Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Tuesday, September 4, 2018

Ancaman Mengerikan bagi Sholat Tidak Tumakninah

| Tuesday, September 4, 2018
Meninggalkan sholat dengan sengaja adalah merupakan salah satu dosa besar. Mengerjakan sholat tapi tidak dengan tumakninah adalah sama saja seperti tidak sholat atau sholatnya tidak sah. Berikut ini adalah keterangan-ketarangan dalam dalil firman Allah swt dan juga hadits Nabi tentang ancaman-ancaman bagi sholat yang tidak tunkaninah.

Dalil-dalil ancaman bagi sholat yang tidak tumakninah

Allah Swt berfirman di dalam AL-Qur’an Al-Karim yang berbunyi sebagai berikut:

فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ ٤ ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ ٥

Artinya: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya (QS. Al-Ma'un : 4-5)

sholat tumakninah
Dalam sebuah riwayat, tafsir dari ayat Al-Quran di atas adalah orang-orang yang mengerjakan sholat dengan secepat kilat. tanpa menyempurnakan dalam ruku' dan sujudnya.

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa seseorang memasuki masjid di saat Rasulullah saw. sedang duduk di sana. Orang itu mengerjakan sholat lalu menghampiri Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau. Nabi SAW, menjawab salam lalu berkata, "Kembali kerjakanlah sholat. Sesungguhnya kamu tadi be/um mengerjakannya. Maka orang itu pun kembali mengerjakan sholat seperti yang telah dikerjakannya. Kemudian ia kembali dan mengucapkan salam kepada Nabi SAW. Beliau menjawabnya lalu berkata, "Kembali kerjakanlah sholat. Sesungguhnya kamu tadi belum mengerjakannya." Orang itu pun kembali mengerjakannya seperti semula. Kemudian ia kembali dan mengucapkan salam kepada Nabi sasw. Beliau menjawabnya dan berkata, "Kembali kerjakanlah sholat. Sesungguhnya kamu tadi be/um mengerjakannya.” Beliau mengulanginya tiga kali. Mendengar itu orang tadi berkata, "Demi (Allah) yang mengutusmu dengan kebenaran wahai Rasulullah, aku tidak bisa mengerjakan sholat vang lebih baik dari yang sudah aku kerjakan tadi. Karenanva ajarilah aku." Lalu Rasulullah ~ bersabda:

إذا قمت إلى الصلاة فكبر ، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ، ثم اركع حتى تطمئن راكعا ، ثم ارفع حتى تعتدل قائما ، ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ، ثم ارفع حتى تطمئن جالسا ، ثم افعل ذلك في صلاتك كلها . أخرجاه من حديث يحيى 

Artinya: Jika kamu berdiri untuk mengerjakan sholat, bertakbirlah. Lalu bacalah beberapa ayat al-Qur 'an sebisamu. Lalu ruku'/ah dengan tumakninah. Lalu angkatlah sampai kamu benar-benar berdiri tegak (i'tidal). Lalu sujudlah dengan tumakninah. Lalu duduklah dengan tumakninah. Lalu sujudlah dengan tumakninah. Demikian ini kerjakanlah dalam setiap (rekaat) sholatmu. (Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (757.6252) Muslim 1397). Abu Dawud (856). At-Tirmidzi (303). AnNasa'I (2/124). lbnu Majah 110601. dan Ahmad (3/437): dari Abu Hurairah.

Al-Badriy ra. meriwayatkan Rasulullah saw bersabda:

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تجزئ صلاة لا يقيم فيها الرجل صلبه في الركوع والسجود

Artinya: Tidak akan diberi pahala sholat seseorang yang tulang belakangnya tidak diluruskan ketika ruku'." (Hadits rivvayat Imam Ahmad).

Dalil Hadits di atas diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih."

Pada riwayat hadits yang lain, " ...sehingga ia meluruskan punggungnya ketika ruku' dan sujud.( Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/119). Abu Dawud (855). Ath-Thayalisi (h. 85), An-Nasa'i (2/183), lbnu Majah (870), Ad-Darimi (304) lbnu Khuzaimah (592), Al-Baihaqi (2/117), dalam Asy-Syu'ab (2861 ). dan disebutkan dalam Shahih Al-Jami’ (7224. 7225).

Inilah nash dari Nabi saw. Dengan demikian, barangsiapa tidak meluruskan punggungnya setelah ruku' dan sujud seperti sediakala, maka sholatnya batal. Hal ini berlaku untuk sholat fardlu/sholat wajib lima waktu. Adapun yang dimaksud tumakninah disini adalah ketika setiap tulang mengambil posisi masing-masing.

