Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Showing posts with label Shalat Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Shalat Sunnah. Show all posts

Monday, June 30, 2014

no image

Cara Sholat Taubat dan Doanya

Sholat taubat merupakan sholat sunnah yang dilakukan setelah seseorang melakukan dosa atau merasa berbuat dosa, dan kemudian bertaubat kepada Allah swt. Bertaubat dari sesuatu dosa artinya adalah seseorang menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya dan berniat untuk tidak akan melakukannya lagi disertai permohonan ampunan kepada Allah swt

Cara sholat taubat pada intinya adalah sama seperti tata cara sholat fardhu dengan jumlah rakaat sholat antara 2, 4 sampai 6 rakaat, dengan setiap2 rakaat salam. Setelah sholat kemudian berdzikir dan berdoa dengan doa sholat taubat.

Hal-hal yang penting dalam sholat taubat adalah sebagai berikut :

1. Bacaan atau lafadz niat sholat taubat adalah sebagai berikut :

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةَ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى. الله اكبر

Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala. Allahu Akbar

Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah. Allah Maha Besar

2. Doa sholat taubat

Setelah selesai sholat taubat, kemudian berdzikir setelah sholat, kemudian membaca doa sholat taubat dengan Bacaan doa sholat taubat adalah sebagai berikut :

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِىْ لَااِلَهَ اِلّاَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمِ لَايَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّاوَلاَ نَفْعًا وَلَامَوْتاً وَلَاحَيَاةً وَلَانُشُوْرًا.

Artinya : saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah, Tuhan yang hidup terus dan selalu mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

3. Memperbanyak membaca induk istighfar

Pada sholat tasbih, sangat baik dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca induk istighfar yang bacaannya adalah sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَااِلَهَ اِلّاَ اَنْتَ. خَلَقْتَنِى وَاَنَاعَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ. اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِى فَاِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ

Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu sedapat mungkin aku lakukan. Aku mohon berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah Engkau ciptakan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tidak ada yang dapat memberi pengampunan, kecuali hanya Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan dari segala kejahatan apa yang kulakukan.

Dalil hadits Nabi yang menerangkan tentang anjuran dari Rasulullah untuk mengerjakan sholat taubat adalah sebagai berikut :


مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرثُمَّ يُصَلِّىثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّه؛َ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ اولئك جزاءهم مغفرة من ربهم وجنات تجرى من تحتهاالانهار خالدين فيها

Artinya : Setiap orang yang pernah berbuat dosa, kemudian segera bergerak dan berwudhu', kemudian sholat lalu memohon ampunan dari Allah, pasti Allah akan memberikan ampunan baginya. Setelah itu dibacanya surat ini : Mereka yang pernah mengerjakan kejahatan atau telah berbuat dosa terhadap dirinya sendiri, lalu mereka segera ingat kepada Allah, terus memohon ampunan atas dosanya. Siapa pula yang akan mengampuni segala dosa kalau bukan Allah. Sesudah itu mereka insyaf dan sadar bahwa tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa seperti yang sudah-sudah, maka mereka itu akan diganjar dengan suatu pengampunan dari Allah dan akan diberi pahala dengan surga dimana dibawahnya mengalir air sungai-sungai, nun disitulah tempat mereka kekal abadi.

Perilaku taubat merupakan kewajiban bagi kita manusi selaku manusia dimana sudah kodratnya menjadi tempat berbuat salah dan dosa. Hendaknya setiap kita melakukan dosa seperti yang telah diterangkan di atas, hendaknya kita melakukan sholat taubat dengan tata cara sholat taubat beserta doa sholat taubat seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah dalam hadits di atas agar kita memperoleh pengampunan atas dosa-dosa kita.

Saturday, June 28, 2014

no image

Urutan Tata Cara Sholat Tasbih Rinci

Sholat tasbih ialah salah satu sholat sunnah yang bisa dikerjakan pada malam hari ataupun pada siang hari dan yang juga dianjurkan selain sholat malam sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Nabi Muhhamd saw kepada mamaknya Sayyidina Abbas Ibn Abdul Muthalib. Bagaimana cara sholat tasbih yang benar sesuai ajaran Nabi?

Sholat tasbih ini apabila memungkinkan hendaknya dilakukan pada tiap-tiap malam, kalau tidak bisa tiap malam, maka dikerjakan sekali seminggu, kalau juga tidak bisa seminggu sekali dapat juga dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali dan kalau tidak bisa setahun sekali, setidak-tidaknya sekali dalam seumur hidup.

Sholat ini disebut sholat tasbih karena di dalamnya dibacakan tasbih sehingga dalam 4 rakaat itu berjumlah 300 tasbih. Adapun waktu pelaksanaan sholat tasbih adalah sebagai berikut :
  • Apabila dikerjakan pada siang hari, sebaiknya dikerjaan empat rakaat dengan satu kali salam.
  • Apabila dikerjakan pada malam hari, sebaiknya empat rakaat itu dijadikan dua salam.
Cara sholat tasbih secara runtut adalah sebagai berikut :
  • Berdiri lurus menghadap kiblat, kemudian berniat sholat tasbih dengan lafadz niat sholat tasbih adalah sebagai berikut :
Niat sholat tasbih di waktu malam
. أُصَلِّي سُنَّةَ اْلتَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْن لِلَّهِ تَعَالَى. الله اكبر
Artinya : Aku niat sholat tasbih dua rakaat, karena Allah Ta'ala. Allahu Akbar
Niat sholat tasbih di waktu siang
. أُصَلِّي سُنَّةَ اْلتَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى. الله اكبر
Artinya : Aku niat sholat tasbih empat rakaat, karena Allah Ta'ala. Allahu Akbar
  • Membaca doa iftitah, membaca al-fatihah dan surat dalam al-Qur'an, kemudian sebelumnya ruku' membaca tasbih 15 kali. Bacaan tasbih adalah sebagai berikut :
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر ولا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ العليّ العظيم
Dibaca : subhanallah, wa al-hamdulillah wa laa ilaha illa Allah wa Allah Akbar wa laa haula wala quwwata illa billahil 'Aliyyil 'adzimi
Artinya : Maha suci Allah Yang Maha Esa segala puji bagi Allah dan Allah Dzat yang Maha Agung.
  • Kemudian Ruku' dan setelah membaca tasbih Ruku', lalu membaca pula tasbih seperti tersebut di atas 10 kali, kemudian I'tidal, lalu membaca pula tasbih seperti tersebut di atas sebanyak 10 kali lalu dilanjutkan sujud.
  • Di waktu sujud, sehabis membaca tasbih sujud, kemudian membaca tasbih seperti yang tersebut di atas sebanyak 10 kali, lalu duduk antara dua sujud dan membaca doa duduk antara dua sujud.
  • Setelah selesai membaca doa duduk antara dua sujud, lalu membaca tasbih seperti tersebut di atas sebanyak 10 kali, kemudian sujud yang kedua.
  • Pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih, kemudian membaca tasbih seperti yang tersebut di atas sebanyak 10 kali, lalu sebelum berdiri ke rakaat kedua kita hendaknya "duduk istikharah" lalu sambil duduk istikharah itu kita membaca tasbih seperti tersebut di atas sebanyak 10 kali.
Demikianlah kita laksanakan pada rakaat pertama ini, apabila kita hitung seluruh bacaan tasbihnya berjumlah 75 kali tasbih, dan 75 kali tasbih, dan 75 x empat rakaat = 300 tasbih.

Untuk lebih jelasnya jumlah bacaan tasbih pada sholat tasbih, dapat kita nyatakan sebagai berikut :

Setelah kita selesai membaca surat pada rakaat pertama :
  • Sambil berdiri membaca tasbih ...................15 kali
  • Waktu Ruku' membaca tasbih lagi ..............10 kali
  • Waktu I'tidal membaca tasbih lagi ..............10 kali
  • Waktu sujud membaca tasbih lagi ...............10 kali
  • Waktu duduk di antara dua dujud membaca tasbih ..........10 kali
  • Waktu sujud kedua membaca tasbih ............10 kali
  • Waktu duduk istikharah hendak berdiri .......10 kali
Maka Jumlah keseluruhan adalah 75 kali tasbih
Dikalikan empat rakaat maka jumlah tasbih yang dibaca adalah 300 kali tasbih
Ketika pelaksanaan sholat tasbih, Andaikan kita kelupaan dalam membaca tasbih pada salah satu tempat yang tersebut di atas, maka bacaan tasbih yang kelupaan tersebut dapat digantikan pada tempat berikutnya, agar tetap tasbihnya berjumlah 300 kali tasbih.

Demikianlah penjelasan tata cara sholat tasbih secara rinci beserta tempat-tempat bacaan tasbih dan jumlahnya pada tiap tempat.

Friday, June 27, 2014

no image

Cara dan Doa Sholat Tahajud yang Dianjurkan

Melengkapi tentang sholat nafilah yaitu sholat yang dianjurkan selain sholat fardhu, kali ini akan memaparkan salah satu sholat nafilah yaitu sholat tahajud yang meliputi cara sholat tahajud, doa sholat tahajud, keistimewaan, faedah atau keutamaan sholat tahajud.

Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam dengan jumlah rakaat sedikitnya adalah dua rakaat dan paling banyak adalah tidak terbatas. Waktu pelaksanaan sholat tahajud adalah setelah sholat isya hinga terbit fajar (waktu sholat subuh tiba).

Sholat tahajud merupakan salah satu jenis dari sholat malam. Dikatakan sholat malam tahajud apabila dilakukan sesudah bangun dari tidur malam, meskipun tidurnya hanya sebentar. Sehingga apabila dikerjakan tanpa tidur sebelumnya,maka sholat dilakukan bukanlah sholat tahajud, akan tetapi sholat sunnah saja seperti witir, sholat hajat dan sholat malam lainnya.

Pembagian waktu yang lebih utama dan paling utama dalam melakukan sholat tahajud dibagi menjadi tiga bagian waktu dalam sepanjang malam, yaitu :
  • Sepertiga malam pertama yaitu kira-kira dari jam 7 malam sampai jam 10 malam ini disebut saat atau waktu utama.
  • Sepertiga malam kedua, adalah kira-kira dimulai dari jam 10 malam hingga jam 1 dini hari. Waktu ini disebut saat atau waktu utama yang paling utama.
  • Sepertiga malam ketiga adalah kira-kira dari jam 1 dini hari sampai dengan masuknya waktu shubuh. Ini adalah saat atau waktu yang paling utama.
Pembagian waktu malam untuk sholat tahajud tersebut di atas adalah berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw yang artinya adalah sebagai berikut :

"Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru : Adakah orang-orang yang memohon (berdoa), pasti akan Kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan Ku beri dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Ku ampuni baginya."

Cara sholat tahajud pada prinsipnya sama seperti urut-urutan cara melaksanakan sholat fardhu yaitu sebagai berikut :
Niat Sholat tahajud

Lafdz niat untuk sholat tahajud adalah sebagai berikut :

 اصلّى سنّة التّهجّد ركعتين لله تعلى. الله اكبر

"Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat, karena Allah Ta'ala" Allahu Akbar

Doa sholat tahajud

Doa-doa yang dibaca setelah sholat tahajud atau sesudahnya sebaiknya dari ayat-ayat Al-Qur'an atau hadits, Contohnya dari al-Qur'an seperti :

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: Ya Allah Tuhan kami! berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka.” (Surat. al-Baqarah ayat 201)

Dalam hadits riwayat al-Bukhari, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidur di tengah malam, lalu sholat tajahjud dan membaca doa sebagai berikut :

للّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ اَوْلاَ اِلَهَ غَيْرٌكَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قٌوَّةَ إِلاَّ باللهِ

“Ya Allah! bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segal isinya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji. Engkaulah raja penguasa langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji. Engkaulah Yang Hak, dan janji-Mu adalah benar, dan perjumpaan dengan-Mu itu adalah hak (benar), dan firman-Mu adalah benar, dan surga adalah hak, dan neraka adalah hak, dan nabi-nabi itu hak benar, dan Nabi Muhammad saw adalah benar, dan saat hari kiamat itu benar. Ya Allah! kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakkal), kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada Engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan yang sebelumnya, baik yang kami sembunyikan, maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tiada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul 'Alamin. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah.

Sesudah kita membaca doa sholat tahajud tersebut di atas, hendaknya kita memperbanyak membaca istighfar, Adapun bacaan istighfar yang biasa adalah :

استغفر الله العظيم واتوب اليه

 dibaca : Astaghfirullahal 'Adzimu Wa'atubu ilahi
Artinya : Kami memohon ampunan kepada Allah yang maha agung dan kamipun bertaubat kepada-Nya

Adapun bacaan istighfar yang lengkap lagi yang juga dari Rasululah saw adalah : ‬‎    

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَمَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنْتَ

Artinya : Ya Allah, Engkaulah Tuhan Kami, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau Dzat yang telah menjadikan kami, dan kami adalah hamba-Mu, dan kamipun dalam ketentuan-Mu serta janji-Mu sedapat yang kami lakukan. Kami mohon perlindungan-Mu dari kejahatan apa saja yang kami lakukan, kami mengakui kenikmatan yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan kami juga mengakui akan doosa kami, karena itu berilah ampunan kepada kami, sebab sesungguhnya tidak ada yang memberi pengampunan kecuali Engkau sendiri.

Setelah selesai membaca doa bacaan istighfar tersebut, lalu pergilah berbaring kembali tidur, sambil membaca ayat kursi, kemudian surat al-ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.

Keistimewaan, Faedah atau keutamaan sholat tahajud

Sholat tahajud adalah sholat malam yang sangat dianjurkan sebagaimana firman Allah dalam al-Qur'an al-Karim Surat Bani Israil ayat 79 yang berbunyi :

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

Artinya : hendaklah engkau gunakan waktu malam itu untuk sholat tahajud, sebagai sholat sunnah untuk dirimu, mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan keududkan tang baik.

Sholat tahajud adalah merupakan sholat malam yang mana dalam sabda nabi sholat malam merupakan jalan menuju ke surga. Yang sebaiknya dan hendaknya kita kerjakan setelah berdoa sholat tahajud adalah memperbanyak istighfar kepada Allah dengan bacaan istighfar

Tuesday, June 24, 2014

no image

Urutan dan Doa Sholat Dhuha Lengkap

Untuk mengawali bahasan tentang doa sholat dhuha lengkap, mari kita kenali apa itu sholat dhuha? Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu matahari sedang naik dengan jumlah rakaat sholat sekurang-kurangnya adalah dua rakaat dan boleh mengerjakannya empat rakaat, enam rakaat atau hingga delapan rakaat. Apabila ingin melaksanakan sholat dhuha 4 rakaat dan seterusnya. Setelah menyelesaikan 2 rakaat, maka kemudian salam dan dilanjutkan 2 rakaat berikutnya dan seterusnya. Setelah itu membaca doa sholat dhuha.

Waktu pelaksanaan sholat dhuha seperti yang sudah diutarakan di atas adalah pada waktu matahari sedang naik. Maksudnya adalah ketika matahari sedang naik setinggi kurang lebih 7 hasta atau dari pukul tujuh hingga sampai masuk waktu sholat dhuhur.

Urutan cara sholat dhuha adalah sebagai berikut :
  • Bersuci dari hadats kecil bisa dengan cara wudhu atau cara tayammum jika tidak ada air atau alasan sakit.
  • Setelah wdhu atau tayammum selanjutnya adalah menuju tempat sholat dan berniat sholat dhuha. Lafadz bacaan niat sholat dhuha adalah :
أصَلِّي سُنَّةَ الضُحَى رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
Dibaca“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinnya : “Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”
Dalam membaca salah satu surat al-Qur'an untuk lebih utamanya dianjurkan agar pada rakaat pertama pada sholat dhuha surat yang dibaca adalah surat Asy-Syamsu [Wasy Syamsi Wadlhuhaha...dst] dan pada rakaat kedua suart al-Qur'an yang dibaca adalah surat Adl-Dluha [Wadl-Dluhaa wa-laili...dst]
Jika melakukan sholat dhuha lebih dari dua rakaat, maka rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Doa sholat dhuha

Doa yang dibaca setelah sholat dhuha adalah

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ 
Arti doa sholat dhuha di atas adalah : “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu, Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram, sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha-Mu, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Itulah runtutan tata cara secara urut sholat dhuha dan doa sholat dhuha lengkap beserta artinya.
Sebagai motivasi tambahan bagi kita agar bersemangat melakukan sholat dhuha hanya karena Allah, berikut ini adalah sebuah hadits nabi Muhammad SAW tentang sholat dhuha akan dapat menghapus dosa :

Hadtis Riwayat Tirmidzi yang artinya : siapa saja yang dapat mengerjakan sholat dhuha dengan langgeng,akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosanya itu sebanyak busa lautan. [Hr. Tirmidzi]...Subhanallah.......

no image

3 Cara Mengerjakan Sholat Minta Hujan

Sholat minta hujan atau disebut juga sholat istisqa' adalah sholat sunnah untuk memohon atau meminta hujan yang disunnahkan untuk dikerjakan bagi orang-orang musafir atau orang-orang yang bermukim. Sholat ini dikerjakan manakala tidak ada hujan turun dan sangat mengharapkan atau menghajatkan air.

