum kurban dan anjuran berkurban. Pengertian kurban atau Udhhiyah ialah unta atau lembu atau domba atau kambing yang disembelih, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala, pada hari 'Idul Adhha. Adapun dasar dari disyari'atkannya udhhiyah ialah firman Allah 'Azza Wa Jalla: 

Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan sembelihlah kurban. (QS. al-Kautsar: 2)

Sesungguhnya yang dimaksud menyembelih di sini -menurut pendapat yang paling shahih ialah menyembelih kurban. 

Begitu pula, sebuah hadits riwayat al-Bukhari (5245) dan Muslim (1966):

 اَنَّ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ اَمْلَحَيْنِ اَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا 

Bahwasanya Nabi SAW mengurbankan dua ekor domba putih bertanduk, keduanya beliau sembelih sendiri dengan tangannya seraya membaca Basmalah dan takbir, dan meletakkan kaki beliau pada sisi leher kedua binatang itu. 

Al-Amlah: domba berwarna putih, atau yang warna putihnya lebih dominan. 

Al-Aqran: yang memiliki dua tanduk besar. 

HIKMAT DISYARI'ATKANNYA UDHHIYAH 

Patut Anda ketahui, bahwa udhhiyah itu ibadat, dan bahwa hikmat dan faedah apa pun yang terkandung di daliunnya, barulah datang se¬sudah faedah yang berupa ketundukan kepada ma'na penghambaan yang ada di dalamnya, seperti halnya ibadat-ibadat lainnya. 

Lain dari itu, di antara ma'na luhur yang paling nampak dari udhhiyah ialah, menghidupkan arti pengorbanan terbesar yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim SAW, ketika Allah Ta'ala mencobainya dengan disuruh menyembelih putranya, yang kemudian Allah menebusnya dengan sembelihan besar berupa seekor domba yang Allah turunkan kepadanya dan disuruh sembelih, yakni setelah Nabi Ibrahim dan putranya -'Alaihimas Salam- masing-masing berusaha benar-benar melaksanakan perintah Allah 'Azza Wa Jalla. 

Begitu pula, udhhiyah memuat belas-kasih kepada orang-orang fakir dan kaum melarat, serta mendatangkan kegembiraan kepada mereka dan kepada keluarga dan handai-tolan pada Hari Raya, yang mengakibatkan kuatnya tali persaudaraan di antara sesama warga masyarakat Islam, dan tertanamnya ruh jamaah dan rasa cinta dalam hati mereka. 

Hukum Kurban Hari Raya

Udhhiyah hukumnya sunnah mu'akkad. Tapi, suatu saat bisa men¬jadi wajib, bila terjadi salah satu di antara dua sebab berikut: 

Pertama, menunjuk kepada salah seekor binatang yang patut untuk kurban yang menjadi miliknya, seraya mengatakan, "Ini kurbanku" atau "akan aku kurbankan kambing ini" umpamanya. Maka dengan demikian, binatang itu wajib dia kurbankan. 

Kedua, mewajibkan diri untuk taqarrub kepada Allah dengan ber¬kurban, umpamanya mengatakan, "Karena Allah Ta'aia, aku mesti ber¬kurban". Dengan demikian, berkurban menjadi wajib atasnya, seperti halnya kalau dia mewajibkan diri melakukan ibadat apa pun. Karena dengan demikian, ibadat itu menjadi nadzar.
loading...