Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Showing posts with label Pemuda Islam. Show all posts
Showing posts with label Pemuda Islam. Show all posts

Wednesday, July 29, 2015

Cara Menjaga, Memlihara ilmu Pengetahuan

Cara Menjaga, Memlihara ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum mempunyai peranan penting dalam menentukan kebahagiaan dan kesuksesan pada seseorang baik di dunia dan di akhirat. Ilmu pengetahuan agama dapat menentukan seseorang sukses dan bahagia dalam menggapai kenikmatan dan kebahagiaan di akhirat dan kelak mendapatkan surga. Ilmu pengetahuan umum dan keduniaan akan membawa seseorang sukses dan bahagia dalam menjalani kehidupan di dunia untuk mencari bekal dalam menempuh perjalanan jauh menuju ke alam yang kekal yaitu akhirat.


Dengan ilmu pengetahuan maka harkat dan martabat dari seseorang akan terangkat. Hal ini sebagaimana firman Allah swt. dalam al-Qur’an yang berbunyi:

وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

http://islamiwiki.blogspot.com/
Artinya: Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS al-Mujadilah [58]: 11].


Dengan ilmu pengetahuan juga, maka seorang manusia akan diberikan kemudahan dalam melakukan dan membuat perubahan dalam kehidupannya ke arah yang lebih baik. Dalil dalam hadits Nabi Muhammad saw. juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah merupakan syarat utama dalam mencapai kebahagiaan baik kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di dunia yang kekal nanti yaitu dunia akhirat yaitu kebahagiaan yang hakiki.


Akan tetapi, tidak semua orang yang telah diberi kenikmatan dengan memperoleh ilmu pengetahun bisa, mampu atau dapat menjaga serta memelihara ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Sehingga yang terjadi adalah mereka termasuk ke dalam golongan ghafilun yaitu golongan orang-orang yang lupa. Pengertian dan maksud lupa (ghafilun) dalam hal ini adalah:

  • Lupa ingatan, yaitu lupa ilmu pengetahuan dalam bentuk ingatan. Sehingga semua ilmu pengetahuan yang telah mereka dapatkan dengan mempelajarinya tidak dapat mereka ungkapkan atau kemukakan.
  • Lupa dalam bentuk perilaku. Bentuk lupa ilmu pengetahuan dalam kondisi seperti ini adalah ilmu pengetahuan yang telah mereka miliki tidak sesuai dengan tindakan dan perilakunya dalam kehidupan.
Yang menjadi penyebab dari Kedua jenis lupa ilmu pengetahuan yang sudah disebutkan di atas adalah dikarenakan tidak terpeliharanya atau terjaganya ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh sehingga ilmu pengetahuan yang diperolehnya tidak mendapatkan keberkahan.

Oleh sebab itu, untuk menjaga dan memelihara ilmu pengetahuan yang telah diperoleh diperlukan adanya berbagai usaha sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh tetap terjaga, tetap terpelihara serta menjadi sikap batin yang dapat mempengaruhi seseorang dalam perbuatan dan tindakan yang baik menuju kepada kebaikan dan taqwa kepada Allah swt.


Berikut ini adalah tips atau kiat dalam menjaga dan memelihara ilmu pengetahuan yang berasal dari Baginda Nabi Muhammad saw.


Tips atau kiat pertama menjaga ilmu pengetahuan adalah dengan sholat malam

http://islamiwiki.blogspot.com/
Selalu melakukan sholat malam meskipun hanya 2 rakaat. Perlu kita ketahui bersama bahwa udara di malam hari adalah udara yang sangat baik dan segar bagi kesehatan tubuh. Pada waktu seseorang mengerjakan sholat malam tahajjud, ketika  sujud sholat malam tahajjud, maka darah yang berisi oksigen yang berasal dari udara segar akan mengalir ke dalam sel-sel syaraf otak, sehingga akan berdampak positif dan baik terhadap otak yang selanjutnya berdampak pada kecerdasan otak. Selain itu, dampak positif lainnya adalah qolbu atau hati seseorang akan mendapatkan ketenangan serta terhindar dari penyakit-penyakit hati.

Baca juga

Tips atau kiat kedua memelihara dan menjaga ilmu pengetahuan adalah dengan menjaga wudhu.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Tips berikutnya dalam menjaga dan memelihara ilmu pengetahuan adalah menjaga wudhu. Yang dimaksud menjaga wudhu adalah senantiasa dan selalu dalam keadaan berwudhu. Setiap kali wudhunya batal, maka dia segera berwudhu kembali. Intinya adalah dengan selalu memelihara dan menjaga kesucian diri secara lahir dan juga batin.

Baca juga

Imam syafi’i, salah sati Imam dari empat Imam Madzhab mengatakan bahwa beliau mengeluh kepada Imam Waqi (gurunya) bahwa hafalan beliau itu jelek, kemudian Imam Waqi memberikan nasehat kepada beliau untuk meninggalkan perbuatan maksiat. Imam Waqi menambahkan, bahwa karena sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya Allah dan cahaya itu tidak akan diberikan kepada orang-orang yang berbuat maksiat.

Cara ketiga untuk menjaga dan memelihata ilmu pengetahuan adalah dengan selalu bertaqwa.

http://islamiwiki.blogspot.com/

Bertaqwa berarti melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi semua larangan-larangan-Nya. Selalu bertawa baik dalam keadaan atau kondisi terang-terangan disebut at-taqwa fissirri maupun sembunyi-sembunyi atau at-taqwa 'alaniyah. Dari pengertian taqwa di atas, maka taqwa mengandung makna tidak melakukan perbuatan maksiat yang dilarang oleh Allah yang dapat menutup pintu hidayah dari Allah swt.

Kiat atau tip ke empat menjaga ilmu pengetahuan adalah memakan makanan yang bernilai taqwa

http://islamiwiki.blogspot.com/
Memakan makanan yang bernilai taqwa adalah makanan yang halal dan juga baik yang dikenal dengan makanan halalan toyyiban dan tidak memenuhi keinginan syahwat.

Dari Imam al-Ghazali beliau mengakatan bahwa satu suap makanan haram yang dimakan seseorang akan menjadi darah yang mengalir ke dalam otaknya sehingga dari makanan haram ini berakibat pada otak yang cenderung berpikir dan mengarah kepada hal-hal yang diharamkan. Sehingga hal ini berakibat ilmu pengetahuan yang merupakan nur Allah atau cahaya Allah akan terhalang karena makanan yang haram.

Baca juga kata-kata nasehat dari Imam al-Ghazali

Sebaliknya, apabila makanan yang dimakan seseorang adalah makanan yang bernilai taqwa atau makanan yang halal dan baik, maka cahaya atau nur Allah berupa ilmu pengetahuan akan mudah masuk. Dan makanan yang tidak bergizi, maka berakibat pada kemampuan atau daya tahan tubuh yang bersiko mudah mengalami gangguan kesehatan dan penyakit.

Cara kelima menjaga dan memelihara ilmu pengetahuan adalah dengan menjaga kebersihan mulut.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Islam adalah agama yang mengajarakan tentang kebersihan sebagai mana dalil yang sering kita dengarkan yaitu Kebersihan sebagaian dari iman. Kebersihan mulut dapat dilakuakn dengan bersiwak yaitu menggunakan kayu siwak sebagaimana yang dicontohkan Nabi saw. Siwak tidak hanya sebatas pengertian secara fisik membersihkan gigi, namun juga mengandung pengertian menjaga perkataan untuk senantiasa jujur, tidak berbohonh dan tidak berkata-kata dengan perkataan yang kotor.

Baca juga

Demikianlah tip atau kiat untuk menjaga dan memelihara ilmu pengetahuan. Dengan kiat atau tip tersebut, maka Insya Allah ilmu pengetahuan, cahaya nur Allah yang telah kita peroleh akan dapat terpelihara dengan baik dan dapat membawa kita kepada kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di kehidupan akhirat kelak yang kekal.

Sunday, November 24, 2013

no image

Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak/Generasi Muda

Jika kita membicarakan tentang peran keluarga dalam mendidik dan membina anak atau generasi muda, maka kita akan membicarakan persoalan yang sangat penting. Seorang anak kecil itu adalah sebuah amanat besar yang berada di tangan bapak dan ibunya. Akalnya yang masih kecil ibarat tanah perawan yang belum ditanami. Dia juga bagaikan kertas putih yang belum ada satu garispun di atasnya.
Anak-anak kita adalah buah hati kita, bagian dari had kita, serta yang akan menjadi penerus setelah kehancuran kita.

Ketika kita telah meletakkan berbagai sarana informasi di dalam ruangan para tertuduh karena anggapan bahwa sarana-sarana itulah yang telah menjadi penghancur pertama bagi generasi muda. Oleh karena itu peran keluarga dalam pendidikan terkadang seperti umpan yang menjadikan otak anak itu kuat dan dapat mengalahkan semua yang merusak dan menyimpang. Peranan penting yang dilakukan oleh keluarga yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallamdalam sabdanya,

"Setiap anak yang dilahirkan itu dalam kondisi suci sampai kemudian dirinya bisa menggerakkan lisannya, maka pada tangan bapak ibunyalah ia bisa menjadi Yahudi, Nasrani atau juga menjadi Majusi." (Hadits riwayat Abu Ya'la, Ath-Thabarani dan AlBaihaqi)

Dan sebelum kita menguraikan hadits ini, sesungguhnya kita akan mengarahkan pandangan bahwa kita tidak akan bisa menutupi persoalan ini dengan segala sisi yang mengitarinya, baik agama, kejiwaan dan kemasyarakatan. Dan  kita akan kembali padanya, insya Allah dalam pembahasan  yang lebih luas dalam pembahasan yang akan datang. Akan tetapi kita akan membicarakan tentang sisi-sisi pokok dalam pendidikan yang banyak dilupakan sebagian besar kaum muslimin.

Sebagian manusia meyakini bahwa diutusnya manusia dalam kehidupan ini adalah untuk melindungi anak-anak. Dan  pemahaman terakhir mereka dalam pendidikan itu hanya sebatas memberikan kepada anak-anak makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal. Terkadang sebagian manusia itu membohongi dirinya sendiri dalam memberikan kesempurnaan dan kebahagiaan kepada mereka.

Tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan anak ini adalah bersungguh-sungguh dalam memberikan pelajaran kepada mereka. Sehingga mereka mendapatkan derajat tinggi yang dapat mengatasi berbagai persoalan dunia atau materi dan etika dalam masyarakat. Dengan demikian dia telah menyempurnakan risalah, melaksanakan amanatnya. Ini adalah hal yang patut diketahui kaum muslim pada umumnya

Kehidupan, dalam agama yang haq adalah pemikiran-pemikiran dan keyakinan-keyakinan yang tidak selaras dengan pemahaman Islam tentang pendidikan. Maka orang yang mencari makanan dan minuman adalah orang-orang yang didalamnya bersekutu antara hewan dan manusia. Pemahaman keluarga dalam melaksanakan misi pendidikan dan pengajaran dengan metode-metode yang umum ini bisa menjadi salah satu perantara yang menyebabkan keruntuhan dan kehancuran. Dengan demikian maka Islam tidak memperlakukan manusia seperti sepotong daging yang menjadi tujuan dalam kehidupan, yaitu "suka makan" atau mengumpulkan kehidupan materi menurut kadar kemampuan. Akan tetapi Islam memperlakukan manusia sebagai makhluk yang memiliki jasmani dan rohani. Dengan demikian, pendidikan jasmani sejalan dengan sisi pendidikan rohani. Jika salah satunya menyimpang dari yang lain maka terjadilah kerusakan dan kakacauan di dalam jiwa manusiaan.

Apa faedah memberikan pengajaran atau pendidikan ilmu kepada anak-anak, dan usaha khusus yang dilakukan para pendidik atau pengajar supaya anak itu menjadi orang yang maju pada saat yang kosong dari keutamaan akhlak dan pendidikan?

Sesungguhnya dalam kondisi seperti ini ilmu akan menjadi sarana penghancur, pemusnah dan penyengsara.

Ilmu itu jika tidak  terpelihara dalam watak ketinggian
 maka dia hanya akan membentangkan kegagalan
 Ilmu itu tidak dihitung dari kemanfaatannya saja
Melainkan dari akhlak yang dimahkotai oleh pemiliknya

Sebenarnya kita telah banyak menyaksikan sebagian besar dari anak-anak kita tidak mengatakan mereka terdidik akan tetapi kita mengatakan mereka membiasakan metode-metode ini, maka salah seorang dari mereka, setelah tumbuh menjadi seorang pemuda dia akan memalingkan muka dari kedua orang tuanya dan mengingkari keduanya apabila mendapat omongan dari orang lain

Dan banyak dari kita telah menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri seorang pemuda yang terdidik itu meninggalkan orang tuanya yang sudah pikun (tua renta) di rumah, yaitu rumahnya yang menjadi tempat tinggal dia dan juga istrinya. Dia meninggalkannya guna mendatangkan sukarelawan manusia yang mengurusi sebagian kebutuhannya sampai meninggalkannya dan istrinya dalam ketidakpuasan. Dan sungguh banyak jua dari kita telah menyaksikannya, setelah dirinya dikelilingi kesulitan hidup, dia mengunjungi kuburan istrinya yang telah meninggal dunia. Dengan demikian maka kits akan berkata di dalam hati kita sendiri:

Kita tidak akan menganggap siri kita setelah kematian telah mempertaruhkan diri kita. Dan di dalam hidupku tidak ada yang memberi nilai tambah bagi diri kita

Ini adalah hasil lain yang dipetik oleh para bapak dan ibu yang tidak mau mendidik anak-anak mereka dengan pentunjuk Islam.

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu mengarahkan kepada kita untuk mendidik anak-anak kita berdasarkan pada ketakwaan, ketundukan, kecintaan, keikhlasan yang hanya tertuju kepada Allah, maka beliau bersabda,

"Ajarilah anak-anakmu dengan sholat pada umur tujuh tahun, pukullah mereka pada umur sepuluh tahun dan pisahkanlah di antara mereka tempat tidurnya." (Hadits riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud)

Kudinaf, seorang peneliti kejiwaan berkata:

"Sesungguhnya bukti yang menunjukkan susunan akal pada diri seseorang itu telah sempurna adalah pada usia tiga tahun pertama dari kehidupan, masa-masa sebelum sekolah. Dan umumnya pada masa-masa pendidikan tingkat dasar. Masa-masa ini menunjukkan pertumbuhan yang sempurna pada badan, otak dan kemasyarakatan secara cepat. Dan kebiasaan-kebiasaan yang tertanam di tengah-tengah masa ini sangat sulit dirubah pada masa-masa pertumbuhan berikutnya sebagaimana kebiasaan yang belum tersempurnakan di tengah-tengah masa pertumbuhan akan sukar penyempurnaannya pada masa-masa berikutnya."

Masa-masa inilah yang dibatasi oleh hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam hadits itu menunjukkan bahwa masa-masa paling subur yang memungkinkan untuk menumbuhkan etika dan akhlak Islam pada diri anak kecil adalah pada masa kecil.

Akan tetapi, yang sangat menyesalkan adalah sebagian besar para orang tua tidak memperhatikan petunjuk-petunjuk Islam dalam masalah ini.

Maka, adakah di antara orang tua yang duduk bersama anak-anaknya dalam keluarga guna mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan etika yang terdapat dalam kecemerlangan dan petunjuk Islam?

Adakah di antara para bapak yang sedang duduk bersama anak-anaknya, kemudian dia memberi tugas kepada salah satu dari anak-anaknya untuk membaca sebuah kitab yang sederhana tentang metode-metode Islam di dalam mengatasi masalah-masalah kehidupan?

Siapakah di antara para bapak yang mengumpulkan anak-anaknya untuk mengarahkan pandangan mereka terhadap apa yang mereka lihat pada layar kaca televisi yang tidak memberi gambaran sesungguhnya, khususnya dalam masalah cinta dan tindak kriminal?

Siapakah di antara para bapak yang memahami bahwasannya jika dia mendidik anak-anaknya di sekolah-sekolah yang tidak Islami itu sama saja dengan menanamkan benih-benih kekufuran di dalam hati mereka yang masih suci?

Sesungguhnya, ketika Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan dalam A1 Qur'an Karim wasiat-wasiat Luqman kepada anak-anaknya, Dia juga menyebutkan posisi orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan.

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran padanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. " (Qs. Luqman (31): 13)

"Luqman berkata: "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. "
(Qs. Luqman (31) 16-19)

Tanamkan di hatinya (nanak-anak) aqidah tauhid dan kemudian ajarilah tentang pengawasan Allah Yang Mengetahui hal-hal yang rahasia dan tersembunyi. Arahkanlah mereka untuk mendirikan sholat, ajarilah untuk menjadi orang yang punya tanggung jawab di masyarakat muslim guna menyuruh berbuat kebajikan dan mencegah kemunkaran. Tanamkan kesabaran terhadap celaan yang barangkali menimpanya pada saat melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Ajarilah bagaimana cara berjalan dengan tidak sombong, berbicara dengan tenang tanpa gaduh atau teriak.

Semua itu diperlihatkan Allah agar para bapak mau melihat dan menjalankan amanat yang diletakkan pada kedua tangan mereka dan yang akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di Hari Kiamat nanti. "Kamu semua adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan kamu."

Friday, November 22, 2013

no image

Sarana Informasi sebagai Pendukung dan Penghancur Pemuda

Sarana informasi saat ini berkembang sangat pesat, mulai dari media massa konvensional, media elektronik hingga media massa online. Dampak dan akibat dari sarana-sarana informasi di atas bisa berakibat positif dan mendukung, namun di sisi lain juga bisa berdampak buruk sebagai penghancur bagi para pemuda dan pemudi kita.

Banyak orang mengira bahwa, tanggung jawab pendidikan dan pengajaran terbatas hanya di rumah dan di sekolah saja. Perkiraan ini bisa dibenarkan pada waktu itu sebelum merebaknya bahaya informasi yang banyak sarana dan metodenya. Adapun setelah tingginya kedudukan sarana informasi dalam had dan pemikiran, maka pemahaman tadipun berubah, begitu juga keseimbangan di mana pendidikan dan pengajaran menjadi suatu proses yang menggabungkan antara sarana informasi dengan rumah dan sekolah, bahkan sarana informasi ini menjadi sekolah pertama yang melahirkan berbagai generasi yang senantiasa menuruti perkataannya.

Jika sebuah sekolah agama memberikan ceramah selama satu tahun kepada murid-muridnya, kemudian dikedepankan sebuah layar informasi yang menayangkan film yang membangkitkan nafsu seksualitas pemuda, maka pemahaman terhadap film akan menghancurkan semua pengetahuan yang telah ditanamkan sekolah dalam jiwa-jiwa mereka.

Dari sini, maka sarana informasi ini merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam peranannya mencetak kepribadian pemuda bahkan mencetak opini masyarakat seluruhnya.

Atas peranan pengajaran yang penting ini, Muhammad Iqbal menyinggung  seraya berkata:

Alangkah bodohnya Fir'aun yang pemikirannya belum sampai untuk mendirikan perguruan tinggi, karena jalan itu merupakan jalan yang paling mudah untuk membunuh anak-anak. Namun, jika dia melaksanakan pembangunan itu, maka dia tidak akan mendapatkan kehinaan dan cerita yang jelek dalam sejarah.

Benar sekali apa yang dikatakan penyair muslim ini, karena sebuah ajaran bisa membunuh fithrah manusia yang lurus, terutama jika melalui sarana informasi yang metodenya sangat menarik dan pintunya sangat menggiurkan. Adapun dengan adanya desakan pada telinga dia akan mampu mencetak orang menjadi berpikiran kerdil, sehinga seluruh bangsa ditimpa berbagai kebodohan pemikiran. Hal ini datang dari sela-sela informasi- hanya sekali perubahan atau perubahan yang sebentar saja ,antara waktu sore dan pagi hari. Masyarakat banyak akan senantiasa mensucikan dengan memujinya, mereka menyembahnya di dalam mihrab, mereka bersujud kepadanya, kepada selain Allah. Dan kemungkaran yang tadinya dikalahkan menjadi tertolong dan kokoh. Ia seolah-olah nabi yang perkataannya tidak keluar dari hawa nafsunya dan perkataannya berasal dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Seorang Filosof muslim sampai mengatakan :

Pendidikan merupakan sebuah zat masam yang mengalir di dalam kepribadian seseorang kemudian membentuk dengan sekehendaknya, dan zat yang masam ini mempunyai kekuatan dan pengaruh yang besar melebihi zat kimia apapun. Ia mampu merubah gunung yang menjulang tinggi menjadi tumpukan tanah (hancur).

Tentang peranan yang sangat berpengaruh, seorang penulis sosiologi J.S Yolak menulis dalam masalah penyimpangan etika pemuda di Barat. Di antara karakter para pemuda yang belum bisa mengambil keputusn dengan benar, mereka senantiasa memindahkan dua alam yang jauh, yakni alam tulisan an alam gambar yang bergerak di layar putih dan kemudian memindahkannya dalam praktek kehidupan. Dan akibatnya, tindak kekerasan dan tindak kriminal menyebar luas, sehingga  menjadi hilanglah sikap tanggung jawab dan sikap menghormati orang lain. Hal inilah yang menyebabkan banyak terjadi penyimpangan etika individu, sedangkan kekerasan menjadi masalah yang biasa. Inilah yang ditemukan oleh kebanyakan orang tua dan kenyataan yang ditemukan oleh ribuan pendidik, pastur dan dokter-dokter jiwa.

