Ajaran, Hukum dan Aturan Agama Islam dengan Dalil Alqur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW

Showing posts with label Ilmu Puasa. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Puasa. Show all posts

Thursday, September 13, 2018

Berbuka Puasa Ramadhan Tanpa Udzur Di Siang Hari

Berbuka Puasa Ramadhan Tanpa Udzur Di Siang Hari

Puasa ramadhan wajib hukumya dikerjakan bagi setiap muslim yang sudah memenuhi syarat. Terdapat waktu tersendiri untuk berbuka puasa. Namun, bagaimana hukum dan ancaman bagi mereka yang berbuka puasa ramadhan di siang hari tanpa udzur atau halangan apapun?

Berikut ini adalah keterangan-keterangan dalam AL-Qur’an dan dalil hadits Nabi Muhammad saw tentang berbuka puasa Ramadhan tanpa adanya halangan atau tanpa udzur yang diperbolehkan.
berbuka puasa ramadhan


Allah swt berfirman di dalam Kitabullah AL-Qur’an

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣ أَيَّامٗا مَّعۡدُودَٰتٖۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدۡيَةٞ طَعَامُ مِسۡكِينٖۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُۥۚ وَأَن تَصُومُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ١٨٤ 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. al-Baqarah: ayat 183-184)

Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ " رواه البخاري 8 ومسلم 16

Islam itu dibangun di atas lima pondasi: kesaksian bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah, mendirikan shalat, membayar zakat. haji ke Baitullah, dan puasa Ramadlan. (dalil Hadits Diriwayatkan oleh Ahmad (2/143). Al-Bukhari (8, 16, 22), Muslim (16), At-Tirmidzi (2609). An-Nasa'i (8/107), Al-Humaidi (703), dan lbnu Khuzaimah (309).

Beliau juga bersabda:

Barangsiapa berbuka satu hari dari bulan Ramadlan tanpa adanya udzur, sesungguhnya tidak dapat digantikan dengan puasa sepanjang masa, meskipun  ia melakukannya. (Dha’if.. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/442. 470). Abu Dawud (2396), At-Tirmidzi (726), An-Nasa'i dan lbnu Majah (1672), dan lbnu Khuzaimah ( 1987. 1988): dari Abu Hurairah. Syaikh Al-Albani men-dha’if-kannya dalam Dha’iff Abi Dawud dan Dha’if A/-Jami'(5471 ).

Ibnu Abbas berkata, "Tali ikatan Islam dan pokok-pokok dien itu ada tiga; kesaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah, shalat, dan puasa Ramadlan. Barangsiapa meninggalkan salah satunya, niscaya telah kafirlah ia." 

Kesimpulan tentang berbuka puasa ramadhan di siang hari


Dari keterangan-keterangan dalam dalil firman Allah dan hadits Nabi di atas, maka dapat kita simpulkan sebagai berikut:

  • Bagi mereka yang diperbolehkan untuk berbuka puasa Ramadhan karena udzur atau halangan seperti sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya seperti ketika hamil, datang bulan (haid) (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.
  • Bagi mereka yang dengan sengaja berbuka puasa ramadhan di siang hari tanpa udzur atau halangan apapun, maka puasa yang telah mereka tinggalkan tidak dapat diganti dengan puasa sepanjang masa. Wallahu a’lam.
Baca juga :
Marilah kita selalu menjaga puasa kita terutama puasa wajib ramadhan. Dan teriring selalu usaha dan doa agar kita mendapatkan perlindungan dari Allah swt dari berbuka puasa ramadhan di siang hari pada bulan Ramadhan. Kita semua berlindung kepada Allah dari hal itu.
loading...

Monday, August 24, 2015

Cara Mencapai Tujuan Hakiki dari Puasa

Cara Mencapai Tujuan Hakiki dari Puasa

Ibadah puasa mempunyai implikasi yang sangat signifikan dalam berbagai hal. Implikasi tersebut berpengaruh positif pada berbagai macam bidang kehidupan manusia. Hal ini dapat anda baca kembali pada bahasan yang telah lampau mengenai hubungan puasa dengan kesehatan, hubungan puasa dengan kekuatan rohani, hubungan puasa dengan kesabaran, hubungan puasa dan kebijakan, hubungan antara puasa dan taqwa.

Pada kesempatan ini ajaranislam akan memaparkan tentang hal-hal yang hendaknya diketahui dan menjadi rukun puasa agar puasa yang dijalankan dapat mencapai dampak, implikasi dan sasaran atau tujuan yang diharapkan sesuai dengan maksud dan tujuan puasa yang diinginkan oleh Allah swt.

Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa dengan berbagai macam manfaat dan faedah yang dalam perjalanannya dapat menyegarkan kembali baik fisik, mental serta spiritual dari pribadi seseorang yang menjalankannya dengan puasa yang sebenar-benarnya tidak hanya puasa lahir akan tetapi puasa batin.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Apabila kita mampu menjalankan puasa dengan sebenar-benarnya puasa serta dengan sikap batin yang tangguh serta kuat dan tulus ikhlas, imanan wahtisaban hanya karena Allah swt, niscaya mereka akan memperoleh tujuan akhir dari puasa yang mencapai derajat orang yang taqwa.