Ada tiga cara untuk melaksanakan sholat minta hujan atau sholat memohon hujan (istisqa'), 3 cara mengerjakan sholat minta hujan yaitu sebagai berikut :
  • Hanya berdoa saja pada sembarang tempat dan waktu dengan suara yang nyaring atau suara lemah.
  • Denganc cara menambahkah doa istisqa' yaitu doa minta hujan pada saat atau waktu khotbah jum'at.
  • Dengan melakukan shalat dua rakaat yang disertai dengan dua khotbah. Inilah yang disebut dengan sholat minta hujan
Tata cara Sholat minta hujan

Sholat minta hujan didahului dengan niat sholat minta hujan. Lafadz niat sholat minta hujan yaitu :

أصلى سنة الإستسقاء ركعتين (إماما / مأموما) لله تعالى. الله اكبر

Artinya : Aku niat sholat sunnah istisqa' dua rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta'ala. Allahu Akbar

Urutan cara melaksanakan sholat minta hujan adalah sebagai berikut :
  • Tiga hari sebelum mengerjakan sholat istisqa', ulama atau imam memerintahkan kaumnya agar berpuasa selama tiga hari dan menganjurkan kepada kaumnya juga untuk berbuat baik seperti sodakoh, bertaubat dari segala dosa, mengusahakan perdamaian dengan orang-orang yang dianggap musuh atau lawan, dan menghindari serta melepaskan semua tindakan kedzaliman.
  • Pada hari yang ke-empat, semua penduduk diminta untuk keluar rumah termasuk juga binatang ternak ke tanah lapang untuk melakukan sholat istisqa'. Ketika keluar ke tanah lapang sebaiknya dan hendaknya berpakaian sederhana, tidak memakai wangi-wangian serta tidak berhias. Dan selama itu juga dianjurkan kepada seluruh  penduduk hendaknya memperbanyak membaca istighfar yang artinya memohon ampun.
  • Sholat minta hujan dua rakaat dengan niat sholat seperti di atas. Setelah salam, kemudian khotib sholat istisqa' membacakan dua khotbah dan pada khotbah yang pertama dimulai dengan membaca istighfar 9 kali dan pada khotbah yang kedua dimulai dengan membaca istighfar sebanyak 7 kali.
Pelaksanaan khotbah istisqa'

Ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan antara khotbah jum'at dengan khotbah istisqa', perbedaan tersebut yaitu :
  • Ketika khotbah siunnahkan untuk memakai selendang.
  • Isi khotbah istisqa' ketika sholat minta hujan adalah berisi anjuran untuk beristighfar dan merendahkan diri kepada Allah serta berkeyakinan bahwa Allah akan mengambulkan untuk menurunkan hujan,
  • Ketika kita berdoa hendaknya mengangkat kedua tangan lebih tinggi hingga terbuka antara lengan dan badannya.
  • Pada khotbah yang kedua, ketika berdoa hendaknya khotib berpaling ke kiblat yang artinya membelakangi makmum dan bersama-sama semuanya berdoa terus. Dalam berdoa hendaknya khotib berdoa dengan suara yang lemah menurun (tekanan suara irama memohon). Ketika khotib berdoa dengan suara nyaring, maka makmumnya pun juga mengikuti imam untuk berdoa dengan suara nyaring.
  • Ketika berpaling ke kiblat, khotib hendaknya merubah selendangnya yang kanan ke kiri dan yang di atas ke bawah
Lafadz bacaan istighfar dan doa istisqa'

سْتَغْفِرُاللهَ الّذِيْ لاَ اِلَهَ اِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوّمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi

Artinya : Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.

Doa-doa istisqa'-sholat minta hujan dan artinya.

Doa-doa berikut ini adalah dibaca ketika sholat minta hujan.

اَللَّهُمَّ اسْقِنَا اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلقَافِطِيْنَ

Artinya : Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.

اَللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَالآكَامِ وَ مَنَابِتِ الشَّجَرِ وَ بُطُوْنِ اْلأَدْوِيَةِ. اَللَّهُمَّ هَوَالَيْنَا وَ لاَ عَلَيْنَا

Artinya : Ya Allah curahkanlah hujan itu di atas tumpukan-tumpukan tanah (gumuk), bukit-bukit, tempat pepohonan, tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan dilembah-lembah. Ya Allah, curahkanlah di sekeliling kami dan jangan di atas kami
 
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ وَ لاَ تَجْعَلْهَا سُقْيَا عَذَابٍ وَ لاَ مَحْقٍ وَ لاَ بَلاَءٍ وَ لاَ هَدْمٍ وَ لاَ غَرَقٍ

Artinya : Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat dan janganlah Tuhan jadikan hujan ini sebagai siraman siksa dan janganlah Tuhan menjadikan hujan inisuatu siraman yang memusnahkan harta benda, dan mara bahaya dan jangan siraman yang menghancurkan dan menenggelamkan.
اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْعًا سَحًّا عَامًّا غّدَقًا طَبَقًا مُجَلِّلاً دَائِمًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلقَافِطِيْنَ

Artinya : Ya Allah siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan, menikmatkan, menyenangkan, menyuburkan, mengalirkan ke segenap penjuru, banyak air dan kebaikannya, memenuhi sungai-sungai dan selalu mengalir merata hingga sampai hari kiamat, Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami, dan janganlah Tuhan jadikan kami orang-orang yang berputus asa.
 
اَللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَ اْلبِلاَدِ مِنَ اْلجَهْدِ وَ الْجُوْعِ وَ الضَّنْكِ مَا لاَ نَشْكُو إِلاَّ إِلَيْكَ

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya hamba Allah dan negeri tengah ditimpa kemelaratan dan kelaparan dan kesempitan hidup dan kami tidak dapat mengadukan kecuali kepada-Mu (Allah).
 
اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَ أَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَ أَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلأَرْضِ وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ اْلبَلاَءِ مَالاَ يَكْشِفْهُ غَيْرُكَ

Artinya : Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman-tanaman ini untuk kami dan perbanyaklah air-air susu binatang-binatang untuk kami, tumpahkanlah barokah dari atas untuk kami, tumbuhkanlah isi bumi ini untuk kami, dan hindarkanlah kami dari mara bahaya sesuatu bencana alam yang tak akan mampu kami menghindarkannya, kecuali Engkau ya Allah

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ مِدْرَارًا

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan-Mu. Sungguh Tuhan Maha Pengampun. Tumpahkanlah hujan itu dari langit untuk kami dengan sederas-derasnya.

Itulah tata cara dan doa shoat minta hujan atau doa sholat istisqa lengkap. Semoga kita selalu mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah dari segala mara bahaya, cobaan/musibah, ujian yang sekiranya kita tidak mampu.

Monday, June 23, 2014

no image

Sholat Malam adalah Jalan Masuk Surga

Di bawah ini adalah keterangan dari beberapa hadits yang menerangkan bahwa jalan masuk surga adalah dengan sholat malam. Adapun tentang pengertian sholat malam yang dimaksud disini adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari. Jenis dan macam shalat malam antara lain : shalat tarawih, shalat witir, shalat hajat, shalat tahajjud dan shalat istikharah.

Di bawah ini akan disampaikan kutipan beberapa hadits yang menerangkan bahwa jalan masuk surga adalah dengan sholat malam. Masing-masing sholat malam tersebut di atas, mempunyai tujuan dan maksud yang berbeda-beda tergantung pada niatnya. Namun

Tentang batas waktu yang baik dalam melakukan sholat malam disebutkan dalam al-Quran al-Karim dan beberapa hadits berikut ini : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ ١  قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا ٢  نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا ٣  أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤ 

Artinya : Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
Juga kutipan hadits tentang waktu sholat malam yang baik yaitu sebagai berikut :

قال ابو مسلم، لابى ذرّى: ايّ قيام اللّيل افضل؟ قال : سئلت رسول الله صلعم، ماسألتنى، قال : جوف اللّيل الغابر قليل فاعله (رواه احمد

Artinya : Berkata Abu Muslim kepada Abu Dzar : kapan waktu sholat malam yang afdhal? Jawab Abu Dzar, bahwa saya juga pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang pertanyaanmu itu, beliau menjawab : tengah malam yang sepi, sedikit orang yang mengerjakannya.

Maksudnya, batasan sholat malam tidak mengikat, boleh separuh malam dikurangi dan boleh ditambah, larut malam biasanya sepi dan sedikit sekali orang yang mengerjakannya.

Hadits jalan masuk surga adalah dengan sholat malam

ياايّها النّاس! افشوالسّلام، واطعمو الطّعام، وصلو الارحام، وصلّوا باللّيل والنّاس نيام تدخلوااالجنّة بسلام (رواه الترمذي

Artinya : wahai manusia sebarkanlah salam dan berilah makan orang yang kelaparan dan sambunglah silaturahim dan sholatlah malam dikala orang tidur engkau akan masuk surga dengan selamat.

يتنزّل ربّنا تبارك وتعالى كلّ ليلة الى السّماء الدنيا حين يبقى ثلث اللّيل الاخر (رواه البخارى

Artinya : tuhan kami yang agung, pemberi barokah setiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir.!

Maksud dari dua hadits di atas, jalan masuk surga antara lain ditempuh dengan tiga cara : menyebarkan salam silaturahmi dan sholat di waktu malam di kala orang sedang tidur, dan waktu sholat malam yang baik adalah sepertiga malam yang terakhir

Thursday, May 29, 2014

no image

Keutamaan Sholat Malam Ringan-Tahajud

Sholat malam hendaknya kita biasakan dalam diri kita dan kita biasakan dan ajarkan kepada anak juga tentang sholat malam kepada anak. Hendaknya kita memulai dan membiasakan sesuatu yang ringan terlebih dahulu untuk menggapai hal yang berat. Sholat malam yang ringan itu yaitu sholat tahajud

Muslim dan Abu Daud meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتَحِ الصَّلاَةَ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ ٠

"Jika salah seorang dari kalian bangun malam, maka hendaknya ia membuka sholat malamnya (sholat tahajud) itu dengan dua raka'at yang ringan".