Mengapa kita tidak mencari solusi untuk mengobati kondisi ini? Apakah kementerian-kementerian kita terlena, sehingga tidak mcnyadari bahaya film dan tulisan-tulisan yang tidak baik?

Berkenaan dengan pengaruh yang ditinggalkan oleh sarana informasi dalam jiwa generasi muda, Doktor Aleksis Karell berkata:

Otak anak-anak kecil dan murid-murid sekolah dibentuk oleh program-program melemahkan yang tersimpan dalam sarana-sarana hiburan umum. Oleh karena itu, lingkungan masyarakat harus kembali membangkitkan pertumbuhan akal ini dengan segenap kekuatannya sebagai pengganti dan pertumbuhan yang melemahkan tadi.

Benar sekali, sekarang anak-anak yang masih kecil senantiasa bertanya-tanya tentang sinetron, film dan pertandingan sepakbola. Sedangkan orang-orang dewasa menjadi rujukan ilmiah dalam masalah ini. Mengenai nama-nama pemain sepakbola, para artis dan para penari, anak-anak itu lebih mengetahui tentang mereka melebihi pengetahuan mereka akan kerabat-kerabatnya. Mereka lebih paham artis A menikah dengan si B, beberapa kali pernikahannya terjadi, beberapa kali perceraiannya karena kasus begini dan lain sebagainya. Mereka juga mengetahui berbagai merk dan ukuran sepatunya, kaos kakinya, perjalanannya, gerakannya, diamnya dan percintaannya. Ini adalah rujukan yang valid. Bagaimana tidak, penelitian ilmiah telah menguatkan bahwa 75 % dari mayoritas penonton bioskop di Mesir adalah pemuda.

Ustadz Alisman menunjuk sebuah acara televisi yang menayangkan sebagian murid-murid sekolah unggulan terkenal seraya berkata :

"Diharapkan acara ini ditayangkan sampai selesai, karena acara ini adalah acara pilihan, di mana sebagian anak-anak menerima pelajaran tentang orang-orang yang unggul. Namun, dalam acara pembukaannya, murid-murid itu ditanya satu persatu tentang idolanya dalam hidup ini.

Dan jawabannya sangat mengagetkan, sebab idola murid-murid unggulan itu berurutan, namun saya tidak tahu apakah berurutannya keatas atas berurutan kebawah? Abdul Halim Hafidz, Balig Hamdi, Nizar Qubbani, Muhammad Abdul Wahab, Anis Mansur (kesemuanya artis Mesir pada saat itu), dan seseorang berkata setelah mendengar jawaban ini: seseorang tersebut tidak menunggu dari murid-murid unggulan ini perkataan bahwa idolanya adalah Abu Bakar, 'Umar, Ali atau Khalid bin Walid, namun saya mengharap salah seorang di antara mereka ada yang berkata bahwa idolaku adalah bapakku.

Pandangan terhadap sarana informasi -baik yang didengar atau yang dilihat saat ini bisa kita kategorikan sebagai "informasi seks", karena belum  pernah kita menemukan sebuah film, sebuah sinetron atau sebuah lagu yang kosong dari cerita cinta. Hal ini disebabkan karena kebanyakan orang-orang yang menyediakan sarana informasi semacam ini, otak mereka yang cerdas telah dicuci di luar negeri Islam. Mereka menanam di bumi barat dan senantiasa menolong orang-orang Yahudi.

Pandangan yang kedua nampak dari gambar-gambar yang ada di dinding jalan-jalan yang membuat kita merinding dan khawatir, karena di sana banyak tanda-tanda kehancuran yang akan menenggelamkan Islam.

Bagi kita, sarana informasi adalah merupakan alat pencuci otak, baik bagi orang yang masih muda maupun bagi orang yang sudah tua. Ia menggunakan zat masamnya untuk membius semangat, menidurkan perasaan, menguras kekuatan dan mengobarkan insting yang vakum. Hal imlah yang menjadi tujuan mereka.

Warga masyarakat menunggu sebuah film yang akan ditayangkan di layar televisi atau menunggu sebuah sinetron setiap hari. Warga masyarakat ini seolah-olah telah terjadwal dengan rapih di depan layar,  seakan-akan mereka akan menunaikan panggilan shalat jum'at.

Inilah pemikiran yang ditanamkan dalam hati yang masih lunak. Dan apakah kita akan mulai melangkah untuk berteriak dengan penuh keberanian tentang masalah ini yang sudah membuat bumi bergoyang di bawah kaki ummat?

Sesekali tidak, sarana informasi ini akan tetap mengutamakan tidur dalam dekapan seksualitas dan ketika bangunpun ia akan beteriak dalam jeratannya.

Informasi yang tidak baik dan mendukung telah menanamkan ruh kebodohan dalam jiwa pemuda kita dan membunuh jiwa kepahlawanan dan keberanian mereka, meracuni pikirannya dan memberikan contoh-contoh penyimpangan, sehingga penyimpangan ini mengalir dalam otaknya yang subur seperti mengalirnya racun dalam tubuh yang sehat.

Walaupun demikian, kita tidak bisa menahan kegilaan mereka, (tapi biarkanlah). Segala urusan makhluk ada di tangan Allah!

Pemuda-pemuda kita senantiasa menarik nafas seks, berpikir hanya tentang seks dan hatinya hanya berdetak dengan seks.

Bau makanan yang menggiurkan akan mempengaruhi selera makan, sehingga mengalirlah air liurnya menuntut pemenuhan seleranya agar dorongan seleranya terpenuhi.

Dengan jalan yang sama dengan pengaruh selera makan adalah pengaruh dari selera seksualitas ketika digerakkan oleh pemandangan yang tidak senonoh/pornografi, film yang tidak senonoh atau gambar pornografi. Dalam keadaan seperti itu, pemuda kita terdorong dengan tanpa memperhatikan akibatnya, terdorong untuk  mengeluarkan beban yang menakutkan (menyalurkan nafsu seksnya) yang mana mereka cenderung ingin sekali merasakannya, kemudian kita mengeluh tentang penyimpangan remaja.

Thursday, November 21, 2013

no image

Peran dan Fungsi Guru Agama dalam Mendidik

Para guru/ustadz atau da'i agama Islam harus menjelaskan pada murid-muridnya apa yang seharusnya diperbuat dalam suasana kepuasan dengan melakukan pengrusakan? Hendaknya seorang guru agama tidak lari dari situasi ini. Apa-apa yang dipertentangkan masyarakat dan hilangnya semangat dalam mengajar hendaknya lebih dimotivasi lagi supaya tidak menjadi sia-sia serta dapat meluruskan kembali bagian kebohongan yang tersembunyi kepada ruh Islam yang bercahaya itu.
Disini kita akan memposisikan saudara-saudara kita pada nama-nama perguruan agama dan bagaiamana metode pengaturannya yang sebagian besar telah berkembang dan yang terangkum secara nyata itu tidak mati ruh aqidahnya yang sangat jelas.

Ajakan orang-orang ikhlas menjadi penting guna saling merasakan keimanan itu dalam hatinya supaya tidak membuka majalah-majalah yang menyerang di antara dakwah yang ditujukan kepada para siswa.

Pada saat sholat berjamaah di masjid sekolah, tanamkan sesudah sholat beberapa menit untuk memperbaiki apa kesalahan ibadahnya atau dengan mengkaitkan atas apa yang terjadi dengan bebagai hal yang dijelaskan Islam sebagai ajaran yang bertugas membebaskan segala bencana kehidupan.
Di sini tidak bermaksud memposisikan guru agama sebagai pangkal sandaran utama. Sistem pendidikan ini telah gagal, karenanya perlu diadakan perubahan di kalangan pencari ilmu ke arah ajakan agama. Seorang murid (pencari ilmu) hendaknya melihat dirinya sebagai tauladan yang akan merasa malu ketika melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang diserukannya.
Seorang guru agama punya tanggung jawab yang banyak. Ia harus ramah dalam berinteraksi dan menjaga kepercayaan murid-muridnya yang barangkali bisa menyelamatkan para pemuda dan pemudi dari krisis psikologis atau sikap sentimentil yang memungkinkannya memecahkan persoalan yang dihadapi para pemuda dan pemudi ini.

Siklus seorang guru di sini tidak bisa lepas dari apa yang meliputi masjid, karena satu sama lainnya saling melengkapi.

Apa Saja Yang Mungkin Dikedepankan Oleh Para Da'i Kepada Para Generasi Muda?

Potret generasi muda kita di berbagai negara Islam senantiasa berada dalam kondisi kebingungan dan terpengaruh pada hal-hal menyesatkan yang dituangkan dalam gambaran Islam kolot. Dan pohon keimanan, meskipun selalu menetap dalam hati mereka, akan tetapi mereka kehilangan kendali dan kehilangan panutan, yaitu setelah mereka mengalami tekanan dan ketersumbatan pada tenggorokan mereka. Mereka, setiap hari melihat orang-orang dewasa yang mengatakan sesuatu tetapi mereka tidak melakukannya.

Seseorang yang memungkinkan memberikan panutan yang menggairahkan hidup adalah seorang guru agama atau da'i yang ikhlas. Dengan demikian dia akan menjadi seorang yang memiliki titel terindah bagi kebesaran ajaran Islam.

Penting bagi seorang guru agama/da'i untuk melakukan tindakan yang bersih dari hal bathil dan menggagas untuk menolak segala hal yang akan merubah aqidah, serta melakukan pembenahan pemahaman generasi muda yang campur aduk dan berantakan yang dilakukan oleh sarana-sarana perusak.

Peran dan fungsi masjid dalam pendidikan bagi pemuda.

Kita ingin mengadopsi dari khutbah jum'at yang di dalam sekolah kita aplikasikan sebagai "sekolah Jum'at", sebuah sekolah yang di dalamnya menyediakan berbagai macam resep dan pertolongan yang memuaskan bagi generasi muda. Sebuah sekolah yang menampakkan kebesarannya Islam dalam menjawab berbagai persoalan terkini seperti ekonomi, sosial-kemasyarakatan dan politik. Kita juga tidak akan menyampaikan hal-hal secara sembarangan yang tidak diketahui asal-usulnya, serta mengatakan adanya pemisahan agama dan negara.