Baca juga
Arti taqwa menurut Syara' dan Macamnya
Mengapa kita harus taqwa kepada Allah
Hakikat dan contoh orang yang taqwa
Kemuliaan yang dijanjikan Allah bagi hamba yang bertaqwa

Sebagaimana Firman Allah swt. dalam al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

Baca juga
Arti taqwa yang sebenarnya
Maksud dan tujuan diturunkannya al-Qur’an

Cara menjalankan puasa lahir dan batin

Akan tetapi, untuk dapat mencapai tujuan tersebut, seseorang mukmin sudah semestinya menjalankan puasa yang ia jalankan tidak hanya puasa secara lahir saja akan tetapi juga puasa batin.

Apa yang dimaksud dengan puasa lahir?

Menurut para ahli ilmu fikih, yang dimaksud dengan puasa lahir adalah al-imsak atau menahan diri dari makanan dan minuman dan menahan diri dari melakukan hubungan intim suami-istri yang dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat hanya karena Allah swt.

Apa yang dimaksud dengan puasa batin?

Menurut para ahli sufi yang dimaksud dengan puasa batin adalah menahan diri dari segala hal dan perbuatan yang dilarang atau diharamkan oleh Allah swt. Tidak cukup hanya menahan dari hal yang diharamkan, namun juga menahan dari segala apapun yang dapat memalingkan diri seseorang dari mengingat Allah swt.

Menurut pendapat dari Imam Ghazali dan Kess Waaijman dalam Spirituality: form , foundation, method menjelaskan bahwa tingkatan tertinggi dari puasa batin adalah hanya menjadikan Allah swt. sebagai satu-satu Yang Tercinta dan Terkasih. Dengan puasa batin akan dapat mengantarkan seseorang mencapai Esensi Islam yaitu hanya berserah diri secara penuh kepada Allah swt.

Enam Rukun dalam Puasa Batin

Imam al-Ghazali dalam buku Asrar al-Shaum beliau al-Ghazali  menetapkan bahwa dalam puasa batin terdapat enam rukun yang bersifat spiritual dan moral untuk mencapai sasaran puasa yang sebenarnya sehingga puasa yang dijalankan seseorang menjadi puasa yang sah dan diterima oleh Allah swt (al-shihhah, al-maqbul).

Apa saja enam rukun untuk menjalankan puasa batin?

Rukun pertama adalah mensucikan pandangan

http://islamiwiki.blogspot.com/
Hendaknya dalam menjalankan puasa batin adalah senantiasa menjaga dalam artian mensucikan pandangan dari semua hal atau perkara yang dilarang atau diharamkan oleh Allah swt. Istilah ini disebut dengan shaum al-bashar. Mengapa demikian? Pandangan mata seringkali merupakan titik pertama dari keburukan sehingga memandang sesuatu yang diharamkan adalah berbahaya dan dapat menimbulkan keburukan dan kekotoran dalam hati.

Sebagaimana dalil hadits sabda Nabi Muhammad. Saw. : pandangan itu merupakan salah satu anak panah Iblis. (HR. Hakim dari Hudzaifah ibn al-Yaman)

Baca juga menjaga pandangan dan kemaluan dari fitnah

Rukun kedua puasa batin, mensucikan perkataan

http://islamiwiki.blogspot.com/
Shaum al-lisan atau mensucikan perkataan atau lisan dari perbuatan menggosip, berbohong, dusta serta adu domba. Menurut Imam al-Ghazali, orang yang berpuasa hendaknya menjaga dan memelihara, mensucikan lisan atau perkataannya dan lebih baik diam, kemudian banyak berdzikir dan membaca al-Qur’an.

Dalam dalil hadits Nabi saw.: jangan berkata kotor dan jangan berbuat jahil. (HR. Bukhari, Muslim).

Baca juga
Bahaya berbohong dan hukumnya dalam Islam
Berbohong adalah yang paling dibenci Nabi Muhammad
Mengadu domba dalam ajaran Islam
Cara menghindari sifat tercela adu domba

Baca juga ilmu dzikir
Pengertian dan hakikat Dzikir
Dzikir dengan lisan dan hati
Nikmat dari berdoa dan dzikir
Mengenali dan mengetahui orang yang ahli dzikir
Kapankah sebaiknya berdzikir
Bacaan Dzikir Lengkap setelah sholat
Dzikir pelindung dari api neraka

Rukun ketiga adalah mensucikan pendengaran.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Shaum al-Sami’ atau puasa pendengaran atau mensucikan telinga (pendengaran) dari mendengar perkataan yang buruk, jelek, dusta dan kebohongan. Orang yang mendengarkan perkataan buruk, dusta dan kebohongan adalah bahwa mereka sama buruknya dengan yang mengatakan kebohongan dan dusta.

Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa orang yang mendengarkan kebohongan adalah sama dengan pemakan riba atau suap. Firman Allah swt. dalam al-Qur’an:

سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ أَكَّٰلُونَ لِلسُّحۡتِۚ

Artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. (QS al-M aidah : 42)

لَوۡلَا يَنۡهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلۡأَحۡبَارُ عَن قَوۡلِهِمُ ٱلۡإِثۡمَ وَأَكۡلِهِمُ ٱلسُّحۡتَۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ

Artinya: Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. (QS al-M aidah 63 ) .

Rukun keempat Mensucikan anggota tubuh lain.