Doa sebelum sholat tahajud

Sebelum mengerjakan sholat malam tahajud, hendaknya dan sebaiknya membaca doa tahajud, berdasarkan riwayat Asy-Syaihani dari Abdullah bin 'Abbas ra., ia berkata [doa sebelum sholat tahajud]:

اَللَّهُمَّ رَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ ٬ أَنْتَ قَيِّمُ  السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ ٬ وَلَكَ  الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ  ٬ وَمَنْ فِيْهِنَّ ٬ وَلَكَ  الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ ٬ وَلَكَ  الْحَمْدُ٬ أَنْتَ  الْحَقُّ ٬ وَوَعْدُكَ  الْحَقُّ ٬ وَلِقَاؤُكَ  الْحَقُّ ٬ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ ٬ وَالنَّارُ حَقُّ٬ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقُّ٬ وَ مُحَمَّدٌ حَقُّ٬ وَالسَّاعَةُ حَقُّ٬ اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ ٬ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ٬وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ ٬ وَبِكَ خَاصَمْتُ ٬ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ ٬ فَاغْفِرْلِى مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَرْتُ ٬ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ ٬ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ ٬ وَ أَنْتَ الْمُؤَخِّرُ ٬ لاَاِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ٠

Ya Allah, Ya Tuhan Kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Eng­kaulah yang mendirikan langit, bumi dan segala isinya, segala puji hanyalah bagi-Mu, Engkaulah cahaya langit, bumi dan segala isinya. Segala puji hanyalah bagi-Mu, Engkaulah raja langit, bumi dan segala isinya, dan segala puji hanyalah bagi-Mu, Engkaulah yang Haq, janji-Mu adalah Haq, perjumpaan dengan-Mu adalah haq, perkataan-Mu adalah Haq, neraka adalah haq, para Nabi adalah haq, Muhammad adalah haq, hari kiamat adalah haq. Ya Allah hanya kepada-Mu-lah aku berserah diri, dan hanya kepada-Mu-lah aku beriman, dan hanya kepada-Mu-lah aku bertawakkal (menggantungkan diri), dan hanya kepada- Mu-lah aku kembali, hanya kepada-Mu-lah aku mengadu, hanya kepada-Mu-lah aku menyerahkan keputusan. Maka, ampunilah aku dari dosa-dosa yang telah kuperbuat dan dari kekhilafan yang mungkin aku kerjakan, dari apa yang aku kerjakan dengan sembunyi-sembunyi dan yang kukerjakan dengan terang-terangan. Engkau-lah Yang Mendahulukan dan Engkau-lah Yang Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, dan tidak ada Tuhan melainkan-Mu.

Jumlah rakaat sholat tahajud

Sholat malam (sholat tahajud) tidak mempunyai batasan dalam banyak (jumlah) raka'at-nya, boleh mengerjakan sesuai dengan kemampuan dan kemudahannya. Tersebut dalam Shahihain dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Beberapa keutamaan lainnya adalah, bahwa orang yang mengerjakan sholat malam ditulis di sisi Allah sebagai orang-orang yang dzikir kepada Allah, berdasarkan riwayat Abu Daud dari Abu Sa'id ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَشْنَى ٬ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ٠

"Sholat malam adalah dua raka'at dua raka'at, dan jika kha­watir shubuh segera tiba, maka tutuplah segera dengan sholat witir satu raka'at".

Salah satu keutamaan sholat malam tahajud adalah sebagai jalan menuju surga, seperti diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abdu 'l-Lab bin Salam ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda:

أَيُّهَاالنَّاسُ ׃ أَفْشُوْا السَّلاَمَ ٬ وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ٬ وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوْاالْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ٠

"Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah mereka makan, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang sedang nyenyak tidur, niscaya kamu masuk surga dengan selamat (damai)".

إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْصَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا كُتِبَ فِى الذَّاكِرَيْنِ وَالذَّاكِرَاتِ٠

"Jika seseorang membangunkan keluarganya (istrinya) di waktu malam, lalu keduanya mengerjakan sholat atau salah seorang sholat dua raka'at, maka ia dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang dzikir (laki-laki dan perempuan)".

Beberapa keutamaan dari sholat malam lainnya adalah sebagai cara mendekat­kan diri kepada Allah dan pelebur dosa, sebagaimana diriwayatkan Al-Tirmidzi dari Abu Umamah ra., dari Rasulullah saw. Bahwa beliau bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ ٬ وَقُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ ٬ وَمُفْكِرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الاِثْمِ٠

“Hendaknya kamu mengerjakan shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kamu, sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghapus dosa-dosa serta mencegah dari berbuat dosa".

Demikianlah paparan tentang keutamaan sholat malam tahajud dan anjuran untuk mengerjakannya dengan imbalan adalah surga. Amiin,,,,,,,

Monday, April 28, 2014

no image

Mendidik Anak, Macam-Macam Sholat Sunnah

Sholat sunnah banyak jenis dan macamnya. Sholat sunnah atau disebut juga sholat nawafil atau sholat nafilah adalah sholat yang dianjurkan untuk dikerjakan, tetapi tidak diwajibkan sehingga tidak berdosa bila ditinggalkan. Sholat sunnah yang dianjurkan diajarkan dan diikatkan kepada anak dalam upaya mendidik anak antara lain sebagai berikut:

Sholat sunnah Dhuha
Sebagaimana diriwayatkan Muslim dari Abu Dzar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً ٬  وَيَجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهَا مِنَ الضُّحَى٠

"Setiap pagi hari, dianjurkan bagi setiap sendi seseorang di antara kalian untuk melakukan sedekah dan hal itu cukup di­tunaikan hanya dengan dua raka'at sholat sunnah Dhuha yang diker­jakannya ".

Muslim juga meriwayatkan dari 'Aisyah ra.:

كاَنَ رَسُوْلُ اﷲِ صَلَّى اﷲُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى الضُّحَى أَرْبَعًا٬ وَيَزِيْدُ مَاشَآءَ٠

"Rasulullah saw. shalat sunnah dhuha empat raka'at dan beliau tambah berapa sesukanya".

Muslim meriwayatkan dari Ummu Hani ra.:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اﷲُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ

"Bahwa Rasulullah saw. sholat (dhuha) delapan raka'at".

Kesimpulan dari tiga riwayat ini adalah, bahwa shalat sunnah dhuha paling sedikitnya dua raka'at, pertengahannya empat rakaat dan paling afdhal delapan rakaat.

Waktu sholat sunnah dimulai kurang lebih setengah jam setelah terbit matahari, hingga kurang lebih satu jam menjelang waktu zhuhur.

Sholat sunnah Awwabin. 

Yaitu enam raka'at setelah shalat Maghrib, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ  لَمْ يَتَكَلَّمْ بَيْنَهُنَّ بِسُوْءٍ عَدِلْنَ لَهُ بعِبَادَةِ اثْنَتَيْ عَثْرَةَ سَنَةً٠

"Barang siapa sholat setelah sholat Maghrib enam raka'at, ia tidak bercakap-cakap buruk di antara sholat-sholat itu, maka shalatnya itu seimbang dengan ibadah dua belas tahun". 

Dan dilakukan dua raka'at dua raka'at.

Sholat sunnah Dua raka'at tahiyatu 'l-Masjid: 

Sebagaimana diriwayatkan Muslim dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ٠

"Jika salah seorang dari kamu masuk masjid, hendaknya ia tidak duduk kecuali setelah sholat dua raka'at".

Sholat sunnah Dua raka'at setelah wudhu’

Sebagaimana diriwayatkan Al-Bukhari dari Abu Hurairah ra. ia berkata:

Rasulullah saw. berkata kepada Bilal ra., "Kabarkanlah ke­padaku tentang perbuatan yang paling kamu harapkan pahalanya, yang engkau kerjakan dalam Islam, karena sesungguhnya aku mendengar bunyi kedua sandalmu di dekatku di surga". Bilal berkata, "Saya tidak melakukan suatu pekerjaan yang paling diharapkan pahalanya, kecuali bahwa aku tidaklah bersuci baik di malam hari atau disiang hari, kecuali aku shalat sesudahnya, semampu aku melakukannya".

Sholat sunnah malam. 

Sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ اَلْفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ٠

"Shalat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah shalat malam" (tahajjud)".

Muslim meriwayatkan dari Jabir, ia berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَيُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اﷲَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيّاهُ ٬ وَ ذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ ٠

"Sesungguhnya di malam hari terdapat satu saat yang jika kebetulan ada salah seorang Muslim minta kepada Allah ke­baikan dunia dan akherat, mesti Allah mengabulkan permin­taannya itu, dan itu terdapat di setiap malam".