Diriwayatkan pula bahwa beliau Nabi Muhammad saw. berrsabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:"أسوأ الناس سرقة: الذي يسرق من صلاته! قالوا: يا رسول الله: كيف يسرق من الصلاة؟ قال: لا يتم ركوعها ولا سجودها

Artinya: "Manusia yang paling buruk perbuatan mencurinya adalah orang yang mencuri sholatnya." Seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah seseorang itu mencuri sholatnya?" "Yaitu tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya.", jawab Nabi. saw"( Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh lbnu  Hibban  (1888), Al-Hakim (1/229). Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (2847) dan As-Sunan (2/386): dan Abu Hurairah. Dan. ada penguat dari hadits Abu Oatadah yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi (305) Ahmad (5/310). Al-Hakim (1/299). dan Al-Baihaqi (2/385). Juga, dari Abdullah bin Mughaffal, yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam ketiga kitab Mu’jam-nya. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami' (966. 986)

Abu Hurairah mengabarkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

لا ينظر الله الى صلاة لا يقيم صلبه بين ركوعه وسجوده

Artinya: "Allah tidak akan melihat kepada seseorang yang tidak menegakkan tulang belakangnya di antara ruku' dan sujudnya.( Diriwayatkan oleh Ahmad (2/525). dan sanadnya shahih)

Rasulullah saw juga bersabda:

قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول تلك صلاة المنافق يجلس يرقب الشمس حتى إذا كانت بين قرني الشيطان قام فنقر أربعا لا يذكر الله فيها إلا قليلا

Artinya: "Inilah shalat seorang munafik. Duduk menunggu matahari sampai ketika ia berada di antara dua tanduk setan (hampir tenggelam) orang itu pun berdiri lalu shalat secepat kilat sebanyak empat  rekaat. Dia tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit dalam mengerjakannya.( Diriwayatkan oleh Malik (1/220).  Muslim (622). Abu Dawud (413). At-Tirmidzi (160). An-Nasa'i (1/254). •Ad-Daruquthni (1/254). Al-Baihaqi (1/443). dan Ahmad (3/102, 103): dari Anas.

Abu Musa meriwavatkan, suatu hari Rasulullah saw mengerjakan shalat bersama para sahabat, lalu beliau duduk. Seseorang datang, berdiri mengerjakan shalat. Ia ruku' dan sujud seperti mematuk (karena cepat). Maka Rasulullah bersabda, "Lihatlah itu! Seandainya dia mati, sungguh dia mati bukan di atas millah Muhammad saw. Dia mematuk shalatnya seperti seekor gagak meminun darah.( Hadits Hasan Diriwayatkan oleh lbnu Khuzaimah (6556) dan Al-Baihaqi (2/89), Syaikh Al-Albani meng-hasankannya dalam ta'liq beliau atas lbnu Khuzaimah. dan dalam Shahih At-Targhib (529).

Umar bin Khaththab ra. meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, Setiap orang yang shalat pasti di sisi kanan-kirinya ada malaikat. ]ika ia mengerjakannya dengan sempurna, kedua malaikat itu akan membawa shalatnya ke hadirat Allah swt. Sebaliknya jika tidak keduanya akan memukulkan shalatnya ke wajahnya.( Hadits Dha’if. Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Al-ifrad Syaikh Al-Albani men-dha'if-kannya dalam Dha’if Al-Jami’ (5226).

Ubadah bin Shamit berkata, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berwudlu dengan sebaik-baiknya, kemudian berdiri mengerjakan shalat, menyempurnakan ruku'nya, cara sujudnya. serta bacaannya, niscaya shalatnya berkata, 'Semoga Allah menjagamu sebagaimana kamu telah menjagaku.' Lalu shalat itu  -ia bersinar dan bercahaya- akan diangkat ke langit. Pintu-pintu langit pun dibukakan sehingga ia akan sampai ke hadiratNya. la akan memintakan syafaat bagi orang yang telah mengerjakannya. Tetapi jika orang itu tidak menyempurnakan ruku’', sujud. dan bacaannya, niscaya shalatnya akan berkata, "Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana kamu telah menyia-nyiakanku. Kemudian shalat itu -ia diliputi kegelapan- diangkat ke langit. Tetapi pintu-pintu langit tertutup. Maka ia pun dilipat seperti dilipatnya kain usang, lalu dipukuikan ke wajah orang yang telah mengerjakannya.( Hadits Dha’if  Diriwayatkan oleh Ath• Thayalisi (h. 80). Al•Bazzar I 1/77. no. 350), Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (2871 ). Syaikh Al-Albani men-dha 'if-kannya dalam Dha 'if Al-Jami (400).