Dalam puasa batin, selain mensucikan pandangan, lisan, dan pendengaran juga menyucikan anggota badan yang lain. Mensucikan anggota badan yang lain dalam puasa disebut dengan istilah shaum baqiyat al-jawarih). Mensucikan anggota badan yang lain seperti kaki, tangan serta anggota badan yang lain dari perbuatan dan hal-hal yang dilarang untuk dikerjakan serta mensucikan diri dari makan dan minum dari barang-barang yang diharamkan atau dilarang oleh Allah swt.

Rukun kelima menjaga perut

Yang dimaksud menjaga perut disini adalah dengan mengurangi makan yang terlalu kenyang. Karena dengan makan terlalu kenyang adalah bertentangan dengan salah satu tujuan dari puasa yaitu melepaskan dan menghindarkan diri dari nafsu syahwat perut.

Rukun keenam cemas namun tetap penuh harapan.

Untuk mencapai puasa batin hendaknya seseorang senantiasa cemas namun tetap penuh harapan yang artinya adalah selalu optimis bahwa puasa yang dilakukannya akan diterima oleh Allah swt.

Puasa yang kita kerjakan baik puasa sunnah maupun puasa wajib hendaknya tidak hanya puasa secara lahiriyah akan tetapi juga puasa batiniah sehingga tujuan puasa yang hakiki dapat tercapai. Puasa yang benar-benar menjadi penyembuh dan penyegar bagi kebugaran fisik, mental, psikis dan juga spiritual. Dimana tujuan akhirnya adalah agar kita menjadi hamba yang bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. amiin
loading...

Saturday, August 22, 2015

Puasa Nazar dalam Islam, apa Hukumnya, Bagaimana jika tidak dilaksanakan?

Puasa Nazar dalam Islam, apa Hukumnya, Bagaimana jika tidak dilaksanakan?

Dalam Islam terdapat bermacam-macam puasa antara lain puasa bulan rajab yang memiliki berbagai macam keistimewaan, puasa wajib ramadhan, puasa sunnah yang dianjurkan, puasa yang makruh dikerjakan, puasa yang haram dikerjakan, puasa nazar dan macam-macam jenis puasa yang lain. pada kesempatan kali ini ajaranislam akan memaparkan lebih rinci namun ringkas hal ihwal yang terkait dengan puasa nazar dari pengertian puasa nazar, hukum puasa nazar, kafarat puasa nazar atau denda akibat tidak melaksanakan puasa nazar serta sebab dilaksanakannya puasa nazar yang bersumber dari al-qur’an dan hadits Nabi Muhammad saw.


Apa sih sebenarnya pengertian puasa nazar?

Pengertian puasa nazar adalah merupakan puasa wajib yang dikarenakan suatu aturan agama. Aturan agama yang seperti apakah? Nazar adalah merupakan suatu janji dari seseorang yang akan melakukan suatu kebajikan atau kebaikan dengan niatan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt baik dengan syarat tertentu ataupun tidak dengan syarat apapun. Dalam Islam, suatu kebajikan atau kebaikan yang asal mulanya tidak wajib dikerjakan namun menjadi wajib dikerjakan apabila dinazarkan.

Suatu contoh kebaikan yang dinazarkan dengan syarat adalah misalnya seseorang mempunyai nazar akan berpuasa selama 2 hari apabila lulus dari ujian masuk perguruan tinggi negeri dan diterima sebagai mahasiswa baru pada salah satu perguruan tinggi negeri.

http://islamiwiki.blogspot.com/
Suatu contoh kebaikan atau kebajikan yang dinazarkan tanpa adanya syarat atau nazar tidak bersyarat adalah misalnya seseorang mengucapkan: Demi Allah swt. saya akan berpuasa selama 2 hari dalam satu minggu ini. sehingga puasa yang dikerjakan oleh seseorang tersebut adalah puasa nazar tanpa syarat dengan maksud ingin mendekatkan diri kepada Allah swt.

Apa hukum mengerjakan puasa nazar dalam Islam?

Nazar adalah merupakan janji dari seseorang kepada Allah swt. oleh sebab itu, segala sesuatu perbuatan yang hukumnya tidak wajib, setelah dinazarkan maka hukumnya menjadi wajib untuk dilaksanakan. Sehingga puasa nazar setelah dijanjikan maka hukumnya adalah menjadi wajib.

Hal ini berdasarkan dalil firman Allah swt. dalam al-Qur’an yang berbunyi:

يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا

Artinya: Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.


Juga Dalil hadits dari sabda Nabi saw. yang menerangkan bahwa puasa nazar hukumnya wajib :

مَنْ نَذَر اَنْ يُطِيْعَ اللهِ فَلْيُطِعْهُ.رواه البخارى

Artinya: siapa yang bernazar akan menaati Allah, hendaknya dia menepati janjinya. (HR. Bukhari).

Apa dendanya apabila seseorang tidak mengerjakan puasa nazar yang terlah dijanjikan?

Dalam Islam denda dikenal dengan istilah kafarat. Mengenai kafarat atau denda bagi seseorang yang tidak melaksanakan nazarnya, Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغۡوِ فِيٓ أَيۡمَٰنِكُمۡ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلۡأَيۡمَٰنَۖ فَكَفَّٰرَتُهُۥٓ إِطۡعَامُ عَشَرَةِ مَسَٰكِينَ مِنۡ أَوۡسَطِ مَا تُطۡعِمُونَ أَهۡلِيكُمۡ أَوۡ كِسۡوَتُهُمۡ أَوۡ تَحۡرِيرُ رَقَبَةٖۖ فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٖۚ ذَٰلِكَ كَفَّٰرَةُ أَيۡمَٰنِكُمۡ إِذَا حَلَفۡتُمۡۚ وَٱحۡفَظُوٓاْ أَيۡمَٰنَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Artinya: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). (QS. AL-Maidah : 89).