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Umamah, dari Rasulul­lah saw. bahwasanya beliau bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اَللَّيْلِ فَاِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ ٬ وَهُوَ قُرْبَةٌ اِلَى رَبِّكُمْ وَمُفَكِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ ٬ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ٠

"Kerjakanlah shalat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang saleh, dan ia merupakan salah satu jalan untuk mende­katkan diri kepada Tuhanmu, juga sebagai penebus dosa, dan mencegah berbuat dosa".

Sholat malam, sedikitnya dua raka'at, dan banyaknya tidak terbatas. Shalat ini adalah yang paling utama karena lebih dekat kepada ikhlas.

Sholat sunnah Tarawih. 

Yaitu duapuluh raka'at dengan sepuluh salam di setiap malam bulan Ramadhan, dilaksanakan berjama'ah setelah shalat 'Isya sebagaimana diriwayatkan Al-Baihaqi dari As-Saib bin Yazud Ash-Shahabi ra.:

"Pada zaman Umar bin Khaththab, pada bulan Ramadhan mereka mendirikan shalat tarawih sebanyak duapuluh raka'at, dan mereka membaca duaratus surah. Dan pada zaman 'Utsman bin 'Affan, mereka mengerjakannya bertelekan pada tongkat mereka karena lamanya mereka berdiri".

Sholat sunnah Istikharah. 

Yaitu sebanyak dua raka'at dan se­sudahnya membaca doa seperti riwayat Jabir, yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari:

اَللَّهُمَّ إِنِيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ ٬ وَأَسْتَقْدِرُكَ  بِقُدْرَتِكَ ٬ وَأَسْأَلُكَ  مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ ٬ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ٬ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الغُيُوْبِ ٠ اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ َتَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِىْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِي وََعَاقِِبَةِ أَمْرِيْ ٬ فَاقْدُرْهُ لِيْ ٬ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ ٠

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta agar Engkau memilih­kan mana yang baik menurut-Mu, dan aku memohon agar Engkau memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu, dan aku mohon kemurahan-Mu yang agung, karena sesungguhnya Eng­kau kuasa dan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah jika Engkau tahu bahwa 'perkara ini' baik bagiku dalam agamaku, hidupku dan baik akibatnya, maka berikanlah perkara ini kepadaku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berkatilah bagiku di dalamnya. Dan jika Engkau tahu bahwa 'perkara ini' buruk bagiku, dalam agamaku, hidupku dan buruk akibatnya, maka jauhkanlah perkara ini daripadaku, dan jauh­kanlah diriku daripadanya. Berilah aku kebaikan di mana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku ini manusia yang rela menerima segala anugerah-Mu".

Kata-kata 'perkara ini' dapat diganti dengan kata-kata yang sesuai dengan kebutuhan yang dimaksud. Apa-apa yang datang, kuat dan mantap dalam hati, untuk dikerjakan atau ditinggal­kan, maka itulah yang harus dilaksanakan.

Sholat sunnah Hajat. 

Yaitu shalat dua rakaat, kemudian setelah mengerjakan shalat tersebut membaca doa di bawah ini:

لاَإِلَهَ إِلاَّ اﷲُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ٬ سُبْحَانَ اﷲِ رَبِّ الْعَرْشِ العَظِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَميْنَ ٬ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رْحْمَتِكَ ٬ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ٬ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ ٬ لاَ تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ  غَفَرْتَهُ وَ لاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتهُ ٬ وَ لاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًى إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ٠

"Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Yang Memelihara 'Arsy Yang Maha Agung. Segala puji hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu apa-apa yang mewajib­kan rahmat-Mu, dan apa-apa yang mendatangkan ampunan dari-Mu, dan keuntungan dari segala kebaikan, selamat dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa bersisa kepadaku kecuali Engkau mengampuninya. Dan tidak pula kesusahan kecuali Engkau menghilangkannya, dan tidak pula suatu kebu­tuhan yang Engkau ridhai kecuali Engkau mengabulkannya, wahai Allah Yang Lebih Penyayang dari segala Penyayang". (H. R. At-Tirmidzi).

اَللَّهُمَّ إِنِيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّيْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّيْ فِى حَاجَتِيْ لِتَقْتَضِيَ لِيْ اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ٠

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, meng­hadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Muhammad , Nabi pem­bawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku bersama­mu menghadap Tuhanku dalam hajatku agar Tuhan menga­bulkannya. Ya Allah jadikanlah Muhammad syafa'at bagiku".

Sunday, October 28, 2012

no image

Doa-doa Untuk Shalat Istisqa'

DOA-DOA YANG DIRIWAYATKAN ORANG UNTUK 1STISQA':

 اَللهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ، وَلاَ تَجْعَلْهَا سُقْيَا عَذَابٍ، وَلاَ مَحْقٍ وَلاَ بَلاَءٍ، وَلاَ هَدْمٍ وَلاَ غَرَقٍ، اَللهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَاْلاَكَامِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُونِ اْلاَوْدِيَةِ، اَللهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا، هَنِيْئًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، سَحًّا عَامًّا غَدَقًا طَبَقًا مُجَلَّلاً، دَائِمًا اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطيْنَ، اَللهُمَّ اِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ مِنَ الْجَهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ، مَالاَ نَشْكُو اِلاَّ اِلَيْكَ، اَللهُمَّ اَنْبِتْ لَنَاالزَّرْعَ وَاَدِرَّلَنَا الضَّرْعَ، وَاَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَاَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلاَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَالاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، َللهُمَّ اِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ اِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارَ، فَاَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرََارًا 

Ya Allah, jadikanlah hujan ini siraman rahmat, dan janganlah ia Engkau jadikan siraman yang menyiksa, membinasakan, memberi bencana, menghancurkan maupun menenggelamkan. 

Ya Allah, turunkanlah hujan ini ke atas bukit-bukit dan gundukan-gundukan tanah, tempat-tempat tumbuhnya pohon dan perut-perut lembah. 

Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, dan tidak membaha¬yakan kami. 

Ya Allah, siramlah kami dengan hujan yang menyelamatkan, yang mudah, nyaman lagi menyuburkan, yang lebat, banyak, merata dan menyeluruh, yang lestari sampai hari kiamat. 

Ya Allah, siramlah kami dengan hujan dan Janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang berputus asa. 

Ya Allah, sesungguhnya hamba-hamba-Mu dan negeri ini tengah di¬timpa kesusahan, kelaparan dan kesempitan, yang kami tak bisa mengadu selain kepada-Mu. 

Ya Allah, tumbuhkan tanaman untuk kami, kucurkan susu deras-deras untuk kami, turunkan kepada kami berkat-berkat dari langit, tumbuh¬kan untuk kami berkat-berkat dari bumi, dan hilangkan dari kami ben¬cana, yang tak bisa dihilangkan oleh selain Engkau. 

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun. Maka, kirimlah hujan kepada kami dengan deras. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari: 967, Muslim: 897, Abu Daud: 1169, dan asy-Syafi'i: al-Umm 1/222 dan lain-lainnya). 

Az-Zhirab: jamak dari zharib, artinya bukit kecil. 

Al-Akam: jamak dari akamah, artinya: gundukan tanah atau dataran tinggi yang luas. 

Ghaitsan: hujan. 

Mughitsan: yang menyelamatkan dari kesusahan. 

Hanl'an: yang mudah, tanpa gangguan apa pun. 

Mari'an (dengan Hamzah): yang baik akibatnya lagi menumbuhkan. 

Mari'an (dengan 'Ain): yang memuat perkembangan. Maksudnya, menyuburkan. Sahhan: lebat turunnya ke atas bumi. 

Ghadqaa: banyak 

Thabaqan: merata ke segala penjuru bumi. 

Mujallalan: Menyeluruh dan mencakup ke segala tempat. 

Da'iman: yang manfaatnya berlangsung terus sampai hajat terpenuhi semuanya. 

Al-Qanithin: orang-orang yang berputus asa karena hujan lama tak turun. 

Al-Jahdu: kesusahan. 

Adh-Dhanku: kesempitan dan kesengsaraan. 

Adirra: dari kata al-ldrar (memperbanyak). 

Adh-Dhar'a: dari kata Adhra'ati 'sy-Syatu, artinya: kambing itu menurunkan susunya sebelum melahirkan anak.
no image

Shalat Ketika Lama Tidak Turun Hujan

Shalat Istisqa ialah shalat yang disyari'atkan melakukannya ketika lama tidak hujan, atau sumber-sumber air mengering. Hukumnya sunnah ketika penyebabnya itu terjadi, dan tidak lagi disunnatkan bila penyebabnya telah hilang, umpamanya hujan sudah turun atau sumber-sumber air telah mengucur. 