"Katakanlah: "Allah lah (yang menurunkannya)," kemudian (Sesudah kami menyampaikan Al Qur'an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. " (Qs. A1 An'am (6): 91)

Maka, apa yang menjadi penghalang bagi seorang guru agama islam atau da'i untuk mengadakan perpustakaan masjid yang memungkinkan bagi setiap pengelola masjid dapat memberikan pinjaman dengan kewajiban mengembalikan pinjaman itu dengan cara memberi stempel kepada barang yang dipinjam, sehingga tidak terjadi kesimpangsiuaran dengan perpustakaan-perpustakaan umum lainnya? Sesungguhnya, dengan contoh ini kita bisa menarik minat generasi muda muslim untuk menghadirkan hatinya ke masjid.

Apa menjadi penghalang bagi da'i atau guru agama untuk memberikan pelajaran sesudah sholat Jum'at, yaitu dengan mengedepankan seorang pemuda dari balik masjid guna mendapatkan ceramah nasehat yang dapat menggugah kesiapannya atau dengan mengedepankan seorang pelajar dari fakultas pertanian, kedokteran, apoteker untuk memberikan pengertian kepada jama'ah tentang kewajiban secara ilmiah bahwa di sela sela keahliannya itu ada kemanfaatan bagi kehidupan umat Islam secara umum. Generasi muda seperti itulah yang bakal menjadi barisan kedua untuk mendakwahkan agama Allah.

Satu kegiatan yang mungkin diajukan oleh masjid bagi para pemudi muslimah itu adalah dengan memberi perhatian khusus dalam bentuk pemberian satu jam tertentu yang ditentukan dari satu hari dalam seminggu sebagai pelajaran bagi kaum perempuan muslimah. Peran perempuan tidak lebih kecil dari laki-laki dalam hal aqidah dan hal ini bukanlah sesuatu yang dianggap bid'ah.

Dari Abi Said A1 Khudri radhiyallaahu 'anhu. Berkata, Seorang perempuan datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, Wahai Rasulullah, telah meninggal beberapa laki-laki yang membawa hadits-hadits anda, maka jadikanlah bagi diri kami satu hari agar kami bisa mendatangimu untuk belajar apa yang telah engkau pelajari dari Allah. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Berkumpullah pada hari ini dan hari ini." Maka berkumpullah mereka dan Nabi mendatanginya kemudian mengajarkan apa yang diajarkan Allah kepadanya, kemudian beliau bersabda, "Di antara kalian yang melahirkan tiga orang anak tidak lain mereka akan mendapat perlindungan dari api neraka." Seorang perempuan bertanya, "Kalau dua?" Rasulullah bersabda, "Dua orang anak."

Sebagai tambahan dari peranan penting masjid dan syiar kaum muslimin dengan mengagungkan Islam adalah dengan membiasakan masjid sebagai tempat istimewa dalam membicarakan dan membahas berbagai persoalan kemasyarakatan dengan mengikut sertakan peran generasi muda masjid dalam menangani shodaqah, baik itu pakaian dan juga kain penutup (selimut) serta yang lainnya ketika menghadapi musim dingin dan kemudian membagikannya kepada kaum fakir.

Semua aktifitas ini memungkinkan terjalinnya sebuah ikatan aqidah di kalangan generasi muda masjid, dan kita akan mengedepankannya sebagai sebuah contoh meskipun tidak terlihat dengan jelas, hal ini karena kebiasaan tersebut akan membuahkan hasil yang baik. Segala puji bagi Allah penguasa jagad alam ini.

Semoga, beberapa saudara kita yang menjadi guru agama atau da'i telah melewati masa- masa ini secara mudah dengan pertolongan Allah.

Wednesday, November 20, 2013

no image

Cara Islam Dalam Memanfaatkan Waktu Luang

Waktu luang atau waktu kosong adalah sangat berharga. Berikut ini adalah paparan mengenai cara memanfaatkan waktu luang berdasarkan Islam. Pengangguran adalah malapetaka menakutkan yang akan menerkam manusia yang tidak mempunyai pekerjaan. Ia merupakan senjata syaithan yang paling kuat untuk menghancurkan pemuda. Masyarakat yang tidak memberdayakan kekuatan pemudanya merupakan masyarakat yang sedang bunuh diri secara pelan-pelan.

Sungguh kami merasa aneh terhadap negara-negara muslim yang terbelakang dan hidup dalam kemiskinan sebagai hasil dari pemikiran Timur dan Barat di berbagai lapangan kehidupan. Yang membuat aneh adalah karena mereka membiarkan para pemudanya dirampas oleh pengangguran dan keterlantaran.

Mengapa kita tidak mendirikan lembaga pelatihan pekerjaan untuk para pemuda, bagi semua kalangan dan bagi semua tingkatan sebagai mobilisasi sosial?

Mengapa kita tidak membangun kamp-kamp pelatihan kemiliteran selama liburan anak-anak muda, agar tumbuh di dalam dirinya jiwa kepahlawanan dan agar mereka mempunyai kesempatan yang luas untuk mengembangkan potensinya yang terpendam di dalam dirinya?

Mengapa instansi yang bertangung jawab terhadap pemuda di semua negara muslim tidak mendirikan lembaga-lembaga Islami dan mendirikan lembaga yang program dan peraturannya diambil dari etika Islam?

Jawabannya, kita mungkin tidak mengetahuinya. Yang kita ketahui adalah hanya merupakan kemalasan, sikap acuh tak acuh dan jeleknya haluan yang menjadi identitas paling menonjol pada sebagian besar masyarakat Islam di zaman ini.

Kita telah mengetahui bagaimana kedudukan pemuda pada masa awal Islam, dan bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membiarkan para pemudanya menjadi kayu bakar yang kering untuk api pengangguran yang akan membakarnya. Maka, tidaklah aneh jika kita melihat seorang seperti Montager Watt berkata dalam bukunya:  Sesungguhnya pinsip ajaran Islam adalah gerakan pemuda.

Memang benar sekali, dengan gerakan dan bakti seorang pemuda, maka bangunan Islam menjadi tinggi bahkan mencakar langit.

Atas dasar ajaran yang agung mengenai pendidikan pemuda ini, maka para khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga hidup dengan ajaran ini, sehingga kita melihat 'Umar radhiyallaahu 'anhu sangat mengkhawatirkan para pemudanya ditimpa bencana pengangguran. Dengan  demikian maka dia mengingatkan para gubernurnya untuk mewaspadai hal itu seraya berkata kepada salah seorang di antara mereka, Allah telah menciptakan tangan untuk bekerja, jika dia tidak mendapatkan pekerjaan dalam kebaikan, maka dia akan mencari pekerjaan yang tidak baik, oleh karena itu sibukkanlah dia dengan kebaikan sebelum dia disibukkan  dengan ketidakbaikan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri memberi pengarahan bahwa  waktu adalah salah satu nikmat-nikmat yang sering tidak dirasakan oleh kebanyakan manusia. Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena di dalamnya, yakni kesehatan dan waktu luang." (Hadits riwayat Bukhari)

Allah Tabaaraka wa Ta'aala juga menggambarkan pemandangan penyesalan yang memotong urat nadi hati orang-orang yang lupa ketika dia mati:

"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan "sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan" (Qs. A1 Mu'minun 23): 99-100)

"Ya Tuhanku mengapa Engkau tidak menangguhkan kematian ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan ku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-oang yang shaleh? Dan  Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Qs. A1 Munaafiqun (63): 10-11)

Hal itu dikarenakan pada usia-usia ini kosong/luang dan nihil dari berbagai amal shaleh, maka para pemilik usia ini mengira bahwa puluhan tahun di bumi yang mereka huni hanyalah sejenak saja, waktu sebentar di sore atau pagi hari, sehari atau setengah hari.

"Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)  (Qs. Ar-Rum (41): 55)

"Pada hari mereka melihat hari kebangkitan itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari" (Qs. An-Naazi'aat (79): 46)

Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. (Qs. A1 Mu'minuun (23): 112-113)

Waktu manusia adalah usianya dan waktu lebih mahal dari pada emas. Sebab jika emas hilang, maka dia bisa kembali, sedangkan jika waktu hilang maka dia tidak akan bisa kembali.

Kebidupanmu adalah hirupan nafas yang berulang-ulang
Setiap kali nafas berlalu dari dirimu, maka berkuranglah bagian dirimu
Maka, engkau akan menjadi orang yang kekurangan dan berjalan seperti orang.
Dan apa yang engkau tanggung adalah tinggal penderitaan

Mudah-mudahan, apabila telah berlalu, dia tidak meninggalkan bekas dan kesusahan. Akan tetapi, setiap manusia akan di tanya pada hari kiamat tentang hal itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Seorang hamba itu tidak akan berlalu dari pengadilan pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana didapatkan dan untuk apa digunakan, tentang ilmunya apa yang telah diperbuat dengan ilmu itu." (Hadits riwayat Al Baihaqi dan At Turmudzi)

Sesungguhnya, masa muda wahai para pemuda adalah masa kemampuan yang membara, semangat yang meluap-luap, pemberian yang tanpa batas dan masa yang dapat membuat keajaiban-keajaiban. Pada masa ini, apabila cita-cita dan mimpi-mimpi masa depanmu tidak terealisir, maka anda akan menjadi debu (dianggap telah gagal atau mati).

Apabila seseorang diberi kejantanan yang berkembang
Maka, tuntutan pada masa-masa setengah baya itulah yang sulit

Ahli jiwa, William James berkata: Apabila diri kita menjadi keras terhadap sesuatu yang wajib bagi kita, maka jelaslah bahwa kita adalah orang-orang hidup yang berbuat adil. Sesungguhnya kita tidak menugaskan fisik dan pikiran kita kecuali untuk hal-hal yang mudah. Atau dengan makna lain bahwa setiap orang dari kita hidup di dalam batasan-batasan sempit yang dibuat dalam batasan-batasannya yang nyata. Sesungguhnya dia memiliki kekuatan yang banyak dan bermacam-macam, akan tetapi hal itu adalah kebiasaan yang tidak mencerdaskan baginya, itu mengoncangkan di dalam menggunakannya.

Apakah kamu mengetahui wahai sahabat pemudaku bahwa waktu luang yang mengalir darinya itu sungguh telah mendorong manusia untuk menggunakannya dalam mencapai keberanian dalam olah raga atau hasil ilmiah yang membuat manusia merasa nikmat di dalam naungannya pada saat ini. Dengan demikian mereka mewajibkan diri mereka sendiri kepada seluruh manusia baik hidup maupun mati. Dan mereka tidak akan pergi seperti buih (busa) air dan mereka sendiri tidak rela menjadi orang yang meniru belaka dari berjuta-juta tulisan yang disaksikan dalam contoh-contoh manusia setiap hari. Akan tetapi mereka berpindah dari dunia dan meninggalkan tanda-tanda mereka di atasnya.

