Siapakah Orang yang Bahagia dan Rugi di Hari Kelak?

Terdapat 4 kategori atau klasifikasi bagi manusia dalam hal kebahagiaan hidup. Yang pertama adalah orang yang tidak bahagia di dunia dam juga tidak bahagia di akhirat. Yang kedua adalah orang yang bahagia di dunia, namun tidak bahagia di akhirat. Yang ketiga adalah orang yang tidak bahagia di dunia namun bahagia di akhirat. Yang ke empat adalah kategori orang yang bahagian dunia juga bahagia di akhirat. Tentu kita semua berharap menjadi orang mukmin yang bahagia di dunia dan juga bahagia di akhirat bukan?

Berikut ini adalah sebuah pelajaran berharga yang dapat kita ambil faedah dan manfaatnya dari sebuah pertanyaan para sahabat Nabi kepada Rasulullah saw. yang menanyakan hal ihwal tentang orang yang merugi dan bangkrut kelak nanti di kehidupan yang kekal dan abadi di akhirat kelak. Yang artinya adalah mereka tidak akan dapat kebahagiaan di akhirat.

Baca juga
Pengertian tentang hari akhir-hari kiamat

http://islamiwiki.blogspot.com/
Pada suatu ketika, Nabi Muhammad saw. bersama para sahabatnya sedang duduk-duduk dan mengobrol. Kemudian salah satu sahabat bertanya kepada baginda Rasulullah saw. mengenai siapakah sebenarnya orang yang bangkrut?. Mendengar demikian, kemudian Nabi Muhammad bersabda: Tahukah kamu semua siapa sebenarnya orang yang bangkrut itu?. Kemudian para sahabat menjawab: dalam pandangan orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak mempunyai uang serta harta benda.

Mendengar demikian, Rasulullah saw. membenarkan pandangan dan pendapat para sahabat yang keliru tentang orang yang bangkrut. Kemudian Rasulullah bersabda: Orang-orang yang bangkrut dari umatku yaitu orang-orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (akan tapi semasa hidup di dunia mereka mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara batil), menumpahkan darah orang lain (secara batil) dan mereka memukul orang lain, lalu mereka diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zalimi). Sehingga, apabila seluruh pahala amal kebaikannya  telah  habis, tapi masih ada orang-orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka (yang pernah dia zalimi)  ditimpakan kepadanya dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka." (HR Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad).

Baca juga
Tujuh pintu neraka jahanam dan penghuninya
Macam-macam hukuman atas dosa
Hukum memakan harta anak yatim

Dalam dalil sabda beliau, Nabi mengingatkan kepada para sahabatnya dan juga kepada umatnya (umat islam) bahwasanya kebaikan-kebaikan yang dilakukan selama di dunia seperti mengerjakan ibadah sholat, ibadah puasa, mengeluarkan zakat, sedekah dan amal kebaikan yang lain maka pahala yang diperoleh dari melaksanakan ibadah-ibadah tersebut akan tersedot habis dan diambil oleh orang-orang yang mereka dzalimi apabila para pelaku amal-amal ibadah tersebut melakukan perbuatan yang dapat menodai semua amal kebaikan yang dilakukannya. Sehingga semua pahala amal kebaikannya akan digunakan untuk menutupi kesalahan dan amal keburukan yang dia lakukan kepada orang lain. Itulah mereka orang yang kelak akan bangkrut pahala kebaikan dan tidak akan merasakan kebahagiaan di akhirat kelak.

Baca juga
Hisab amal perbuatan manusia di akhirat

Perlu kita ketahui bahwa kelak nanti di hari pembalasan yaitu di hari kiamat, dimana amal-amal baik amal keburukan dan amal kebaikan telah ditimbang melalui timbangan mizan, akan muncul berbagai macam pengaduan yang diajukan kepada Allah swt. dari orang-orang yang dahulunya di dzalimi selama kehidupan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang di caci maki, di fitnah dengan tuduhan palsu dan tidak benar, mereka yang hartanya dirampas, dirampok, mereka yang ditumpahkan darahnya, mereka yang keringatnya diperas, mereka yang pernah dipukul serta disiksa dengan tidak berdasar alasan yang benar.

Mereka semua akan menghadap kepada Allah swt. guna menuntut dan meminta keadilan serta balasan atas perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang-orang yang mendzalimi mereka. Pada saat pengaduan inilah, Allah swt. akan membalas mereka yang berbuat dzalim dengan seadil-adilnya. Dimana pengadilan Allah di hari kiamat adalah pengadilan yang tidak dapat diperjual-belikan seperti pengadilan di dunia yang fana dan tidak akan abadi. Allah swt. adalah dzat tang Maha Adil. Sehingga meskipun nilai ibadah dari orang yang berbuat dzalim kepada orang lain akan terkurangi dan diberikan kepada mereka yang di dzalim. Sebagaimana keterangan sabda Nabi Muhammad saw. di atas.

Baca Keteladanan Nabi Murah Hati, Akhlak Mulia, Rendah Hati, Zuhud

Oleh sebab itu, apabila kita menginginkan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan juga kebahagiaan di kehidupan yang kekal di akhirat kelak, maka janganlah kita sekali-kali mencampuradukkan kebaikan dengan kejahatan. Hendaklah tidak pernah terbesit dalam hati merasa bahwa diri kita telah layak untuk masuk ke surga dikarenakan amal-amal yang telah dilakukan. Janganlah sampai kita bangkrut dan merugi karena pahala-pahala kebaikan yang kita lakukan diambil dan dialihkan karena perbuatan, amal keburukan, kejahatan dan kedzaliman yang kita lakukan selama di dunia. Yang pada akhirnya kita tidak dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki dan kekal di akhirat kelak. Baca juga arti kebahagiaan hakiki dalam Islam

Posting Komentar untuk " Siapakah Orang yang Bahagia dan Rugi di Hari Kelak?"