Dari dalil firman Allah swt. di atas, maka seseorang yang tidak melaksanakan nazar (janji)nya. Misalnya puasa nazar, maka seseorang tersebut harus membayar denda atau kafarat dengan memilih salah satu denda di bawah ini:
http://islamiwiki.blogspot.com/
http://islamiwiki.blogspot.com/
  • Memerdekakan budah atau hamba sahaya.
  • Memberi makan kepada 10 orang miskin.
  • Memberi pakaian orang miskin


Bagaimana jika nazar seseorang adalah nazar dalam perbuatan keburukan dan dilarang oleh agama?

Seseorang yang bernazar terhadap hal-hal yang buruk dan dilarang oleh agama, maka mereka harus tetap membayar denda atau kafarat yang ditetapkan oleh Allah swt. dan seseorang ini tidak boleh melaksanakan nazar keburukan tersebut serta berdosa apabila melaksanakan nazarnya.

Apa saja sebab seseorang wajib melaksanakan puasa nazar?

Sebab seseorang wajib melaksanakan puasa nazar adalah dikarenakan seseorang telah berjanji atau nazar untuk mengerjakan puasa baik dengan syarat atau tanpa syarat seperti yang telah dijelaskan di atas. Syarat yang lain adalah seseorang tersebut telah memenuhi syarat-syarat untuk berpuasa.

Kesimpulannya adalah apabila seseorang bernazar atau berjanji ingin mengerjakan hal kebaikan maka hukumnya adalah wajib untuk melaksanakan nazar tersebut. Misalnya berjanji melaksanakan puasa, maka seseorang yang telah berjanji ini wajib melaksanakan puasa nazar baik dengan syarat atau tanpa syarat. Apabila seseorang ini tidak melaksanakan puasa nazar, maka dia wajib membayar denda atau kafarat nazar sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah swt. Nazar dalam hal keburukan tidak diperbolehkan dalam Islam dan hukumnya adalah dosa apabila melaksanakannya dan seseorang yang bernazar keburukan ini juga wajib membayar denda atau kafarat nazar.
loading...

Wednesday, July 1, 2015

Cara Mengoptimalkan Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan

Cara Mengoptimalkan Keutamaan Bulan Puasa Ramadhan

Bulan puasa ramadhan adalah salah satu bulan yang istimewa dalam ajaran Islam. Keistimewaan ini terlihat jelas bahwa dari banyaknya bulan yang ada, hanya bulan Ramadhan saja yang disebutkan di dalam al-Qur’an sebagaimana firman Allah swt dalam al-Qur’an di bawah ini:

أَيَّامٗا مَّعۡدُودَٰتٖۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدۡيَةٞ طَعَامُ مِسۡكِينٖۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُۥۚ وَأَن تَصُومُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Artinya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-baqarah: 184)

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, dalam sebuah doa Rasulullah saw. dan para sahabat sudah mempersiapkan diri dan menanti-nanti kedatangan bulan suci bulan puasa Ramadhan. Rasulullah dan para sahabat pada enam bulan sebelum datangnya bulan puasa bulan ramadhan yaitu sejak bulan rajab sering berdo’a sebagai berikut: Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai bulan Ramadhan. Hadits Riwayat al-Bazzar, Ibnu Sunny, al-Baihaqi)

http://islamiwiki.blogspot.com/
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. sangat mengagungkan bulan suci bulan puasa Ramadhan. Menjelang kedatangan bulan puasa Ramadhan, Nabi saw. mengingatkan kepada umatnya dengan memberikan tausyiahnya sebagai berikut:

Telah datang kepada kamu sekalian bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya Allah mewajibkan untuk berpuasa, pintu-pintu surga dibuka lebar, dan pintu-pintu neraka ditutup dengan rapat, serta para petinggi syetan dibelenggu. Allah mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan di dalam bulan Ramadhan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikan di malam itu, sungguh dia sangat merugi. (HR. An-Nasa’i)

Keutamaan bulan Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan hanya satu bulan dalam satu tahun. Dan setiap setahun sekali bulan puasa Ramadhan ini disambut seperti layaknya tamu agung dan mulia yang merupalan anugerah Allah swt. bagi kaum Muslim. Apabila ditelaah dari berbagai sumber dalil dalam al-Qur’an dan sabda Nabi, bulan puasa Ramadhan memiliki berbagai macam keutamaan. Keutamaan-keutamaan bulan puasa Ramadhan antara lain sebagai berikut:

Keutamaan pertama dilipatgandakannya 70 kali lipat setiap amal kebaikan

Pada bulan-bulan biasa, setiap niat kebaikan akan dinilai sebagai pahala 1 kebaikan dan apabila niat tersebut dilaksanakan maka amal kebaikan yang dikerjakan oleh umat Islam tersebut akan dilipatgandakan 10 kali lipat. Namun pada bulan puasa Ramadhan, maka amalan yang wajib akan dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunnah disamakan pahalanya seperti amalan wajib di luar bulan puasa Ramadhan. Suatu contoh, apabila seseorang mengerjakan sholat sunnah di bulan puasa Ramadhan, maka pahalanya adalah sama dengan pahala mengerjakan sholat wajib.