CARA SHALAT ISTISQA' 

Ada tiga cara yang dianjurkan untuk meminta turunnya hujan (is-tisqa'): Yang paling sederhana, semata-mata berdoa kapan saja yang disukai. Meningkat sedikit, berdoa sesudah ruku' pada rakaat terakhir dari shalat fardhu, atau sesudah tiap-tiap shalat. Sedang yang paling sempurna, yaitu yang sengaja diterangkan pada Bab Shalat Istisqa' tersendiri ini, ialah dengan melakukan cara-cara berikut: 

PERTAMA-TAMA: 

Dimulai dengan imam atau wakilnya menyuruh masyarakat hal-hal berikut: 
  1. Bertaubat kepada Allah benar-benar. 
  2. Bersedekah kepada orang-orang fakir, berhenti dari melakukan ke¬zaliman-kezaliman dan memperbaiki silaturrahim. 
  3. Berpuasa empat hari. Ketiga hal tersebut di atas sangat dianjurkan, karena mempengaruhi terkabulnya doa, sebagaimana dinyatakan dalam hadits-hadits shahih. 
KEDUA: 

Pada hari keempat dari puasa mereka, imam mengajak mereka keluar dalam keadaan berpuasa, dengan mengenakan pakaian sederhana dan sikap yang khusyu' dan tunduk, menuju tanah lapang. Lalu imam atau wakilnya melakukan shalat bersama mereka dua rakaat, persis seperti shalat 'Id. Ibnu Majah (1266) dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas RA, dia berkata:

 خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَاضِعًا مُتَبَذِّلاً مُتَخَشِّعًا مُتَرَسِّلاً مُـتَضَرِّعًا لإَصَلأَّى رَكْعَتَيْنِ كَمَا يُصَلِّى فِى الْعِيْدِ 

Rasulullah $AW keluar dengan sikap tunduk, sederhana, khusyu', berjalan perlahan dan merendahkan diri. Lalu shalat dua rakaat seperti shalat ‘ld. 

Mutadharri'an: merendahkan diri, yakni sikap berhina-dina ketika memohon keperluan. 

KETIGA: 

Seusai shalat, maka imam menyampaikan dua khutbah kepada jamaah seperti khutbah 'Id. Hanya saja, hendaknya dimulai dengan membaca istighfar 9 kali pada khutbah pertama sedang pada khutbah kedua 7 kali, sebagai ganti dari takbir. Karena Allah Ta'ala berfirman: 

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. (QS. Nuh: 10-11) 

Midraran: langit yang banyak curahannya. Maksudnya hujan deras. 

Apabila sudah dimulai khutbah kedua dan berlangsung kira-kira sepertiganya, maka khatib menghadap kiblat dengan membelakangi hadirin, lalu merubah letak mantelnya, yang sebelah atas ditaruh brfwah dan yang bawah ditarufi atas, yang sebelah kiri ditaruh kanan, dan yang kanan ditaruh kiri, untuk lebih menampakkan kehinaannya di hadapan Allah'AzzaWaJalla. Ibnu Majah (1268) telah meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata:

 خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْـَسْقِى، فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلاَ اَذَانٍ وَلاَ اِقَامَةٍ، ثُمَّ خَطَبَنَا وَدَعَااللهَ، وَحَوَّلَ وَجْهَهُ نَحْوَالْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ، ثُمَّ قَلَّبَ رِدَاءَهُ: فَجَعَلَ اْلاَيْمَنَ عَلَى اْلاَيْسَرِ، وَاْلاَيْسَرِ عَلَى اْلاَيْمَنَ 

Pada suatu hari RasulullahSAW keluar untuk meminta hujan. Maka beliau shalat bersama kami dua rakaat tanpa adzan dan iqamat, sesudah itu beliau berkhutbah kepada kami dan berdoa kepada Allah, lalu beliau palingkan wajahnya ke arah kiblat sambil mengangkat kedua belah tangannya. Kemudian beliau balik mantelnya: yang kanan beliau balik ke kiri, dan yang kiri ke kanan. 

Dan disunnatkan pula orang banyak mengikuti perbuatan khatibnya. 

Sedang khatib disunnatkan banyak membaca istighfar, berdoa, bertaubat dan bertadharru',.dan agar bertawassul dengan orang yang saleh lagi bertaqwa. 

Al-Bukhari (964) telah meriwayatkan dari Anas RA:

 اَنَّ عُمَرَبْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ اِذَا قَحَطُوااسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبِ فَقَالَ: اَللهُمَّ اِنَّ كُنَّا نَتََوَسَّلُ اِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِيْنَا، وَاِنَّا نَتََوَسَّلُ اِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا، قَالَ فَيُسْقَوْنَ 

Bahwasanya Umar ibnul Khaththab RA apabila rakyat mengalami kemarau panjang, maka meminta hitfan lewat al-'Abbas bin Abdul Muth- thalib, seraya katanya: "Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawassul kepada-Mu dengan Nabi kami, maka Engkau memberi hujan kepada kami. Dan sesungguhnya kami sekarang bertawassul kepada-Mu dengan paman Nabi kami, maka berilah kami httfan". Kata Anas: "Maka, mereka pun diberi hujan". 


KEEMPAT: 

Disunnatkan agar mereka mengajak pula berangkat ke tempat sha¬lat, anak-anak kecil, orang-orang tua dan binatang ternak. Karena mu¬sibah yang menyebabkan mereka ke luar itu juga mengenai mereka se- mua. Dan patut pula jangan dicegah orang kafir dzimmi, bila ingin ikut menyaksikan shalat.

Saturday, October 27, 2012

no image

Tata Cara Shalat Gerhana

Shalat gerhana matahari dan bulan ini, masing-masing dua rakaat, dengan ditentukan niatnya apakah shalat gerhana matahari atau bulan. Sedang cara melaksanakannya ada dua macam: cara sederhana dan cara yang sempurna. 

Cara yang sederhana, asal sah, ialah dengan melakukan shalat dua rakaat, yang pada masing-masing rakaat terdapat dua kali berdiri, dua kali qiraat dan dua kali ruku' seperti biasa, tanpa dipanjangkan. Dan sah juga, dua rakaat, yang masing-masing satu kali berdiri dan satu kali ruku', seperti halnya shalat Jum'at, tetapi berarti meninggalkan keuta¬maan, karena tidak mengikuti praktek yang pernah dilakukan Nabi SAW. 

Adapun cara yang sempurna, ialah dengan melakukan dua kali berdiri pada masing-masing rakaat, di mana tiap kali berdiri itu memanjangkan bacaan, yakni: ketika berdiri yang pertama pada rakaat pertama, sesudah al-Fatihah maka membaca Surat al-Baqarah umpamanya, atau Surat lain yang sama panjangnya. Sedang ketika berdiri kedua kalinya membaca sebanyak 200 ayat. Kemudian, ketika berdiri pada rakaat kedua, membaca 150 ayat, dan ketika berdiri kedua kailnya 100 ayat dari Surat al-Baqarah. Selanjutnya ketika ruku', maka ruku'nya diperpanjang selama bacaan tebih-kurang 100 ayat. Dan pada ruku' yang kedua diperpanjang kira-kira selama bacaan 80 ayat, ruku' ketiga 70 ayat, dan keempat 50. 

Sehabis shalat, imam menyampaikan dua khutbah yang rukun- rukun dan syarat-syaratnya seperti khutbah Jum'at- di mana ia menganjurkan orang bertaubat dan melakukan amal kebaikan, dan memperingatkan agac jangan terpedaya dan melalaikan perintah Allah. 

At-Tirmidzi (562) meriwayatkan dengan menyatakan hasan shahih, dari Samurah bin Jundub RA, dia berkata:

 صَلَّى بِنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى كُسُوفٍ لاَ نَسْمَعُ لَهُ صَوْتًا 

Pernah Nabi SAW shalat bersama kami ketika terjadi gerhana matahari, sedang kami tidak mendengar suara beliau. 

Sementara itu al-Bukhari (1016) dan Muslim (9091) meriwayatkan dari 'Aisyah RA:

 جَهْرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى صَلاَةِ الْخُسُوْفِ بِقِرَاءَتِهِ 

Nabi SAW menyaringkan bacaannya ketika shalat gerhana bulan. 

Dengan demikian, hadits yang pertama ditafsirkan sebagai mengenai shalat gerhana matahari, karena peristiwa ini memang terjadinya siang hari. Sedang yang kedua mengenai shalat gerhana bulan, karena ia terjadi malam hari. 