Dan bagi para pemudi muslimah juga, wajib bagi kita mendirikan klub-klub tertutup yang khusus agar mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan masyarakat dan olah raga. Dan wajib bagi mereka menyibukkan waktu-waktu luang/kosong mereka dengan menjahit, menyulam dan membaca serta membiasakan dirinya menjadi istri yang ideal dan ibu yang terdidik dan dapat menurunkan keterdidikannya itu untuk mendidik anak-anaknya dan untuk  masyarakatnya yang muslim juga.

Dorris Karnegy berkata: Kebanyakan mereka yang berhasil dan telah sampai pada puncak keberhasilan itu besandar pada apa yang dipetik dari ilmu dan pengetahuan yang di dapat dari sela-sela waktu kosong atau luang mereka.

Charles Farusit adalah seorang tukang sepatu, akan tetapi dia mampu menjadi salah seorang juara dalam bidang ilmu matematika dengan kekhususan dia belajar satu jam dalam sehari.

Sir Jhon Lock dapat menyempatkan diri di tengah-tengah kesibukan dirinya sebagai salah satu direktur bank untuk menghabiskan beberapa jam mempelajari sejarah, sehingga dirinya dapat menjadi seorang ahli sejarah di antara ahli sejarah yang lain.

George Stevanus sebagai seorang insinyur menyempatkan waktu-waktu malamnya untuk mempelajari ilmu hitung, dan dengan kesungguhannya dia dapat membantu dengan ilmu ini untuk menciptakan lokomorif.

James Watt mempelajari ilmu kimia dan ilmu matematika di sela-sela kesibukannya berdagang sehingga memungkinkan dirinya menciptakan mesin uap.

Berapa banyakkah masyarakat manusia yang rugi kalau seandainya para lelaki itu merasa puas dengan pekerjaan mereka yang rendah hati dan mereka tidak mendapatkan di dalam diri mereka motivasi untuk menambah ilmu dan pengetahuan.

Dan tidaklah seseorang itu menyesali kecuali dirinya sendiri apabila dia tidak dikenal dan tidak diketahui dalam daftar nama-nama orang yang terkenal karena penemuannya, sebab dalam dirinya kosong dari kontinuitas ilmu sejak awal.

Wahai para pemuda, apabila kamu tidak menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang benar, pastilah dirimu akan tersibukkan dengan hal-hal yang bathil. Terkadang, syaithan melintas dalam hatimu, kemudian menipu dan membujukmu dalam perangkap angan-angan yang palsu dan dia berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu tidak akan binasa apabila berbangga di dalam antusiasme para pemuda dan tidak akan hilang umurmu untuk merealisasikan cita-cita. Akan tetapi hal itu adalah buruknya perasaan was-was yang membuat seorang pemuda merasa dirinya bermimpi dalam menjalani umurnya yang telah berlalu dan hal ini baru dirasakan ketika dirinya sudah menjadi seorang kakek.

Stephan Laikuk berkata: Betapa aneh kehidupan ini . seorang anak kecil berkata, ketika saya tumbuh maka saya akan menjadi seorang anak. Dan seorang anak berkata, ketika saya bertambah tinggi, maka saya akan menjadi seorang pemuda. Seorang pemuda berkata, ketika saya menikah. Dan apabila telah menikah maka dia akan berkata, ketika saya sudah menjadi kakek-kakek yang banyak waktu kosong. Dan apabila usia tua telah mendatanginya, maka sampailah kepada tingkatan yang menghentikan umurnya. Apabila dia berkilat seakan-akan seperti angin yang memusnahkannya. Dan kita tidak mempelajarinya kecuali setelah keterlambatan waktu. Sesungguhnya, kehidupan itu menjadi berharga apabila kita menghidupkannya setiap hari dan setiap waktu.

Sesungguhnya kita membutuhkan kepada seorang dokter muslim, apoteker muslim, insinyur muslim, pengajar muslim, ahli hitung muslim, advokat muslim, pegawai muslim dan profesionalisme muslim. Selain iiu, kita juga membutuhkan di dalam semua lapangan itu ulama-ulama muslim, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang besar untuk agama ini. Dan mereka tidak dapat melakukan pekerjaan ini untuk mencapai tujuan yang tinggi di dalam lapangan-lapangan ini kecuali apabila ada para ulama di dalamnya. Dan mereka tidak dapat menjadi ulama di dalamnya kecuali mereka dapat menguasai waktu-waktu kosong mereka untuk mencapai tujuan yang agung ini.
Dan sebagai penutup, renungkanlah oleh kita perkataan seorang penyair:

Dua hal yang menyebabkan aku mencucurkan air mata
Sehingga dia menginginkan kami untuk pergi
Tidak mendapatkan sepersepuluh  dari hak keduanya
Hilangnya para pemuda dan kelompok yang mencinta
no image

Islam dan Pendidikan Keinginan & Cita-Cita yang Jelas

Kalau kita renungkan untuk beberapa lama rahasia-rahasia dalam ibadah-ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada orang muslim, pastilah kita mengetahui bahwa ibadah-ibadah itu mendidik ruh kekuatan di dalam jiwa, kekuatan aqidah, kekuatan keinginan dan kekuatan yang menguasai keliaran dan kekacauan jiwa. Oleh karena itu kita mendapatkan bahwa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam setelah dapat mengendalikan diri mereka sendiri, maka dunia bagi mereka itu adalah rendah dan bekuranglah keinginan mereka untuk menguasainya.

Mereka tidak mengenal frustasi dan tidak terjatuh dalam kekecewaan dan keputus asaan, sebab aqidah telah mengikat mereka dengan kuat dan susah untuk dilepas. Ruh kekuatan telah mempengaruhi di dalam kreasi baru sedangkan dia tidak dapat dipengaruhi. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan contoh ideal kepada mereka ketika dakwah beliau ditawar oleh orang-orang kafir Makkah, dan mereka menawarkan kepadanya jabatan yang dikehendaki. Akan tetapi beliau mengirimkan gema ke telinga dunia:

"Wahai paman, demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar saya meninggalkan perintah ini sampai ditampakkan oleh Allah atau saya hancur di dalamnya, saya tidak akan meninggalkannya." (Hadits syarif)

Seandainya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menerima godaan atau putus asa, pastilah gerakan-gerakan dalam Islam itu menjadi gagal dan hancur kemudian akan tenggelam.

Apabila Islam menumbuhkan ruh yang cekatan di dalam diri para pengikutnya, maka ada baiknya bagi setiap pemuda muslim menentukan jalan hidupnya sendiri. Dan hendaklah dirinya bersiap-siap untuk merealisasikannya. Selain itu juga agar dia mengetahui secara yakin bahwa Allah azza wa Jalla mendorong manusia untuk menghadapi kehidupan ini. Dan dia dibekali dengan keahlian-keahlian tertentu. Keahlian ini akan layu dan mati apabila dimiliki oleh orang yang rendah semangatnya, malas dan suka santai.

Orang yang mencintai keselamatan akan menyukai kesungguh-sungguhan dalam mencari kemuliaan
Dan menggoda seseorang itu dengan kemalasan 

Apabila seseorang itu condong kepadanya maka bersiaplah untuk mati di bumi Atau keselamatan di udara akan menyingkir

Penyair ini berkata: Tidak ada tempat bagi orang yang ingin selamat di alam yang berbahaya. Dia berkata kepada orang-orang yang ingin selamanya santai, lapangkanlah jalan bagi orang-orang yang memiliki jiwa keberanian dan kepahlawanan. Tidak ada tempat bagi kalian dalam medan ini karena medan ini tidak layak bagi jiwa-jiwa yang lemah dan semangat yang loyo.

Dale Carnegie berkata: Engkau hanyalah seorang diri di dunia ini. Engkau scndirilah yang membentuk dirimu sejak engkau diciptakan di bumi ini dan tidak ada orang yang serupa denganmu, atau nanti akan datang orang yang serupa denganmu.

John Kennedy berkata: Kita harus mencari sesuatu dengan segenap kemampuan kita, karena kita hidup untuknya. Cita-cita yang mulia akan mencetak orang yang mulia, cita-cita yang tinggi akan membuat semangat pemiliknya. Tatkala bertambah tinggi sebuah cita-cita maka akan  bertambah pula ketinggian seseorang. Orang-orang yang kuat akan dicetak oleh kejelasan cita-citanya.

Benar sekali, hendaklah engkau mempunyai cita-cita yang jelas supaya haluan-haluan untuk mencapainya berada dalam batas-batas kemampuan dan sesuai dengan keadaanmu. Jangan membangun istana di atas pasir, dimana engkau menaruh cita-cita dengan penuh antusias namun melebihi kemampuan, pangalaman dan persiapan yang engkau miliki. Inilah  sebuah mimpi di waktu sadar yang mana di akhir jalannya engkau akan ditimpa kehancuran dan kekecewaan.

Seorang pemuda jangan membiarkan dirinya terjatuh beberapa kali di jalan yang sama? Benar, selama engkau bekerja, maka engkau akan mendapat berbagai akibat, namun kita harus mengambil pelajaran dari kegagalan-kegagalan agar kita bisa memulai dengan yang baru. Kita jadikan kegagalan itu sebagai batu ganjalan, di mana kita berhenti sejenak untuk mengangkat bangunan supaya menjulang tinggi ke langit.

Shakespiere berkata: Mengulangi perjuangan setelah kegagalan akan menetapkan kembali logam yang diciptakan oleh seseorang.

Semua pencipta dan penemu pada awalnya mengalami kegagalan mungkin mcreka tidak melihat mobil dan pesawat terbang sebelumnya, dan akhirnya ternyata muncul setelah puluhan tahun kemudian.

James Watt menghabiskan tiga puluh tahun untuk membuat mesin uapnya, hal itu disertai dengan kemiskinan dan pinjaman uang untuk merealisasikan mimpi besarnya.

George Stepenson menghabiskan lima belas tahun untuk memperbaiki kendaraan uapnya, walaupun pada awalnya dia tidak bisa membaca dan menulis. Dan dia belajar membaca dan menulis setelah berusia delapan belas tahun.

Para penemu dari para ilmuwan, mereka mengalahkan lingkungan dan kondisinya, menentang kenyataan dan memaksa kondisinya. Mereka mengangkat dirinya di atas tingkatan lingkungannya dan berdiri di atas tahta kemuliaan. Dan di balik kesuksesannya itu, mereka memiliki sejarah yang ditenun dengan benang penderitaan, keringat kesungguhan dan perjuangan yang pahit.

Sifat-sifat yang dominan yang membedakan para ilmuwan dan para jenius yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan umat manusia adalah kesabaran, kesungguhan dan ketabahan sehingga mereka mewujudkan cita-citanya yang bisa merubah wajah kehidupan di bumi.