Keutamaan kedua bulan puasa Ramadhan adalah diwajibkan bagi setiap muslim untuk berpuasa

Puasa adalah ibadah yang spesial. Sebagaimana dalil hadits sabda Nabi yang artinya: Setiap amalan anak cucu Adam akan dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya. (HR. Muslim)

Baca juga

Keutamaan ketiga bulan puasa Ramadhan adalah diturunkannya Al-Qur’an

Pada bulan Ramadhan inilah, Allah swt. menurunkan Al-Qur’an. Sebagaimana maksud yang tertera pada wahyu pertama yang turun adalah anjuran untuk membaca. Oleh sebab itu kita sebagai orang muslim dianjurkan untuk rajin membaca al-Qur’an. Dan pada bulan Ramadhan inilah pada tiap-tiap rumah, Musholla, Masjid di setiap pelosok daerah hingga di seluruh dunia bergema dan menggema saling sahut menyahut membaca/bertilawatul Qur’an.

Dai seorang Imam yang bernama Az-Zuhri, beliau menyatakan bahwa tidak ada amalan yang lebih baik setelah amalan puasa dan membaca al-Qur’an atau tilawatul qur’an pada bulan puasa Ramadhan.


Keutamaan ke empat di bulan puasa Ramadhan adalah adanya malam seribu bulan.

Di dalam bulan Ramadhan, Allah swt. telah menjanjikan kepada hamba-Nya tentang adanya malam lailatul Qodar atau malam al-Qadar. Malam ini sering disebut sebagai malam seribu bulan. Firman Allah swt. dalam Al-Qur’an:

بِّسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ.  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ.  لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ.تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ.  سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin. Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 1-5)

Dari dalil al-Qur’an di atas, maka barangsiapa yang beribadah pada malam itu (malam al-Qadar) lebih baik dari berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan.



Keutamaan kelima bulan puasa ramadhan adalah diampuninya dosa-dosa.

Apabila selama bulan puasa Ramadhan melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan Qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah semata, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni Allah swt. Hadits riwayat Bukhari-Muslim.

Keutamaan keenam di bulan puasa Ramadhan adalah terkabulnya doa-doa.

Hadits sabda Nabi saw. : pada bulan puasa Ramadhan, doa-doa akan dikabulkan Allah, apalagi ketika berbuka puasa. (HR. Ibnu Majah – Baihaqi).

Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan serta keistimewaan dari bulan puasa Ramadhan. Seharusnya dengan mengetahui keenam keistimewaan yang sudah disebutkan di atas, hendaknya kita sebagai umat Islam hamba Allah swt. dapat mempersiapkan diri kita untuk menghadapi dan menjalani bulan puasa Ramadhan dengan cara mengoptimakan keutamaan bulan puasa Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah dan amal kebaikan dan kebajikan yang lain.

Misalnya adalah dengan mengerjakan semua amal ibadah kebaikan, berpuasa, bertilawatul qur’an sebanyak mungkin, bersedekah, membaca buku-buku, menguatkan sholat berjamaah, mempererat tali silaturahmi. Tentu saja kesemua amal ibadah tersebut harus dengan niat ikhlas hanya karena Allah dan mengharapkan ridhonya

Cara Mengoptimalkan keutamaan bulan puasa Ramadhan

Untuk meraih keutamaan bulan puasa Ramadhan, di antara amalan-amalan istimewa dan unggulan adalah melaksanakan puasa dengan puasa yang berkualitas (menahan nafsu, menahan bicara yang tidak perlu, pikiran-pikiran negatif), membaca al-Qur’an, mendirikan sholat malam Ramadhan (Qiyam Ramadhan), menanti malam seribu bulan dengan setiap malam bulan Ramadhan, memperbanyak doa dan bertaubat, mengeluarkan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, beriktikaf di dalam masjid pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Semoga kita semua umat muslim dapat mengoptimalkan bulan puasa Ramadhan.amiin...
loading...

Wednesday, September 10, 2014

Subhanallah, Keistimewaan, Keutamaan Puasa Bulan Rajab

Subhanallah, Keistimewaan, Keutamaan Puasa Bulan Rajab

Berikut ini adalah keterangan dari hadits-hadits Nabi dan juga dari keterangan dalam al Quran al-Karim tentang keutamaan bulan rajab dan keistimewaannya bagi siapa saja yang menghormat pada bulan rajab dengan amalan ibadah puasa bulan rajab dan amalan kebaikan yang lain. Firman Allah swt tentang bulan rajab :

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ

Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.(QS. At-Taubah : 36 )

Dalam surat di atas, sudah diterangkan dengan jelas bahwa dalam setahun ada dua belas bulan. Hal ini sudah tertulis di dalam kitab lauhil mahfudz. Dalam dua belas bulan tersebut terdapat empat bulan yang disebut dengan bulan haram. Bulan haram tersebut yaitu bulan dzulqo’dah, bulan dzulhijjah, bulan muharram dan bulan rajab. Dan orang-orang di kota Mekkah memuliakan bulan itu sehingga melarang perang dan membunuh orang pada bulan-bulan haram itu.