Dari Salman al-Farisiy berkata, Rasulullah saw bersabda, "Shalat itu timbangan. Barangsiapa memenuhinva ia pun akan dipenuhi. Dan barangsiapa mencuranginya. sungguh kalian telah tahu apa yang dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya:

وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ

Artinya: Kecelakaan (Wail) besarlah bagi para muthaffif (Al-Muthaffifin: 1)( Sanadnya dha’if Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq (37501. Ad-Dulabi dalam Al-Kuna (2/141 ), dan Al-Baihaqi (2/291 ): dari Salim bin Abi Al-Ja’d. dari Salman. sedang dia tidak mendengar darinya. dan dia seorang mudallis (penipu). tldak menvatakan secara terang bahwa dia pernah mendengar had its darinya. Wallahu a 'lam.

Muthaffif adalah orang vang mengurangi takaran, timbangan, atau ukuran, atau shalat. Mereka diancam oleh Allah dengan Wail, satu lembah di jahannam yang karena panasnya jahannam pun minta perlindungan kepada Allah. Semoga Allah melindungi kita darinya.

Dari Ibnu Abbas. Ra.• bahwasannya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian bersujud. hendaklah meletakkan wajahnya, hidungnya. dan tangannya di atas tanah. Karena Allah Ta'a/a memerintahkan supaya bersujud dengan tujuh anggota badan: kening. hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung telapak kaki, dan supaya tidak menahan rambut atau pakaian. Barangsiapa shalat dengan tidak memberikan kepada setiap bagian tubuh tersebut haknya. maka bagian tubuh itu akan melaknatnya sampai dia selesai dari shalatnya. (Saya beium mendapatkannya sejauh pencarian yang saya  lakukan. Hanya saja Asy-Syaukani dalam An-Nail (Nail Al-Authar) (2/259). menisbatkannya pada Ismail bin Abdullah. yang dikenal dengan nama Samawaih dalam Fawaid-nya. dari jalur lkrimah. dari lbnu Abbas.)

Pada suatu ketika Hudzaifah bin Yaman melihat seseorang mengerjakan shalat, namun tidak menvempurnakan ruku' dan sujudnya. Hudzaifah pun menyapanya. "Kamu belum shalat. Andaisaja kamu mati padahal shalatmu seperti itu. sungguh kamu mati di atas selain fitrah Muhammad saw.(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (791. 808). Abdurrazzaq (3732, 3733). An-Nasa'i (3/58) !bnu Hibban (1894). Al-Baihaq1 (2/118), dalam Asy-Syu'ab (2860). Ahmad (15/384). dan Al-Baghawi (616).)

Dalam riwayat Abu Dawud Hudzaifah bertanya, "Sejak kapan kamu mengerjakan shalat seperti yang kulihat tadi?" "Sejak empat puluh tahun yang lalu.", jawab orang itu. Lalu Hudzaifah berkata, "Selama empat puluh tahun ini kamu tidak shalat sama sekali. Dan jika kamu mati, kamu mati di atas selain fitrah Muhammad  saw. (Riwayat hadits ini bukan dalam Abu Dawud. melainkan ada pada lbnu Hibban (1894). Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab (2860). dan As-Sunan (2./117).

Dari Hasan al-Bashriy bertutur, "Wahai anak Adam apalagi yang kamu banggakan dari dienmu jika shalatmu sudah kamu sepelekan? Padahal, tentang shalat itulah pertanyaan pertama yang diajukan kepadamu pada hari kiamat nanti.

Nabi saw bersabda, "Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba adalah shalatnya. ]ika shalatnya baik maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya jika kurang, sungguh telah gagal dan merugilah ia." Dan bilamana amalan Fardiu itu kurang sempurna Allah berfirman, ''Lihatlah, apakah hambaKu memiliki amalan sunnah untuk melengkapinya?" Demikian sampai habis seluruh amalnya.(Ditiwayatkan oleh Ahmad (2/290). Abu Dawud (8651 At-Tirmidzi (413) An-Nasa'i (1/232) lbnu Majah 14251dan Ath-Thahawi dalam Al-Musykil (3/228) dari Abu Hurairah. Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya dalam Shahih A/-Jami’ (2568)

Dengan demikian, hendaknya, sebaiknya dan seharusnya seorang hamba itu mestinya memperbanyak amalan sunnah untuk menyempurnakan amalan yang wajib. Dari Allah taufiq itu datang. Semoga kita senantianya dalam taifiq, inayah dan hidayahnya. aamiiin

Related Posts

No comments:

Post a Comment