Jika kita melihat contoh-contoh yang ada di depan mata kita:
Imam Abu Hanifah adalah penjual kain sutra
Abul 'Ala A1 Ma'ri adalah seorang sandera
Abu At-Tayyib A1 Mutanabbi adalah anak pengangkut air
Abu 'Utsman A1 Jahidz adalah seorang penjual ikan

A1 Aqqad yang memiliki kejeniusan, sampai kepuncak ketinggian adalah karena membaca buku dan bukan karena ijazahnya. Sastrawan Arab satu-satunya, Musthafa Shadiq Ar-Rafii' adalah seorang yang tuli tidak bisa mendengar.

Shakespiere seorang penyair Inggris yang terkenal, bapaknya adalah seorang tukang kayu.
Voltaire seorang penyair Perancis adalah anak seorang buruh yang miskin.
Colombus, penemu Benua Amerika adalah anak seorang penjahit.
Thomas Alfa Edison, penemu alat-alat listrik pertama adalah penjual Koran.

Mereka dan yang lainnya, tidak dibuat diam oleh berbagai kondisi kemiskinan dan kecacatan untuk meraih cita-citanya, bahkan mereka bisa meraih cita-cita dengan segenap kekuatannya dan memasuki panggung sejarah lewat pintunya yang luas.

Namun hendaklah kita tahu, jika dengan keimanan kepada Allah azza wa Jalla, kita bisa melengkapi balatentara yang berperang dijalan Nya, maka disamping itu juga kita harus yakin bahwa kita memiliki kekuatan kemanusiaan yang merupakan kekuatan yang tidak ada habisnya, yang apabila kita ikhlaskan untuk Allah, maka hal itu akan menambah dayanya kekuatannya. Karena, Allahlah yang memberi semua ini dengan semangat kehidupan yang tinggi.

Maru bersama kita merenungkan semangat dua bait syair sebagai hcrikut:

Tidaklah kemuliaan itu didapat dari cobaan
Akan tetapi ketetapan seorang pemuda kepada perempuannya
Alat keberhasilan itu semangat yang menghancurkan bebatuan
Dan tingginya bintang dalam doa

Monday, November 18, 2013

no image

Pengetahuan, Panutan, Suri Tauladan Gerakan Agama Islam

Berikut ini adalah pengetahuan, panutan dan suri tauladan sebagai contoh hidup yang menunjukkan semangat dan kedamaian gerakan-gerakan agama Islam ini.

Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berjalan selalu bergoyang, seakan-akan ia sedang menuruni dataran tanah yang landai. Dan sesekali dia berkata bahwa Rasulullah apabila berjalan seperti sedang menuruni dataran yang tinggi.

Ibnu Qayyim mengomentari hal itu dengan berkata, saya berkata bahwa taqallu' adalah dataran tanah yang tinggi. Hal itu diumpamakan seperti keadaan orang yang turun dari tanah landai. Dan jalan semacam itu adalah jalannya orang-orang yang sabar dan orang yang semangat serta pemberani. Jalan seperti itu adalah jalan yang sedang dan menyenangkan anggota tubuh. Sedangkan cara jalan yang harus dihindari adalah cara jalannya orang yang ceroboh, hina dan malas. Adapun orang yang malas ketika berjalan, dia akan berjalan selangkah demi selangkah seperti sepotong kayu yang dipikul. Jalan seperti itu seperti jalannya unta yang jelek. Adapun berjalan dengan rasa cemas dan gemetar itu seperti jalannya unta yang ceroboh. Jalan seperti itu adalah cara berjalan yang tercela juga. Yaitu jalan yang menunjukkan adanya kelemahan akal yang memilikinya. Terutama apabila dia berjalan dengan banyak menoleh keadaan sekitarnya, ke kanan dan ke kiri. Adapun orang yang berjalan dengan lemah lembut adalah jalannya hamba-hamba Allah yang di cirikan di dalam Kitab Allah. 

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

''Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati. " (Qs. A1 Furqaan (25): 63)

Salah seorang salaf berkata, "Cara berjalan yang penuh dengan ketenangan, penuh wibawa, tidak sombong dan tidak malas itu adalah cara jalannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan begitu, seakan-akan beliau sedang berjalan turun dari tanah yang landai. Seolah-olah, bumi itulah yang melintasinya, sehingga orang yang berjalan seperti itu dirinya akan merasa susah, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam acuh tak acuh.

Dan apabila kita renungkan sifat-sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari segi fisik, maka kita akan menemukan pertama kali bahwa tubuh Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam itu seperti tubuh seorang olah ragawan dengan ukuran-ukuran yang berlaku di setiap masa.

Al Qadhi 'Iyaadh di dalam kitabnya "Asy-Syifaa" berkata, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki dada yang bidang dan bahu yang besar. Tulang-tulangnya besar, lengan atasnya gemuk, tangannya kekar dan tumitnya kokoh. Telapak tangan dan telapak kakinya lebar, jari-jari tangan dan kakinya sempurna, berdirinya tegap (sedang), tidak tinggi dan tidak pendek. Dengan demikian, dia tidak pernah berjalan bersama orang tinggi kecuali dia melebihinya.

Bahkan kita dapat mengatakan kepadanya bahwa dia adalah seorang olah ragawan pertama di zamannya dan mungkin di setiap zaman. Rukanah bin Yazid adalah salah seorang pegulat yang paling kuat di kota jazirah Arab. Pada waktu itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengalahkannya di hadapan sebagian rakyat Makkah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Rukanah, "Wahai Rukanah, tidakkah kamu bertakwa kepada Allah dan menerima apa yang saya serukan kepadamu untuk beriman kepadaNya?" Rukanah menjawab, "Sesungguhnya, kalau seandainya saya mengetahui bahwa yang kamu katakan adalah benar pastilah aku megikutimu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya, "Apakah pendapatmu apabila aku menantang kamu bergulat, apakah kamu mengetahui tentang apa yang aku katakan itu adalah benar?" Rukanah menjawab, "Ya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Berdirilah sampai aku bergulat denganmu." Maka rukanah berdiri dan bergulat dengannya. Dan ketika Rasulullah menyerangnya dan dapat membaringkannya, sehingga dia tidak dapat menguasai dirinya sendiri, kemudian Rukanah berkata, "Ulangi ya Muhammad." Maka dia bergulat lagi. Dalam riwayat lain dikatakan, "Rasulullah berkata: "Domba lawan domba." kemudian Nabi bergulat lagi, dan ia berkata, "Berjanjilah dengan saya untuk lain kali lagi." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bergulat lagi. Dan ia berkata, "Berjanjilah dengan saya untuk lain kali lagi" Lantas Nabi bergulat untuk ketiga kalinya. Kemudian laki-laki itu berkata, "Apa yang harus saya katakan kepada keluargaku?" Nabi menjawab, "Katakanlah, domba telah dimakan oleh srigala, dan larilah domba.” Orang itu berkata lagi, kemudian apa pula yang aku katakan untuk yang ketiga? Nabi menjawab, kami tidak dapat mengalahkanmu untuk bergulat, karena itu ambillah hadiahmu." (Hadits riwayat Abu Dawud)

Selain Rukanah, ada juga orang lain yang bergulat dengan Nabi seperti Abu Al Aswadul Jamhi. Dia bersenang-senang dengan kekuatan fisiknya yang besar. Karena badannya tinggi dan kuat, dia berdiri di hadapan seekor sapi, dan dia menarik rambut buntutnya sepuluh helai dan mencabutnya dari bawah telapak kakinya. Maka terkelupaslah kulit sapi itu dan dia tidak merasa gentar sama sekali. Melihat tindakan dia, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengundangnya untuk bergulat dengannya. Dan dia menjawab, "Jika kamu bergulat dengan saya dan saya kalah maka saya mempercayaimu." Maka Rasulullah bertarung dengannya dan dapat mengalahkannya, akan tetapi dia tetap tidak mau beriman juga!"

Sportifitas ini telah menurun kepada murid-murid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu para sahabat. Dan salah seorang sahabat yang memiliki kemiripan dan bahkan sama persis dalam kekuatan fisik dan kekokohan tubuhnya adalah 'Ali bin Abi Thalib. Al "Aqaad berkata tentang dirinya, "Cerita-cerita itu menunjukkan tentang dirinya scbagaimana sifat-sifatnya menunjukkan akan kekuatan fisiknya yang dasyat, baik dalam kondisi tenang maupun kekerasan terhadap lawan-lawan dan penyakit-penyakit. Rupanya, beliau pernah mengangkat kampak dengan tangannya dan kemudian menggemburkan tanah yang keras dengan kapak itu tanpa susah dan tanpa cangkul. Dan dia memegang dengan lengan seorang laki-laki yang seakan-akan dia mendekap dirinya sendiri sampai dia tidak dapat bernafas.

Dan yang terkenal dari dirinya adalah bahwa dia tidak pernah bergulat dengan seseorang kecuali dia mengalahkannya, dan dia tidak pernah berperang dengan seseorang kecuali dia akan membunuhnya. Dan terkadang batu yang besar itu bergetar melihat hatinya yang cemerlang. Terkadang dia berteriak dengan suatu teriakan yang keras, sehingga membuat hati para pemberani menjadi bercerai-berai.

Asy-Syifaa' bin Abdillah pernah melihat kepada beberapa pemudi yang berjalan dengan malas, kemudian dia berkata dengan penuh keheranan, Bagaimana mereka ini? Maka dikatakan kepadanya, "Apakah kamu telah lupa."

Maka dia menjawab,"Umar, apabila berjalan itu lebih cepat, apabila berbicara lebih terdengar dan apabila memukul menyakitkan."

Dengan demikian, kekuatan fisik dan kekuatan iman adalah dua sisi yang terdapat dalam mata uang yang satu, yaitu Islam. Kekhusyu'an itu di dalam had dan bukan di dalam kepala-kepala. Sebagaimana 'Umar radhiyallaahu anhu berkata, Wahai para pemuda, Islam memanggilmu untuk menguasai sebab-sebab yang memunculkan kekuatan; kekuatan fisik dan kekuatan jiwa. Sebab, seorang mukmin yag kuat itu lebih baik daripada orang mukmin yang lemah.

Kita dengan nama Islam menyeru kepada pemerintahan muslimah untuk menjadikan pendidikan kemiliteran Islam sebagai materi wajib di dalam sekolah-sekolah dan universitas-universitasnya. Sebab, dengan kegiatan itu dapat mendayagunakan kemampuan para pemuda, menumbuhkan semangat kepahlawanan di dalam dirinya dan mendidik akhlak kejantanan mereka di dunia yang tidak mau mendengarkan kecuali kepada ucapan yang kuat.

Dan setiap bangsa akan kehilangan haknya secara sia-sia
Apabila dia tidak mengokohkan haknya dengan pelindung yang kuat.