Keistimewaan, keutamaan puasa Bulan Rajab

Berikut ini adalah keistimewaan-keistimewaan dan keutamaan bulan rajab yang diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad saw.

1. Diampuni semua dosa, dilindungi umurnya dan diselamatkan dari kehausan di hari kiamat

Dalil hadits Nabi Muhammad saw. : "Nabi Muhammad saw bersabda : Rajab itu bulannya Allah swt, Sya’ban itu bulanku, Ramadhan itu bulannya umatku, ditanyakan kepada Nabi Muhammad saw. tentang arti bulan rajab itu adalah bulannya Allah, Nabi menjawab : bulan Rajab itu adalah bulannya Allah swt khusus memberikan ampunan. Dan bulan rajab itu dilarang untuk berperang dan Allah menerima taubatnya para Nabi-Nabi dan Allah menyelamatkan para kekasih Allah dari kekuasaan musuh. Maka barangsiapa yang mengerjakan puasa pada bulan rajab, maka Allah menjamin tiga perkara–hal. Pertama diampuni semua dosanya, kedua dilindungi umurnya, ketiga diselamatkan dari kehausan di hari kiamat.

Juga dalil hadits Nabi :

عن ابى هريرة رضي الله عنه انّه قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم: لم يصم شهر بعد رمضان الاّ رجب وشعبان

Artinya :Berkata sahabat Abi Hurairah : Nabi Muhammad saw. tidak pernah berpuasa satu bulan setelah ramadhan kecuali puasa rajab dan sya’ban.

2. Keistimewaan mendapatkan air dari sungai bengawan rajab

Hadits Nabi saw :

عن موسى بن عمران انّه قال: سمعت انس بن مالك رضي الله عنه قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم: انّ في الجنّة شهرا يقال له رجب اشدّ بياضا من الّذين واحل من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النّهر

Artinya :   Bersabda Nabi Muhammad saw. : Sesungguhnya di dalam surga itu ada sungai (bengawan) yang disebut dengan bengawan rajab. Airnya itu lebih putih daripada puwan (susu) dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan rajab, maka Allah akan memberikan air minum itu.

3. Keistimewaan tidak kelaparan dan kehausan di hari kiamat

Dalil hadits Nabi: “Dari ‘Aisyah ra. Bersabda Nabi Muhammad saw.  Seluruh manusia besok pada hari kiamat akan kelaparan, kecuali para Nabi dan ahli-ahlinya, dan orang-orang yang berpuasa di bulan rajab dan sya’ban dan bulan ramadhan. Semuanya tidak kelaparan dan tidak kehausan.

4. Keistimewaan bulan rajab adalah bulan untuk meminta ampunan

Artinya : Berkata Ba’dhul Hukama’ : Sesungguhnya bulan rajab itu adalah bulan untuk memperbanyak minta ampun dari semua dosa-dosa. Bulan Sya’ban itu adalah bulan untuk membaguskan dari semua kecacatan. Bulan Ramadhan adalah bulan untuk mencerahkan hati. Malam lailatul qodar itu untuk Taqarrub kepada Allah swt.

5. Diselamatkannya Nabi Nuh dan kaumnya

Hadits nabi saw : "Berkata Syeh Sahal bin Sa’ad, dari Nabi Muhammad saw bersabda : “ingat-ingatlah sesungguhnya bulan Rajab itu termasuk bulan Haram. Di dalam bulan Rajab, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman dari tenggelamnya perahu. Nabi Nuh memerintahkan kepada kaumnya untuk berpuasa dan Allah swt mensucikan bumi dari kekufuran dan kelacuran.

6. Keistimewaan puasa bulan rajab bisa menjadi jalan masuk surga

Hadits Nabi : “Sahabat Anas berkata kepada sahabat Mu’ad : darimana kamu: jawab sahabat Mu’ad : aku dari menghadap kepada Nabi. Kemudian sahabat Anas bertanya lagi kepada Anas, apa yang dikatakan Nabi? Sahabat Mu’ad menjawab : Nabi Muhammad saw. berkata demikian : barangsiapa yang mengerjakan puasa satu hari pada bulan Rajab karena Allah, maka akan masuk surga. Kemudian menghadaplah aku (sahabat Anas) kepada Nabi, kemudian sahabat Anas berkata kepada Nabi: Hai Nabi, tadi saya bertemu dengan sahabat Mu’ad dan ia berkata dari perkataan anda demikian : barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan rajab, maka ia akan masuk surga. Berkatalah Nabi : Iya benar saya berkata seperti itu. Iya benar saya berkata seperti itu. Iya benar saya berkata seperti itu.(hingga tiga kali)

7. Keistimewaan puasa bulan rajab bisa mencegah siksa kubur dan bernilai ibadah selama satu tahun yang siangnya berpuasa dan malamnya sholat sunnah.

