Makna, Pengertian Permainan Sepak Bola dalam Islam

Apa yang engkau ketahui tentang makna dan pengertian tentang permainan sepak bola? Sesungguhnya, permainan sepak bola itu itu adalah kegilaan yang menguasai akal para generasi zaman sekarang. Hanya karena permainan sepakbola itu diadakanlah pertempuran dan peperangan, sehingga mendatangkan korban. Dan hanya karena untuk mengagungkannya diceraikan para istri dan diputuskanlah tali kekerabatan. Selain itu juga bisa menyebabkan seorang saudara menusukkan pisau ke saudaranya yang lain. Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah.

Dan pada hari diadakannya turnamen permainan sepak bola antara dua kelompok yang bersinar. Seakan-akan pertempuran yang menghancurkan telah diumumkan dan umbul-umbul telah dikibarkan. Dan stasiun-stasiun penyiaran telah menguasainya dengan menyiarkannya di layar kaca. Selain itu genderang terompet dan lagu-lagu kebersamaan serta teriakan-teriakan keras telah siap mengambil bagian.

Apabila engkau berteriak untuk mendebat salah seorang dari mereka yang tertimpa kebingungan dalam mengendalikan bola maka dia berkata dengan mulut lebar: Sesungguhnya sayalah olah ragawan itu"

Hal dan kejadian di atas adalah  salah satu bentuk kisah kita tentang permainan sepak bola, permainan yang penuh dengan kebohongan. Inilah bentuk permainan yang menyimpang sebagaimana dilihat oleh para pemuda kita.

Adapun bentuk pcrmainan ini yang sebenarnya apabila kita pahami semangat Islam dan metodenya dalam membina kelompok-kelompok, akan mendapatkan bahwa permainan sepak bola adalah salah satu permainan yang disucikan oleh Islam dan mensucikan ajaran-ajarannya. Yaitu wahana yang mengajarkan pelajaran di dalam kelompok dan bukan dalam ketercerai beraian  dalam kesatuan serta bukan pula dalam perpecahan. Akan tetapi pelajaran kasih sayang dan bukan dalam kebencian dan permusuhan. Permainan Sepak bola adalah permainan yang menguatkan bahwa tujuan-tujuan tidak mungkin dapat terealisasikan kecuali dengan semangat kebersamaan.

Dan ada sebuah pertanyaan yang diberikan kepada yang mengibarkan bendera fanatisme buta, sedangkan dia tidak memahami olah raga kecuali hanya nama saja. Dan pernah juga ditanyakan kepadanya dengan pertanyaan sebagai berikut, apakah dia bisa bermain sendiri untuk merealisasikan tujuan secara sendiri meskipun dia memiliki kecakapan?

Sekali-kali tidak akan pernah terjadi.

Karena bola akan dikuasai di bawah kakinya dan akan menjadi rebutan kelompok lain. Dan kelompok yang dapat merealisasikan tujuan yang bersih adalah kelompok yang menggunakan semangat kebersamaan.

Apakah kita telah mendapatkan pelajaran dari sekolah sepak bola dimana kita fanatik kepadanya?

Apakah pemerintahan dan seluruh masyarakat mengetahui bahwa semangat ketercerai beraian dan pemaksaan pendapat itu akan menyebabkan kekalahan dan kehancuran yang diingkari oleh pertunjukan kepahlawanan dalam semua medan pertempuran?

Sangat disayangkan sekali kita tidak dapat menangkap pelajaran itu. Hati kita memiliki sarana untuk mencapai tujuan. Dan kita percaya bentuknya tapi kita mengingkari esensinya. Kita memperhatikan zhahirnya dan  menyampaikan batin di belakang punggung kita.

Apa arti kita menyembah klub dan fanatik kepadanya?

Itu berarti kita masih berpikiran dangkal, bercakrawala sempit, egoisme, mau menang sendiri, tidak memahami sesuatupun tentang hakekat semangat sportifitas. Dan dari salah satu macam olah raga itu tidak di dapatkan kecuali hanya tepuk tangan yang memusingkan dan teriakan yang melenakan.

Sesungguhnya kami tidak memaksa diri anda untuk berangan-angan bergabung dalam sebuah klub dan kemudian memotifasinya. Akan tetapi disana ada perbedaan yang besar antara keberanian dan fanatisme. Bahasa tukang pemecah batu adalah batu bata. Bahasa semangat sportivitas yang kita pelajari adalah senyum apabila kita mengalami kekalahan dan rendah hati apabila mendapatkan kemenangan. Dan kita telah mempelajari bahwa hari terus berputar.

Hari ini adalah hari kekalahan kita dan hari ini adalah hari kemenangan kita
Hari ini untuk para perempuan dan hari ini untuk merajut benang,

Sesungguhnya Rasulullah shallallabu 'alaihi wa sallam memberikan contoh yang ideal kepada kita dalam semangat sportifitas. Dengan demikian, mudah-mudahan kita dapat memperhatikan dan memahanu pelajaran yang diberikan.

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu, dia berkata: Unta betina Nabi tidak dapat berlari. Maka datang seorang badui menaiki anak untanya dan kemudian mendahuluinya. Melihat hal itu unta betina rasul pun mengejarnya sehingga membuat susah para shahabat Nabi shalbllahu 'alaihi wa sallam.

Akan tetapi pendidik yang agung mempergunakan waktu untuk mendidik mereka semangat sportifitas dan memberikan pelajaran kepada mereka bahwa duduk di atas kehinaan dunia tidak akan selamanya bagi seseorang. Dengan demikian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallarn bersabda,

Sesungguhnya hak atas Allah Azza wa jalla tidak mengangkat sesuatu dari dunia kecuali kemudian merendahkannya." (Hadits Syanj)

Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah untuk diri kita sendiri dan untuk orang orang yang fanatik mudah-mudahan selalu diberi ampunan dan kesehatan serta kesembuhan dari semua penyakit.
Load disqus comments

0 Comments