Sifat-Sifat unggulan Orang-Orang Sholeh

Apakah sifat-sifat khusus unggulan bagi orang sholeh yang tidak dimiliki dan membedakannya dari orang lain? Tentu setiap mukmin menginginkan sifat-sifat ini bukan? Berikut ini adalah sifat orang sholeh yang diterangkan oleh Rasulullah dalam dalil hadits Nabi saw. di bawah ini :

Suatu ketika sahabat Nabi Umar bin al-Khathab melihat Mu’adz bin Jabal berada di dekat makam Nabi Muhammad Saw. sembari menangis. Umar pun bertanya : Wahai, Mu’adz, apa yang membuatmu menangis? Mu’adz menjawab : aku teringat Rasul saw. berkata : sedikit  riya itu adalah syirik. siapa yang memusuhi kekasih Allah, dia pasti akan memeranginya, dan Allah mencintai orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang menyembunyikan kebaikannya,  yaitu orang-orang yang jauh dari ketenaran (popularitas), tetapi hati mereka seperti obor penerang'." (HR Ibn Majah - Baihaqi  dari Umar bin Khathab).

Dari keterangan dalil hadits Nabi saw. di atas, adalah menjelaskan tentang keberadaan orang-orang yang bertakwa atau disebut orang-orang yang benar-benar sholeh. Perkataan Nabi saw. inilah yang membuat Mu'adz bin Jabal risau hingga menangis.

Merujuk pada Hadits Rasulullah saw. di atas, orang-orang sholeh setidak-tidaknya mempunyai tiga sifat khusus unggulan (utama )yang tidak dipunyai oleh orang lain.

Apa saja sifat unggulan orang sholeh itu?

Sifat unggulan orang sholeh pertama adalah memiliki akidah yang kuat

Orang yang memiliki akidah yang kuat dalam hal berarti bahwa mereka bisa membebaskan diri dari unsur-unsur kesyirikan baik yang terlihat jelas/terang (jaliy) ataupun yang laten (khafiy). Jiwa-jiwa orang-orang dengan akidah yang kuat tidak akan didominasi oleh kekuatan apapaun selain Allah swt. Mereka, orang-orang dengan akidah kuat akan senantiasa patuh dan tunduk kepada Allah swt. dan Rasul-Nya. Ketika Allah swt telah menetapkan keputusan untuk mereka, maka mereka orang-orang sholeh tidak pernah mencari alternatif lain.

Dalil Firman Allah dalam Al-Qur’an al-Karim:
وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا

Artinya :  Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS al-Ahzab [33]: 36).

Sifat unggulan orang sholeh yang kedua adalah mereka selalu mendekatkan diri kepada Allah

Firman Allah di dalam Al-Quran menyebut bahwa mereka adalah “Pelopor Kebaikan”, sabiqun bi al-khairat

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ

Artinya :  Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (QS Fathir : 32). 

Merujuk pada pendapat Ibn Taimiyah, mereka yang selalu mendekatkan diri kepada Allah swt. adalah orang yang mampu menjalankan perintah-perintah Allah swt, baik perintah yang wajib ataupun perintah yang sunah. Di samping itu, mereka mampu menjauhi larangan-larangan Allah swt. baik larangan yang makruh apalagi larangan yang haram. Bahkan, orang-orang sholeh seperti ini rela untuk meninggalkan sebagian dari yang diperbolehkan sekiranya hal tersebut cenderung berpotensi untuk menjerumuskan mereka kepada sifat alpa dan lupa. Inilah yang disebut dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya.

Sifat unggulan orang sholeh yang ketiga adalah selalu membersihkan diri dari maksiat dan dosa.

Mereka yang mempunyai sifat ini, akan selalu bermandikan cahaya. Hati atau qolbun mereka adalah cahaya. Kebaikan, kebajikan mereka juga merupakan cahaya. Di dalam diri mereka terdapat nurun ‘ala nur atau cahaya di atas cahaya

Dalil Firman Allah dalam Kitabullah al-Qur’an :

  ۞ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٖ فِيهَا مِصۡبَاحٌۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٞ دُرِّيّٞ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٖ مُّبَٰرَكَةٖ زَيۡتُونَةٖ لَّا شَرۡقِيَّةٖ وَلَا غَرۡبِيَّةٖ يَكَادُ زَيۡتُهَا يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٞۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ

Artinya : Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
(QS al-Nur : 35).

Dengan demikian, orang-orang sholeh adalah sebagai obor penerang yang berada di tengah-tengah kegelapan dunia.

Orang-orang sholeh yang mempunyai sifat unggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain itulah orang-orang yang yang ada pada dalil Hadits sabda Nabi diatas dan juga dalam hadits lain disebutkan : Di antara hamba-hamba Allah, terdapat orang yang apabila bersumpah, maka Allah pasti akan memberinya kebaikan." (HR Bukahri).

Berdasarkan ahli hadits yang bernama Ibn Hajar al-'Asqalani, yang dimaksud hadits di atas adalah orang-orang tersebut ialah apabila mereka berdoa, maka Allah pasti akan mengabulkannya. Terdapat pandangan lain yang mengatakan : dunia ini belum binasa adalah karena kebaikan dan doa dari orang-orang shaleh seperti ini, meskipun dunia ini penuh dengan dosa-dosa dan kejahatan. Subhanallah…

Hendaknya kita berlomba-lomba berusaha, berdoa dan tawakal dengan tawakal yang sesungguhnya untuk memiliki sifat-sifat unggulan orang-orang sholeh dan menjadi kekasih Allah swt. Yang selalu mendapat ridho, petunjuk, dan perlindungannya di dunia dan di akhirat kelak. Amiin….
Load disqus comments

0 Comments