Diceritakan dari sahabat Tsauban, pada suatu waktu, aku mengikuti Rasulullah saw. Ketika Nabi melewati salah satu kuburan, di kuburan itulah Nabi berhenti dan menangis keras, maka Nabi mendoakan ahli kubur. Aku (Tsauban) mohon bertanya kepada Nabi dan berkata : Apa sebabnya anda hingga menangis? Jawab Nabi: Hai Tsauban, semua ahli kubur ini sedang disiksa. Oleh sebab iitu, aku (Nabi) berdoa untuk memintakan agar siksa ahli kubur ini diringankan. Maka Allah meringankan siksanya. Nabi saw. berkata : Hai Tsauban ; seumpama ahli kubur ini ketika masih hidup mereka mengerjakan puasa satu hari di bulan rajab dan pada malam harinya mereka tidak tidur (mengerjakan sholat sunnah), tentu mereka tidak akan disiksa di dalam kuburnya. Maka, aku (Tsauban) berkata : Ya rasulullah kenapa puasa bulan rajab sehari dan sholat sunnah pada malam harinya dapat mencegah siksa kubur?. Jawab Nabi : Demi Dzat yang mengutusku dengan haq (kebenaran). Siapa saja orang islam laki-laki dan juga perempuan yang berpuasa satu hari di bulan rajab dan sholat sunnah di malam harinya karena Allah, maka Allah memberikan pahala yang ditulis seperti melakukan ibadah selama satu tahun puasa dimana siangnya berpuasa dan malamnya sholat sunnah.

8. Keistimewaan puasa bulan rajab adalah mendapatkan kesenangan ketika meninggal

Bersabda Nabi saw. : "apabila kamu semua berharap ingin mendapatkan kesenangan ketika waktu meninggal dan dalam keadaan tetap iman dan selamat dari tipu daya syetan, maka muliakanlah olehmu semua bulan rajab dengan memperbanyak puasa, dan nelangsa dengan dosa yang telah lampau (bertaubat) dan ingatlah kepada Allah, maka niscaya kalian semua akan masuk surga dengan selamat

Melihat dari keterangan-keterangan hadits-hadits di atas, jelaslah sudah bahwa bulan rajab itu termasuk bulan yang mulia karena junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. melakukan isra’ dan atau mi’raj sehingga melihat ayat-ayat kekuasaan Allah yang Maha Agung dengan menerima kewajiban sholat lima waktu yang menjadi pusakanya agama Islam.

Oleh sebab itu, kita sebagai umat Islam marilah kita menyambut ketika datang bulan Rajab yang mempunyai keistimewaan dan keutamaan sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Nabi saw. dengan mengerjakan amalan ibadah puasa bulan rajab serta amal-amal kebaikan yang lain sehingga kita menjadi dan termasuk ke dalam golongan khoiru ummah. Amiin…..
loading...

Sunday, July 20, 2014

no image

Cara Nabi: Segera Berbuka atau Sholat Dahulu?

Ada dua pilihan bagi orang yang berpuasa ketika akan berbuka yang mana waktunya bertepatan dengan sholat magrib. Dua pilihan itu adalah menyegerakan, mendahulukan berbuka atau sholat terlebih dahulu? Untuk menentukan pilihan tersebut, hendaknya kita merujuk kepada sunnah atau dalil hadits-hadits Nabi dan juga cara Nabi ketika berbuka puasa. 

Berikut ini adalah penjelasan dan keterangan dan juga yang pernah dikerjakan Nabi ketika berbuka berbuka puasa dari keterangan dalil hadits Nabi Muhammad.

Orang yang berpuasa disamping mendapatkan kebahagian di akhirat ketika bertemu dengan Allah swt, juga mendapatkan kenikmatan, kebahagiaan ketika mereka berbuka puasa. Sebagaimana sebuah hadits yang artinya : "Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebagusan: yang pertama : bahagia ketika berbuka dan yang kedua adalah bahagia ketika menghadap kepada Allah"

Kembali kepada tema bahasan di atas tentang pilihan menyegerakan berbuka ataukah sholat terlebih dahulu, mari kita simak bersama penjelasan dari beberapa dalil hadits di bawah, sehingga kita menjadi tahu ilmu dan sunnah Nabi Muhammad saw.

Hadits anjuran menyegerakan berbuka :

عن سهل بن سعدرضي الله عنه انّ رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قال: لايزال النّاس بخير ماعجّلواالفطر (متفق عليه

Dari Sahal bin Sa'ad ra. Rasulullah saw bersabda : tidak akan hilang kebagusan manusia yaitu orang-orang yang menyegerakan berbuka.

عن ابى عطيّة قال: دخلت انا ومسروق على عائشة رضي الله عنها، فقال لها مسروق: رجلان من اصحاب محمّد صلّى الله عليه وسلّم كلاهما لايألو عن الخير، احدهما يعجّل المغرب والإفطار، والاخر يؤخّر المغرب والإفطار. فقالت: من يعجّل المغرب والإفطار؟ قال: عبدالله، يعنى ابن مسعود. فقالت: هكذا كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يصنع. (رواه مسلم

Artinya : Dari 'Athiyah. berkata: Aku abi Athiyah dan Masruq datang kepada Siti 'Aisyah ra., Masruq berkata kepada Aisyah: ada dua orang sahabar Nabi Muhammad saw, dua orang tersebut tidak sama dalam mengerjakan kebaikan, yang satu mendahulukan mengerjakan sholat magrib dan berbuka belakangan. Adapun yang satunya lebih mendahulukan berbuka dan sholat magrib setelahnya. Siti 'Aisyah berkata : siapakah yang mendahulukan sholat magrib dan setelah itu berbuka? Masruq menjawab : Abdullah bin Mas'ud. Kemudian Aisyah berkata : seperti itu juga boleh. Rasulullah saw juga melakukan seperti itu.