Friday, November 15, 2013

no image

Pentingnya Olahraga dalam Islam dan Ilmu Kedokteran

Berikut ini akan dipaparkan beberapa paragraf dari pembahasan berharga Ibnu Qayyim yang berbicara tentang petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam pengaturan gerakan dan ketenangan serta tentang olah raga dan macam-macamnya di dalam Islam. Pada kesempatan ini juga akan dipaparkan beberapa contoh pembahasan ilmiah dalam masalah ini untuk menjelaskan kepada kita seberapa jauh penerimaan dan kelengkapan Islam terhadap semua hal yang dituntut oleh manusia dalam perjalanannya di atas bumi ini.

Setelah Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah olah raga itu sesuai dengan kesempurnaan, pujian dan kebenaran macam-macamnya. Dan setelah menguatkan betapa pentingnya olahraga dalam membuang zat-zat yang berbahaya dari dalam tubuh, beliau berkata:

Gerakan badan adalah sebab-sebab terkuat yang dapat mencegah berkembang-biaknya zat-zat yang berbahaya di dalam tubuh. Gerakan badan itu dapat menghangatkan badan dan mengalirkan zat-zat sisa dalam tubuh. Dengan demikian dia tidak dapat berkumpul sepanjang zaman, dan badan kembali ringan dan energik. Hal itu itu juga menjadikannya dapat menerima makanan dan mengeraskan tulang-tulang serta menguatkan otot-otot dan persendian. Selain itu juga dapat mengamankan tubuh dari berbagai penyakit perut dan sebagian besar penyakit watak (temperamental).

Sedangkan waktu berolah raga adalah setelah makanan itu turun ke perut dan sempurna di cerna. Dan olah raga yang benar adalah olah raga yang dapat memerahkan kulit luar dan membuat badan merasa panas. Adapun yang biasa adalah mengalirnya keringat secara berlebihan. Dan setiap anggota tubuh yang banyak melakukan olah raga, maka anggota tubuh itu akan lebih kuat terutama dalam bidang olah raga yang ditekuninya. Akan tetapi kekuatannya ini tergantung pada kondisinya, jika banyak menghafal maka kuatlah hafalannya. Barang siapa yang banyak berpikir maka kuatlah pikirannya. Dan setiap anggota tubuh itu memiliki olah raga yang khusus dimilikinya:

olah raganya dada adalah membaca, membaca itu dimulai dari yang tidak bersuara sampai bersuara secara bertahap. Olah raganya telinga adalah dengan mendengarkan suara dan berbicara secara bertahap dari yang ringan-ringan sampai kepada yang lebih berat. Demikian juga, olah raga lisan itu terdapat pada ucapan dan olah raga mata, semuanya dilakukan bertahap sedikit demi sedikit.

Adapun mengendarai kuda, memanah, bergulat dan berlari, semuanya adalah olah raga badan yang dapat menyembuhkan penyakit-pmyakit menahun seperti kusta dan busung air.

Sedangkan olah raga jiwa adalah dengan belajar, berakhlak, senang, gembira, sabar, teguh pendirian, keberanian, kedermawanan, berbuat baik dan sikap-sikap lainnya yang disukai oleh jiwa. Dan di antara olah raga jiwa yang penting adalah sabar, kasih sayang, keberanian dan berbuat baik. Dan janganlah bosan menyukai hal itu sedikit demi sedikit sampai sikap-sikap itu menjadi sifat-sifat yang tersedia secara kuat dan biasa melakukannya secara kontinyu.

Dan apabila anda merenungkan petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wai saallam di dalam hal itu, maka kamu akan mendapatkan petunjuk yang lebih sempurna dan dapat menjadi penjaga kesehatan dan kekuatan yang bermanfaat di dalam kehidupan dan di hari kebangkitan (kiamat).

Tidak diragukan lagi bahwa shalat itu juga dapat menjaga kesehatan badan. Selain itu juga, shalat dapat menjaga kesehatan iman dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Demikian juga melakukan shalat malam, adalah salah satu sebab yang dapat menjaga kesehatan dan dapat mencegah datangnya penyakit-penyakit menahun yang begitu banyak. Dan di antara ketangkasan badan, jiwa dan hati, sebagaimana terdapat dalam hadits shahih, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

"Syaithan itu mengikat di ujung kepala seseorang di antara kamu yang sedang tidur dengan tiga ikatan. Dia memukul pada setiap ikatan sambil berkata, “Malam bagimu sangat panjang maka tidurlah." Maka, apabila dia telah terbangun dan kemudian menyebut nama Allah, maka lepaslah satu ikatan itu. Apabila dia berwudhu maka terlepaslah ikatan yang kedua. Dan apabila dia melakukan shalat maka lepaslah seluruh ikatan itu. Maka dia akan menjadi orang yang tangkas dan berjiwa baik. Dan apabila tidak maka dia akan menjadi jiwa yang jelek dan pemalas." (Hadits syarif) Ibnu Qayyim menambahkan seraya berkata: Di dalam puasa yang disyari'atkan juga termasuk salah satu sebab yang dapat menjaga kesehatan. Olah raga badan, jiwa dan harta itu juga dapat mendorong kesehatan fithrahnya.

Adapun jihad dengan semua gerakan-gerakan secara keseluruhan adalah termasuk salah satu sebab munculnya kekuatan yang dapat menjaga kesehatan, mengokohkan hati dan badan dan mendorong zat-zat yang ada di dalam tubuhnya. Selain itu juga dapat menghilangkan kegelisahan, kesusahan dan kesedihan. Dengan demikian, semua perintah yang diberikan itu memiliki bagian masing-masing. Demikian juga haji dan kegiatan manasik. Oleh karena itu, berlomba menunggang kuda dengan membawa pedang, berjalan untuk mencari kebutuhan, mengunjungi saudara, menunaikan hak-hak mereka, menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah mereka, berjalan menuju masjid untuk melakukan shalat jum'at dan berjama'ah, gerakan wudhu', mandi dan lain sebagainya itu mempunyai hikmah tersendiri.

Ini hanya baru beberapa manfaat saja: olahraga tertentu dapat menjaga kesehatan dan menolak zat-zat yang berlebihan dalam tubuh. Sedangkan apa yang disyari'atkan baginya adalah untuk mencapai kebaikan di dunia dan akliirat dan menolak semua kejelekan-kejelekannya. Ini adalah masalah yang berada di balik semua itu.

Dan saya mengetahui bahwa petunjuknya melebihi semua petunjuk dalam ilmu kedokteran badan dan had serta menjaga kesehatan keduanya dan menolak kesengsaraannya. Hal itu tidaklah berlebihan bagi orang yang telah diberi petunjuknya.

Dan berikut ini adalah beberapa hadits kedokteran tentang olah raga yang dapat menambah keimanan dan keyakinan kepada keagungan agama berharga ini yang melampaui semua yang di dapat oleh akal setelah melakukan pembahasan dan penelitian untuk beberapa lama terhadap semua yang berkaitan dengan manusia, baik fisik maupun kejiwaan.

"Dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. " (Qs. A1 Furqaan (25): 2)

Dr. Amin Ruwaihah berkata, Sedikit kegunaan melakukan olah raga atau kegiatan-kegiatan fisik yang teratur dan kontinyu di usia muda untuk penjagaan preventif pada usia tua. Sangat jarang sekali ditemukan orang yang umurnya sudah mencapai lima puluh tahun tetapi dia masih memiliki kesehatan fisik dan akal yang baik. Hal itu dikarenakan dia tidak biasa melakukan olahraga.

Berdasarkan penelitian ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa olah raga itu dapat membuat badan lebih sehat pada usia mendatang (usia lanjut). Kesehatan dan kekuatannya itu menyamai dengan orang yang berumur sekitar dua puluh lima tahun tetapi tidak pernah olah raga. Di dalam penelitian ilmu kedokteran umum terhadap sekolompok orang yang melakukan olah raga pada tahun 1952 menetapkan bahwa kesehatan orang yang sering berolah raga pada usia tujuh puluh tahunan itu melebihi kesehatan orang yang berumur empat puluh tahun tetapi tidak pernah melakukan olah raga.

Fisik yang selalu melakukan olah raga itu dapat menjaga kelenturan dan menambah awet muda serta kelincahan gerakannya sampai akhir hayatnya. Dan fisik yang malas melakukan olah raga karena suatu sebab, maka dia dapat melakukannya pada usia tuanya untuk memperbaiki apa yang telah hilang dari hatinya dengan melakukan kegiatan atau pekerjaan fisik, seperti menyibukkan diri sehari-hari di kebun, berjalan menempuh jarak yang masuk akal atau melakukan beberapa macam olah raga yang dapat menguatkan tulang-tulang dan otot-otot. Asalkan jangan sampai pada tingkat kecapaian yang berat.

Olah raga dengan berbagai macam bentuknya tidaklah menyia-nyiakan waktu atau salah satu sarana untuk hiburan sebagaimana di anggap oleh sebagian orang. Justru olah raga itu adalah salah satu cara untuk kesehatan yang baru, karena dapat mengusir zat-zat berbahaya di dalam tubuh. Selain itu juga dapat menguatkan otot-otot dan menambah ketangkasan dan kemampuan dalam berkreasi. Pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan besar yang melengkapi para pegawai dan karyawannya dengan fasilitas olah raga dalam badan itu tidak mengalami kerugian apapun dari segi materi yang diberikan. Sebab, perusahaan-perusahaan itu menuntut adanya peningkatan dalam kemampuan yang mereka miliki. Dan selanjutnya akan menambah nilai produksi mereka dalam bekerja.

Sebagaimana diketahui bahwa warga asli Australia adalah salah satu bangsa jajahan Inggris yang memiliki kesehatan dan kerajinan yang paling baik. Dan pasukan mereka pun terkenal akan keberanian dan kemampuannya memikul kesulitan dan kesusahan dalam peperangan. Hal itu disebabkan karena sangat jarang sekali ditemukan di bangsa Australia seseorang warga yang ridak melakukan salah satu macam dari berbagai macam bentuk olah raga.

Friday, November 8, 2013

no image

Cara Mendidik Anak yang Baik Berdasarkan Islam

Bagaimana cara mendidik anak yang baik dan memperlakukan anak dengan baik berdasarkan tuntunan Islam? Di antara metode cara mendidik anak yang sering memberatkan sebagian besar para anak [pemuda kita] adalah anggapan bahwa seorang anak, walaupun umurnya sudah besar dan pemikirannya mendalam, akan tetapi dalam pandangan orang tuanya dia tetaplah seorang anak yang masih kecil.

Cara-cara metode mendidik seperti ini adalah cara yang paling jelek dalam metode pendikan. Dan sebelum dia membicarakan tentang ilmu pengetahuan baru mengenai metode-metode ini, hendaklah dia membicarakan suatu ilmu baru yang sesuai dengan panggilan fithrah.