Adapun dalilnya lebih lanjut ialah apa yang pernah diriwayatkan oleh al-Bukhari (947) dan Muslim (901), dari 'Aisyah RA, dia berkata:

 خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى حَيَاةِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فََخَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى الْمَسْجِدِ، فََقَامَ فَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ فَاقْتَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيْلَةً، ثُمََّ كَبَّرَ فَرََكَعَ رُكُوعًا طَوِيْلاً، ثُمََّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ، ثُمََّ قَامَ فَاقْتَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيْلَةً هِيَ اَدْنَى مِنَ القِرَاءَةِ اْلاُوْلَى، ثُمََّ كَبَّرَ فَرََكَعَ رُكُوعًا هُوَ اَدْنَى مِنَ الرُّكُوعِ اْلاَوَّلِ، ثُمََّ قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ، ثُمََّ سَجَدَ، وَفِى رِوَايَةٍ اُخْرَى فَاَطَالَ السُّجُوْدَ، ثُمَّ فَعَلَ بِالرَّكْعَةِ اْلاُخْرَى مِثْلَ ذَلِكَ حَتَى اسْتَكْمَلَ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ.....اَىْ اَرْبَعَ رُكُوعَاتٍ وَاَرْبَعَ سُجُدَاتٍ، وَانْجَلَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ اَنْ يَنْصَرِفَ، ثُمََّ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسُ، فَاَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ اَهْلُهُ، ثُمََّ قَالَ: اِنَّمَا الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ اَيَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، لاَيَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلاَلِحَيَاتِهِ، فَاِذَارَاَيْتُمُوهَا فَافْزَعُوااِلَى الصَّلاَةِ، وَفِى رِوَايَةٍ: وَاِذَا رَاَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوااللهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدّقُوا 

Pernah terjadi gerhana matahari semasa hidup Nabi SAW. Maka berangkatlah RasulullahSAW ke masjid, lalu berdiri terus takbir, sedang orang-orang berbaris di belakang beliau. Maka, beliau membaca bacaan yang panjang, sesudah itu takbir, terus ruku' lama. Kemudian mengangkat kepalanya seraya mengucapkan, "Sami'allahu liman hamidah, Rabbana lakal hamd". Sesudah itu sujud -sedang menurut riwayat lain: maka beliau memperpanjang sujudnya-. Kemudian, pada rakaat berikutnya beliau melakukan seperti itu pula, sehingga terlaksanalah empat rakaat Maksudnya, empat ruku' dan empat sujud. Sementara matahari terang kembali sebelum Nabi usai dari shalatnya. 

Kemudian, beliau berdiri menyampaikan khutbah kepada jamaah. Dipujinya Allah dengan pujian-pujian yang patut untuk-Nya, kemudian bersabda: "Matahari dan bulan tak lain adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah 'Azza fta Jalla. Keduanya takkan tertutup dikarenakan matinya atau hidupnya seseorang. Apabila kamu mengalaminya, maka segeralah melakukan shalat". Sedang menurut ri¬wayat lain: "Apabila kamu mengalami peristiwa seperti itu, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah''. 

Fi hayati 'n-Nabiyyi: semasa hidup Nabi. Memapg peristiwa ini bersamaan dengan wafatnya putra beliau, Ibrahim RA. Semasa Jahiliyah, apabila terjadi gerhana matahari atau bulan, orang-orang Arab me- nyangka bahwa seorang besar meninggal dunia. Oleh karena itu, ketika terjadi gerhana matahari bersamaan dengan wafatnya Ibrahim RA ini, Rasulullah SAW segera melenyapkan prasangka seperti ini dengan sabdanya:

 لاَيَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلاَلِحَيَاتِهِ 

Matahari dan bulan takkan tertutup dikarenakan matinya atua hidupnya seseorang. 

Injalat: terang dan bercahaya kembali. 

Yansharif: usai dari shalat. 

A raba'a raka'at: empat rakaat, sedang yang dimaksud empat kali ruku'. 

Lalu, apabila shalat itu untuk gerhana matahari, maka bacaan tidak dinyaringkan. Dan hendaknya orang-orang diingatkan jangan sampai terpedaya dan lalai terhadap perintah Allah. 

SHALAT GERHANA MATAHARI DAN BULAN TIDAK DIQADHA' 

Apabila waktu shalat gerhana matahari atau bulan telah lewat, yakni matahari atau bulan telah menjadi terang kembali, sedang shalat belum dilakukan, maka tidak disyari'atkan mengqadha karena shalat gerhana tergolong shalat yang harus dilakukan bersamaan dengan penyebabnya. Artinya, kalau penyebab itu sudah tidak ada lagi, maka berarti alasan untuk shalat (mujib)pun ikut hilang. Sedang dengan terangnya kembali matahari dan bulan, berarti masing-masing sudah tidak mengalami gerhana lagi. 

MANDI SEBELUM SHALAT GERHANA 

Dan disunnatkan pula mandi sebelum pergi shalat gerhana matahari atau bulan, seperti halnya ketika akan pergi shalat Jum'at, karena kedua-duanya sama-sama berjamaah dan menghimpun orang banyak.
no image

Hukum Shalat Gerhana

Shalat Gerhana hukumnya sunnah mu'akkad, karena sabda Nabi SAW menurut riwayat Muslim (904):

 اِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ اَيَتَانِ مِنْ اَيَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَاِذَا رَاَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوا حَتَّى يَنْكَسِفَ مَابِكُمْ 

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya takkan tertutup oleh karena kematian atau hidupnya seseorang. Apabila kamu mengalami peristiwa seperti itu, maka shalatlah dan berdoalah sampai hilang apa yang kamu alami itu. Dan juga, karena Nabi SAW pernah melakukannya sendiri, sebagaimana akan diterangkan nanti. 

Adapun kenapa amar (perintah) dalam hadits ini tidak ditafsirkan sebagai mewajibkan, itu tak lain karena adanya suatu berita:

 اَنَّ اَعْرَابِيًّا سَأَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ لصَّلَوَاتِ الْخََمْسِ فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا؟ فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ: لاَ، اِلاَّ اَنْ تَطَوَّعَ (البخارى 46 ومسلم 11

Bahwa seorang Arab Badwi bertanya kepada Nabi S/l W tentang shalat lima waktu, lalu bertanya pula: "Masih adakah shalat lain yang wajib aku kerjakan?" Maka, Nabi S/4 W menjawab: "Tidak, kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah". (al-Bukhari: 46, dan Muslim: 11) 

Dan dalam melakukan shalat gerhana ini disunnatkan pula berja¬maah, dan untuk itu diserukan:

 الصَّلاَةُ جَامِعَةٌ
no image

Kenapa Kita Shalat Gerhana Bulan/Matahari?

Shalat Gerhana Matahari atau Shalat Khusuf berasal dari Kata al-Kusuf menurut bahasa berarti: terhalangnya cahaya matahari, sebagian atau seluruhnya. 

Sedang Shalat Gerhana Bulan atau juga disebut al-Khusuf berarti: terhalangnya sinar bulan, sebagian atau seluruhnya. Hanya, masing-masing dari ke¬dua kata tersebut bisa diartikan dengan masing-masing dari kedua ma'na itu. 

Shalat gerhana matahari dan bulan tergolong shalat yang disyari'at- kan dikarenakan sesuatu sebab, di mana orang Islam memohon kepada Allah 'Azza Wa Jalla agar menghilangkan bencana dan mengembalikan kecerahan. 

Shalat gerhana matahari mulai disyari'atkan pada tahun ke-2 Hijri- yah, sedang shalat gerhana bulan pada tahun ke-5

Friday, October 26, 2012

no image

Ketentuan Shalat Tarawih dalam Syariat Islam

Shalat Tarawih hanya disyari'atkan dalam bulan Ramadhan saja. Dan dalam pelaksanaannya disunnatkan berjamaah, tapi sah juga dila¬kukan sendiri-sendiri. 

Shalat Tarawih disebut demikian, karena jamaah beristirahat sejenak sesudah tiap-tiap empat rakaat. Beristirahat, bahasa Arabnya: Yatarawahu. 

Dan shalat ini disebut pula Qiyamu Ramadhan, terdiri dari 20 rakaat, yang dilakukan tiap malam selama bulan Ramadhan. Tiap-tiap dua rakaat, salam. Sedang waktunya antara shalat 'Isya dan shalat Shu- buh. Dilakukan sebelum shalat Witir. 

Kalau shalat ini dilakukan dengan satu kali salam tiap-tiap empat rakaat, maka tidak sah, karena menyalahi ketentuan yang disya'ri'at- kan. 

Demikianlah, dan ketika niat harus ditentukan: dua rakaat dari Tarawih, atau dari Qiyamu Ramadhan. Dan tidak sah kalau hanya dengan berniat shalat Nafilah mutlak. 

DASAR PENSYARI'ATAN SHALAT TARAWIH 

Dasar disyari'atkannya shalat Tarawih sebagaimana keterangan di atas, ialah riwayat al-Bukhari (37), Muslim (759) dan lainnya, dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Sabda Rasulullah SAW:

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Barangsiapa melakukan Qiyamu Ramadhan dengan rasa iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lewat. 

Imanan: membenarkan bahwa itu adalah benar. 

Ihtisabati: ikhlas karena Allah Ta'ala. 

Dan diriwayatkan pula oleh al-Bukhari (882) dan Muslim (761) -lafazh hadits ini menurut Muslim dari 'Aisyah RA:

 اَنَّ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ، ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ، ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ الَّيْلَةِ الثاَّلِثَةِ اَوِالرَّابِعَةِ، فَلَمْ يَخْرُجْ اِلَيْهِمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا اَصْبَحَ قَالَ: رَاَيْتُ الَّذِى صَنَعْتُمْ، فَلَمْ يَمْنَعْنِى مِنَ الْخُرُوْجِ اِلَيْكُمْ، اِلاَّ اَنِّى خَشِيْتُ اَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ، وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ 

Bahwasanya Nabi SAW shalat di masjid pada suatu maiam. Maka ikut shalat pula dengan beliau beberapa orang. Kemudian beliau shalat pula pada malam berikutnya, maka orang-orang pun makin banyak. Kemu¬dian berkumpul pada malam ketiga -atau keempat-. Namun Rasulullah 5/1 W tidak keluar menemui mereka. Maka, pagi harinya beliau berkata: "Aku tahu apa yang telah kalian kerjakan. Tak ada yang menghalangi aku keluar kepadamu, selain karena aku khawatir jangan-jangan shalat itu diwajibkan atasmu. "Dan itu semua terjadi pada bulan Ramadhan. 

