Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Saturday, June 22, 2013

Kehidupan Alam Barzah

| Saturday, June 22, 2013
Alam Barzah Untuk memahami tentang alam barzah, terlebih dahulu dikemukakan tentang macam-macam kehidupan yang dijalani oleh manusia, mulai dari dunia sampai akhirat. Ada tiga macam kehidupan yang merupakan tahapan yang dilalui manusia, yaitu: 

Tahapan pertama, kehidupan di dunia, yaitu kehidupan sebagaimana yang kita sedang alami sekarang. Pada kehidupan di dunia ini, kita manusia pasti mengalami apa yang disebut bahagia atau sengsara, senang atau susah, jasmani dan rohani. 

Tahapan kedua, kehidupan di alam barzah, yaitu kehidupan di mana ruh manusia telah terpisah dari jasad-nya. Ruh manusia ini akan mengalami siksaan atau kenikmatan di alam penantian di kubur sampai menjelang datangnya hari akhir. Tahapan ketiga, adalah kehidupan di akhirat, yakni suatu kehidupan di mana ruh-ruh yang telah dipisahkan dari jasadnya di alam barzah itu akan disatukan kembali.

Lagu Siksa Kubur oleh Lagu-Lagu Terbaik Orkes PSP

Seorang insan Muslim hendaknya meyakini pula akan adanya alam gaib yang berhubungan dengan hari akhir, seperti: alam barzah, ba'ats, mahsyar, hisab, mizan, surga dan neraka, karena jelaslah bahwa kehidupan di alam barzah adalah kehidupan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat. Alam barzah disebut juga alam kubur. Kehidupan di alam barzah adalah ibarat masa atau periodetransit dan penantian yang panjang. Di alam barzah ini semua ruh berkumpul menanti untuk memasuki kehidupan akhirat. Di tempat ini pula berlaku kenikmatan dan siksaan terhadap jasmani dan rohani. Akan tetapi kemudian rohani akan terputus dari jasmaninya. Orang-orang yang selama hidupnya di dunia banyak mengerjakan amal shaleh, yang bertaqwa kepada Allah akan mendapat perlakuan yang menyenangkan dari malaikat. Sebaliknya orang-orang kafir, orang-orang yang hidupnya di dunia banyak melakukan kejahatan dan kemaksiatan akan mendapat perlakuan yang kasar dan siksaan dari malaikat. Tiada hari tanpa kenikmatan, atau sebaliknya tiada hari tanpa siksaan di alam transisi itu. 

Sehubungan dengan hal tersebut, Rasulullah saw. pernah bersabda yang artinya sebagai berikut. 

"Adapun hamba yang mukmin, apabila telah putus dari dunia untuk mendatangi akhirat, maka akan turun malaikat dari langit, berwajah putih bagaikan matahari, membawa kafan dari kafan surga, dan wewangian, pengawet kerusakan. Kemudian mereka akan duduk dan datanglah malaikat maut mendatanginya. Malaikat duduk di dekat kepalanya seraya berkata: "Wahai ruh yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya". Maka ruh itu akan keluar bagaikan mengalirnya air dari tempat minum. Adapun orang kafir, ketika mereka akan meninggal, datanglah malaikat yang berwujud hitam, seraya berkata: "Hai jiwa yang jahat keluarlah engkau ke arah murka Allah". Kemudian dicabut ruh mereka dengan kasar. 

"Berkaitan dengan nikmat dan siksa kubur, Rasulullah bersabda yang artinya: 

Jika seorang (mayit) dikubur dan ia ditinggalkan oleh teman-temannya, maka ia akan mendengar bunyi sandal mereka, maka saat itu ia didatangi oleh dua malaikat yang kemudian mendudukkannya dan bertanya, "Bagaimana pendapatmu dulu tentang orang ini - yakni, Muhammad saw.?" Adapun orang mukmin akan menjawab, "Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba dan Rasul Allah". (Sebagai imbalannya), malaikat itu berkata, "Lihatlah tempatmu di neraka sana telah diganti oleh Allah dengan tempat duduk dan surga, kemudian ia melihat kedudukannya, lalu di kubur ia merasa lapang. Adapun seorang munafik atau kafir, ketika ditanya, "Bagaimana pendapatmu dahulu tentang orang ini?" Maka ia menjawab, "Saya tidak tahu dan tidak pernah membaca (namanya). Lalu ia dipukul dengan palu dan besi sehingga ia menjerit kesakitan, yang suaranya terdengar oleh makhluk di sekitarnya, kecuali manusia dan jin." 

Mengenai kebenaran adanya nikmat dan siksa kubur ini dapat diterima oleh akal sehat atas dasar iman yang mantap. 

Roh orang yang beriman akan diangkat ke langit. Maka Allah akan berkata: "Tulislah hamba-hamba-Ku ini pada derajat tertinggi di surga dan kembalikan jasadnya ke dalam bumi', Maka berkatalah malaikat kepadanya, "Siapakah yang memberitahu kepadamu?" Saya membaca kitab Allah dan saya beriman kepadanya, jawabnya. Kemudian terdengarlah panggilan dari langit. "Benar sekali hamba- Ku. Maka bukalah sebuah pintu surga dan masukkanlah. Kemudian luaskanlah dia di dalam surga itu". 

Ketika pintu surga terbuka, maka terasalah baunya yang harum semerbak. Lalu datanglah seorang laki-laki yang berwajah tampan, berpakaian indah, berbau wangi, seraya berkata, "Bergembiralah Anda dengan segala yang menyenangkan. Hari ini adalah hari yang dijanjikan kepada Anda". Maka orang itu pun bertanya, "Siapakah Anda?" Laki-laki yang berwujud tampan menjawab. "Saya adalah amalmu yang shaleh". 

Roh orang yang kafir itu dikembalikan ke jasadnya. Dua malaikat kemudian mendatanginya, dan bertanya kepadanya: 

"Apa agamamu?" "Saya tidak tahu", jawab orang kafir tersebut. Maka malaikat pun bertanya lagi: "Siapakah orang yang diutus kepadamu?" Orang kafir itu masih menjawab seperti semula, tidak tahu". Maka terdengarlah suara dari langit: ia berdusta, maka hamparkanlah api di atasnya dan bukalah pintu neraka untuknya". Terbukalah pintu neraka dan tersebarlah panas apinya. Datanglah seorang yang buruk muka dan buruk pakaiannya, serta busuk baunya, seraya berkata: "Bergembiralah Anda dengan perbuatan buruk Anda. Inilah harimu yang dijanjikan: orang kafir itu bertanya: "Siapakah Anda? Wajahmu buruk membawa celaka". Orang buruk itu menjawab: "Aku adalah amalmu yang jahat." 

Dua cerita di atas menunjukkan bahwa manusia itu akan mendapat kenikmatan atau siksaan di alam kubur. Amal-amal shaleh yang telah diamalkannya selama di dunia akan menampakkan diri kepadanya. Begitu pula amal perbuatannya yang jelek dan roh manusia pun tergantung pada amal perbuatannya. Maka bagi ruh yang jahat, langit tidak akan menerima kecuali ada unta yang mampu memasuki lubang sebuah jarum, namun ini mustahil terjadi. 

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf (7) ayat 40: 

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat- ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat

Related Posts