Suatu ketika Mu'awiyah pernah marah kepada anaknya, Yazid. Maka pergilah ia ke Ahnaf bin Qais dan berkata kepadanya, "Wahai Abu Bahr, apa pendapatmu tentang anak?" dia menjawab, "Wahai amirul mukminin, hati kita ini bagaikan buah, sedangkan batangnya adalah fisik kita. Bagi mereka, Anak bagaikan bumi yang rendah dan langit yang tinggi. Kepada mereka kita harus mengajarkan tentang kebaikan. Jika mereka minta sesuatu maka turutilah. Jika mereka marah maka redamlah dengan kelembutan, cinta kasih, dan janganlah kamu membuatnya bertambah sedih. Dengan demikian mereka selalu memuliakan hidupmu, tidak menghina kematianmu dan tidak membenci kerabatmu."

Kemudian Mu'awiyah bertanya lagi: Demi Allah wahai Ahnaf, sesungguhnya nasehatmu itu sangat berharga buat saya dan saya sebagai seorang khalifah sangat marah kepada anakku, Yazid. Sesungguhnya, apa yang kamu nasehatkan sangat menyentuh hatiku." Kemudian Mu'awiyah pergi ke Yazid dengan membawa uang dua ratus ribu dirham dan dua ratus lembar pakaian, sementara Ahnaf diberi setengahnya.

Orang-orang Arab berkata: "Kehadiran seorang anak itu dapat membuatmu susah atau bisa juga membantu dirimu. Setelah itu, dia akan menjadi teman karibmu, musuhmu atau teman bisnismu.

Di antara cara atau metode pendidikan anak yang berhasil adalah seperti metode yang pernah diarahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. dengan sabdanya sebagai berikut,

"Barangsiapa yang mempunyai seorang anak maka pergaulilah dia dengan baik, dan hendaklah selalu bersamanya sebagaimana keakraban anak kecil dengan anak kecil lainnya."

Beliau bersabda juga, "Barangsiapa yang mempunyai seorang anak kecil maka pergauilah ia dengan baik." (Hadits riwayat Ibnu Asakir dan Ibnu Babawiyah)

Kita telah tahu betul bagaimana masa muda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan bagaimana beliau banyak menghabiskan waktunya untuk mengungkapkan tentang diri mereka sampai mereka ikut serta dalam pertempuran, sedangkan mereka berumur lima belas tahun. Selain itu, kita juga mengetahui bagaimana metode pemuasan yang memuaskan seorang pemuda yang datang kepadanya untuk meminta izin berbuat zina. Makna tertinggi yang terdapat dalam metode pendidikan Islamiyah dan makna-makna itu sediri adalah makna yang beredar dalam lingkaran ilmu jiwa kontemporer.

Sesungguhnya, Abu Dzaky adalah seseorang yang berusaha membentuk kepercayaan diri dan keberanian anak-anaknya untuk memberitahukan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sehingga dia dapat membantu mereka untuk memecahkannya. Hal itu lebih tepat bagi para bapak sebelum mereka menjadi orang lain yang mengetahuinya setelah beberapa waktu lamanya.

Sesungguhnya, seorang ayah yang mengajarkan anak-anaknya dengan perkataan-perkataan yang keras dan perintah-perintah yang militeristik itu akan gagal mendidik anak-anaknya. Dengan demikian dia akan menghilangkan kepribadian sang anak dengan penghilangan yang sempurna. Sehingga mereka akan merasakan ketergantungan yang tinggi kepadanya. Akibatnya, mereka akan nampak seperti kekanak-kanakan yang tidak bisa memahami kondisi masa kecilnya sendiri. Perlakuan ayah seperti ini dapat menyebabkan sang anak terkena penyakit tekanan mental dan kehilangan eksistensi dirinya. Hal ini merupakan tindakan kejahatan yang dapat mempengaruhi masa depan mereka dan masyarakat mereka. Terkadang mereka juga akan ditolak karena memiliki kepribadian yang lemah, kehidupan yang negatif, hilangnya kekuatan dalam menggunakan semua komponen-komponennya, baik dalam keadaan hina maupun mulia.

Apabila kasih sayang yang dicari oleh seorang pemudi tidak dirasakan di dalam rumah ayahnya, maka mereka akan mencari kasih sayang itu dengan kehausan garam di luar dinding rumah untuk menyelamatkan dirinya agar dapat merasakan kenimkatan dengan cara apapun.

Berikut ini akan dipaparkan metode-metode pendidikan yang diterapkan Islam dalam cara mendidik anak yang baik dan benar, sebagaimana pengetahuan penting untuk menjelaskan cara yang harus ditempuh oleh para ayah dan ibu dalam mendidik anaknya selama ini.
  • Adanya kesepakatan pandangan di antara orang tua untuk mendidik dan mengarahkan anak-anaknya, sehingga tidak ada kesalahpahaman di antara ayah dan ibu dalam mengasuh mereka. Karena segala kekurangan dalam pendidikan dapat mengakibatkan fatal bagi sang anak.
  • Adanya suri tauladan yang baik dari kedua orang tua. Karakter anak itu tergantung dari kepribadian ayahnya. Abdullah bin 'Umar berkata:
"Pada suatu hari ibuku dan Rasulullah shallallabu 'alaihi wa sallam. duduk di rumah untuk membicarakan sesuatu, kemudian ibuku berkata: "Adakah sesuatu yang ingin aku berikan padamu." Kemudian Rasulullah shallallabu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya: "Apa yang hendak kamu berikan kepadanya." Dia menjawab: "Aku ingin memberikan kepadanya sebuah kurma." Kemudian Rasulullah shallallabu 'alaihi wa sallam. bersabda kepadanya, "Jika sekiranya kamu tidak memberikan kepadanya kurma itu maka telah tertulis buatmu suatu kebohongan." (Hadits riwayat Abu Dawud dan al-Baihaqy dalam bab tentang Cabang Iman) Seorang penyair berkata:
Seorang anak tumbuh tergantung kedua orang tuanya 
Sebagaimana pohon tumbuh tergantung pada akarnya
  • Orang tua hendaklah berbuat adil di antara anak anaknya. Seorang ayah tidak boleh membeda-bedakan satu sama lain, baik terhadap anak dari istrinya yang pertama atau tehadap anak dari istri yang keduanya.'
Oleh karena itu, bentuklah anak-anakmu sampai derajat yang mulia dan ketahuilah di antara sekian banyak dosa yang telah dilakukan oleh ayah adalah dalam memberikan hak-hak mereka. Maka dari itu, hendaklah seorang ayah mengajarkan bahwa perbedaan di antara anak-anaknya tanpa alasan syara' dapat menimbulkan rasa dendam di antara mereka. Dengan  demikian, hendaklah seorang ayah tidak boleh memutuskan tali silaturrahmi di antara mereka sebagaimana firman Allah:
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. " (Qs. Muhammad (47): 22-23)
Oleh karena itu, hendaklah seorang ayah berinisiatif untuk menyambung silaturrahmi sehingga setelah matinya dapat mengikat anak-anaknya dalam kemaslahatan tanpa harus diperintah.
Dari Nu'man bin Yasir radhiyallaahu 'anhu, bahwasanya saya pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Sesungguhnya saya telah menjaga diet anakku." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Berilah makan anakmu seperti ini?" Ia menjawab, "Tidak." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda lagi, "Kembalilah kepadanya." Dalam satu riwayat dikatakan: "Bertakwalah kalian kepada Allah dan berbuatlah adil pada anak-anak kalian." Dalam riwayat lain dikatakan, "Jika kamu tidak mengizinkanku maka aku tidak akan melakukan ketidakadilan." Riwayat lain lagi mengatakan: "Kamu tidak akan melihatku bertindak tidak adil."
  • Bagi orang tua yang mulia hendaklah berpegang teguh pada kejujuran yang juga harus diikuti oleh anak-anaknya. Dan akhlak yang jelek hendaknya dijauhi. Air tawar itu tetap terasa tawar (mineral) sampai bercampur dengan air garam, maka jadilah ia air garam (asin).
Penyair berkata:

Barangsiapa suatu hari bermalas-malasan dalam melakukan penelitian Walaupun dalam keadaan prima tetaplah penelitiannya tidak akan berhasil.
  • Hendaklah orang tua waspada agar pertentangan di antara mereka tidak terdengar oleh anak-anak mereka sendiri karena dapat menyebabkan tingkah laku mereka berubah dan bisa melakukan tindakan kejahatan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. " (Qs. An-Nisaa (4): 19)
  • Pemisahan tempat tidur di antara anak-anak mereka itu harus dilakukan sedapat mungkin. Bagi anak perempuan secara khusus dianjurkan berpakaian celana panjang ketika tidur.
"Pisahkanlah tempat tidur mereka."
  • Biasakanlah anak-anak baik laki-laki maupun perempuan untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, seperti membiasakan diri mereka agar anak perempuan tidak memakai pakaian laki-laki dan sebaliknya.
  • Anjurkanlah anak-anak agar memuliakan A1 Qur'an, buku-buku yang dibaca mereka dan sesuatu yang dapat mempengaruhi pembentukan pola pikir mereka.
  • Tempalah kepribadian, seperti bagaimana bertanggung jawab, bermusyawarah dalam berpendapat dan sebagainya.
  • Pada usia remaja, ajaklah anak itu untuk berdiskusi dengan logika dan dan dengan cara apapun yang dapat memuaskan. Dan seorang bapak yang mendidik anaknya dengan keras adalah seperti Saif A1 Hajjaj bin Yusuf yang telah gagal dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya.
Memang benar, terkadang cara ini sangat tepat di tcrapkan dalam beberapa kesempatan. Akan tetapi hal ini akan mendatangkan sisi negative apabila hanya diterapkan satu cara saja.
  • Berikanlah perhatian sungguh-sungguh kcpada anak-anak untuk mempergunakan kemampuan mereka, khususnya pada masa-masa remaja, dan memotivasi keberanian mereka untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga dan membaca. Selain itu, berilah mereka kesibukan di waktu-waktu kosong mereka. Jika kita tidak memberikan kesibukan kepada mereka dengan kesibukan yang baik, maka mereka akan melakukan kejahatan, sehingga sedikit pun kita tidak akan memberikan peluang kcpada mereka untuk menyimpang.
Metode Islam dengan jalan seperti di atas telah berlalu.

'Umar radhiyallaahu 'anhu. Berkata, "Ajarkan anak-anakmu berkuda, memanah, berlari dan memperindah syairnya."
  • Anak-anak memiliki hak terhadap bapak mereka. Di antara hak mereka adalah duduk-duduk bersama untuk berdiskusi dan berdebat mengenai kehidupan orang-orang yang mendapatkan petunjuk syari'at kita yang lurus dan agung.