Alladzi shana'tum: yang telah kalian kerjakan, yaitu berkumpul dan menunggu aku shalat. 

Al-Bukhari (906) juga meriwayatkan dari Abdur Rahman bin 'Abd al-Qari, dia berkata:

 خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَابْنِ الْخَطَّابِ فِي رَمَضَانَ اِلَى الْمَسْجِدِ، فَاِذَ النَّاسُ اَوْزَاعٌ مُـَفَرِّقُوْنَ، يُصَلِّى الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ، وَيُصَلِّى الرَّجُلُ فَيُصَلِّى بِصَلاَتِهِ الرَّهْطُ، فَقَالَ عُمَرُ: اِنِّى اَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلاَءِ عَلَى قَارِئٍوَاحِدٍ لَكَانَ اَمْثَلَ، ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى اُبَىِ ابْنِ كَعْبٍ، ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً اُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلاَةِ قَارِئِهِمْ، فَقَاَلَ عُمَرُ: نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ، وَالَّتِى يَنَامُوْنَ عَنْهَا اَفْضَلُ مِنَ الَّتِى يَقُوْمُوْنَ، يَعْنِى اَخِرَالّيْلِ، وَكَانَ النَّاسُ يَقُوْمُوْنَ اَوَّلَهُ 

Pernah aku berangkat ke masjid bersama (Jmar ibnul Kaththab di bulan Ramadhan. Maka ternyata orang-orang berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah. Seorang shalat sendirian, dan seorang lainnya shalat diikuti oleh beberapa orang. Maka berkatalah Umar: "

Sesungguhnya aku berpendapat, sekiranya orang-orang itu aku himpun pada seorang yang pandai membaca, maka akan lebih baik." 

Sesudah itu Umar bertekad menghimpun mereka pada Ubay bin Ka 'ab. kemudian, pada malam berikutnya aku berangkat pula, sedang orang- orang shalat mengikuti orang yang pandai membaca di antara mereka. Maka, Umar berkata: "Alangkah baiknya bid'ah ini. Sedang shalat yang mereka tinggal tidur adalah lebih utama daripada shalat yang mereka lakukan". Maksudnya, shalat pada akhir malam. Dan orang-orang waktu itu melakukannya pada awal malam. 

Auza': kelompok-kelompok. 

Ar-Rahth: sekelompok orang kurang dari sepuluh. 

Ni'mati 'l-Bid'atu hadzihi: Alangkah baiknya bid'ah ini. Maksud¬nya, perbuatan seperti ini baik. Sedang al-Bid'ah itu sendiri artinya: hal baru yang tidak seperti contoh sebelumnya. Ia bisa baik dan diizinkan Syara', manakala sesuai dengannya dan sejalan di bawah sesuatu yang dianggap bailc. Tapi bisa juga buruk dan ditolak, manakala tidak sesuai dengan Syara', atau sejalan di bawah sesuatu yang dianggap jelek. Sedang kalau tidak menyalahi Syara' dan tidak pula sejalan di bawah sesuatu prinsip (ashal), maka boleh hukumnya.

Sementara itu, al-Baihaqi dan lainnya dengan isnad shahih (2/496) meriwayatkan:

 اَنَّهُم كَانُوْا يَقُوْمُوْنَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَابْنِ الْخَطَّابِ رَضِى اللهُ عَنْهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِيْنَ رَكْعَةً 

Bahwasanya kaum muslimin pada masa pemerintahan Umar Ibnul Khaththab RA melakukan shalat pada bulan Ramadhan 20 rakaat. 

Tetapi, Malik dalam Muwaththa'nya (1/115) meriwayatkan:

 كَانَ النَّاسُ فِى زَمَنِى عُمَرَ يَقُوْمُوْنَ فِي رَمَضَانَ بِثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ رَكْعَةً 

Pada masa pemerintahan Umar, kaum muslimin melakukan ՝shalat di bulan Ramadhan 23 rakaat. 

Oleh sebab itu, kedua riwayat ini diakurkan oleh al-Baihaqi, bahwa yang tiga rakaat adalah shalat Witir.

Wednesday, October 24, 2012

no image

Kenapa Sebaiknya Bertakbbir di Hari Raya?

Disunnatkan bertakbir bagi selain orang yang sedang menunaikan haji- sejak terbenamnya matahari pada malam 'Idul Fitri dan 'Idul Adhha, di rumah-rumah, di jalan-jalan, di masjid-masjid dan di pasar- pasar, dengan suara keras, sampai saat imam mengucapkan Takbiratul Ihram pada shalat 'ld. Hal itu berdasarkan firman Allah Ta'ala: 

Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan (puasa), dan hendak¬lah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepada՛՛ mu, dan supaya kamu bersyukur. (QS. al-Baqarah: 185) 

Para mufassir berkata, ini adalah mengenai takbir pada 'Idul Fitri,,, Sedang'Idul Adhha dikiaskan kepadanya. 

Lain dari itu, pada 'Idul Adhha disunnatkan pula baik bagi yang sedang berhaji ataupun lainnya bertakbir sesudah tiap-tiap shalat, dengan bermacam-macam takbiran, dimulai sejak Shuhuh pada 'Arafah sampai sehabis 'Astiar pada akhir hari-hari Tasyriq, yakni tiga hari sesudah Hari Raya Adhha. 

Adapun pada 'Idul Fitri, tidaklah disunnatkan bertakbir sesudah tiap-tiap shalat, tetapi kesunnatan bertakbir itu berhenti ketika imam mengucapkan Takbiratul Ihram pada shalat 'ld, seperti yang telah kami katakan tadi. 

Semua itu dalilnya adalah, karena mengikuti contoh dari Rasul SAW yang juga senantiasa dilakukan oleh para sahabat beliau -Radhi- yallahu 'Anhum-. Dari 'Ali dan 'Ammar -Radhiyallahu 'Anhuma- umpamanya:

 اَنَّ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُكَبِّرُ يَوْمَ عَرَفَةَ، صَلاَةَ الْغَدَاةِ، وَيَقْطَعُهَا صَلاَةَ الْعَصْرِ اًخِرَاَيَّامِ التَّشْرِيْقِ (رواه الحاكم 1/299 وَقَالَ: هَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحُ اْلاِسْنَادِ، وَلاَ اَعلَمُ فِى رُوَاتِهِ مَنْسُوْبًا اِلَى الْجُرْحِ

Bahwasanya Nabi SAW bertakbir di hari 'Arafah pada shalat Shubuh, dan beliau menghentikannya pada shalat 'Ashar di akhir hari Tasyriq. (HR. al-Hakim: 1/299, dan dia katakan, "Ini hadits yang shahih isnad- nya, dan dalam periwayatannya saya tidak melihat sesuatu yang dinyatakan bercacat.")

 وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يُكَبِّرُ فِى قُبَّتِهِ بِمِنًى، فَيَسْمَعُهُ اَهْلُ الْمَسْجِدِ فَيُكَبِّرُوْنَ، وَيُكَبِّرُ اَهْلُ اْلاَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيْرًا، وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يُكَبِّرُ بِمِنًى تِلْكَ اْلاَيَّامِ، وَخَلْفَ الصَّلَوَاتِ، وَعَلَى فِرَاشِهِ فِى فُسْطَاطِهِ وَمَجْلِسِهِ وَمَمْشَاهُ، تِلْكَ اْلاَيَّامَ جَمِيْعًا (اَلْبُخَارِى: كِتَابُ الْعِدَيْنِ: بَابُ التَّكْبِيْرِ اَيَّامَ مِنًى) 

Dan adalah Ibnu Umar RA bertakbir dalam kubahnya di Mina, sampai didengar oleh orang-orang yang tinggal dalam masjid, maka maka mere¬ka pun bertakbir pula, dan bertakbir pula orang di pasar-pasar, sehingga Mina bergetar dengan takbir. Dan Ibnu Umar RA juga bertakbir di Mina pada harb-hari (Tasyriq) itu sesudah tiap-tiap shalat, di tempat tidurnya, dalam tendanya, di tempat duduknya maupun ketika berjalan pada semua hari-hari tersebut. (Al- Bukhari: Kitab al- 'Idain, bab: at- Takbir Ayyama Mina). 

Fusthath: tenda dibuat dari bulu dan semisalnya. 

SHIGHAT TAKBIR YANG DIUTAMAKAN:

 اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، وَلِلَهِ الْحَمْدُ 

Yang artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Aliah¬lah segala puji.