عن انس رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم: يفطر قبل ان يصلّى على رطبات فإن لم تكن رطبات فتميرات، فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من ماء. رواه ابوداود والترمذى

Artinya : Dari sahabat Anas ra. berkata : Rasulullah saw makan berbuka puasa sebelum sholat (magrib) yaitu dengan makan kurma yang masih basah (baru). Apabila tidak ada kurma basah, yaitu makan kurma kering. Apabila tidak ada kurma, yaitu dengan minum tiga cawuk (cangkir) air.

Menyikapi beberapa dalil hadits di atas, dua pilihan baik menyegerakan berbuka terlebih dahulu kemudian sholat dan atau sebaliknya boleh dilaksanakan karena Nabi juga pernah melakukan seperti itu.

Dalam hadits di atas, menyegerakan berbuka adalah lebih disunnahkan dengan catatan tidak sampai kita kehilangan waktu sholat magrib yang hanya sebentar dan sangat pendek.

Oleh sebab itu langkah bijaksana yang dapat kita ambil dari cara Nabi berbuka adalah menyegerakan berbuka terlebih dahulu dengan memakan kurma atau minum air sehingga memberi tenaga yang cukup bagi kita untuk melaksanakan sholat magrib, dilanjut dengan dzikir setelah sholat magrib dan berdoa setelah sholat kemudian dilanjutkan dengan berbuka makan setelah melaksanakan sholat magrib. Dengan demikian kita tidak akan kehilangan waktu sholat magrib yang hanya sebentar dan singkat.
loading...

Friday, July 18, 2014

no image

Keutamaan Tiap-tiap Malam Tarawih Bulan Ramadhan

Berikut ini adalah riwayat hadits yang menerangkan tentang fadhilah atau keutamaan bagi orang yang melaksanakan sholat tarawih pada tiap-tiap malam tarawih di bulan ramadhan. Berdasarkan dari hadits Nabi menerangkan bahwa setiap malam tarawih dari malam pertama hingga malam ketiga puluh mempunyai keutamaan sendiri-sendiri.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah fadhilah atau keutamaan bagi orang yang mengerjakan sholat tarawih pada tiap-tiap malam tarawih di bulan ramadhan.

Hadits riwayat Bukhari:

Artinya : Dari Abi Huraerah ra. dari Nabi Muhammad saw. bersabda : Barangsiapa yang mengerjakan sholat tarawih pada bulan Ramadhan dengan iman (percaya) dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Keutamaan 10 malam pertama bulan Ramadhan

Hadits Nabi : dari Sahabat Ali bin Abi Thalib ra., beliau berkata: Nabi Muhammad saw bersabda : Nabi Muhammad saw ditanyai tentang keutamaan atau fadhilah dari sholat tarawih pada bulan Ramadhan, kemudian Nabi menjawab : diampuni dosa-dosanya orang mukmin pada malam pertama tarawih seperti sucinya bayi pada hari ia dilahirkan,

dan di dalam malam yang kedua diampuni dosa-dosanya (orang yang sholat) dan dosa kedua orang tuanya, apabila kedua orang tuanya juga mukmin,

dan pada malam yang ketiga, ada berita gembira dari malaikat dari bawah langit 'Arsy yang menyerukan mulailah kamu mengerjakan amal (tarawih),maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu di masa lalu,

dan pada malam yang ke empat, bagi orang yang mengerjakan tarawih akan memperoleh pahala seperti membaca kitab taurat Nabi Musa, kitab Injilnya Nabi 'Isa, kitab Zaburnya Nabi Dawud dan Kitab Al Qurannya Nabi Muhammad saw,

dan pada malam yang kelima, Allah memberikan pahala kepada orang-orang itu (yang sholat tarawih), seperti pahalanya orang-orang yang sholat di masjidil haram (mekah), dan sholat di masjid madinah, dan sholat di masjidil Aqsha,

dan pada malam yang ke enam, Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang sholat tarawih seperti pahalanya orang-orang yang thawaf di baitul makmur (kiblatnya para malaikat yang ada di langit), dan setiap batu serta kerikil memohonkan ampunan kepada orang yang sholat tarawih,

dan pada malam yang ke tujuh, maka pahalanya seperti membantu perjuangan Nabi Musa untuk mengalahkan raja Fir'aun dan patih Haman.

dan pada malam ke delapan, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala yang sudah diberikan kepada Nabi Ibrahim.

dan pada malam ke sembilan, maka pahalanya adalah seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad saw.

dan pada malam yang ke sepuluh, Allah Ta'ala memberikan riziki berupa dua kebaikan yaitu kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

Keutamaan 10 malam kedua bulan Ramadhan

dan pada malam yang ke sebelas, itu keluarnya dari dunia seperti dilahirkan dari perut ibunya.

dan pada malam kedua belas, ketika datang pada hari kiamat, mukanya seperti malam bulan purnama

dan pada malam ketiga belas, ketika datang pada hari kiamat akan selamat dari setiap keburukan/kejelekan.

dan pada malam ke empat belas, maka para malaikat berdatangan dan memberikan kesaksian bahwa seseorang itu benar-benar telah mengerjakan sholat tarawih, maka Allah tidak menggugat orang itu pada hari kiamat.

dan pada malam ke lima belas, para malaikat, malaikat yang berjaga di langit ('Arsy), malaikat penjaga kursi akan memintakan rohmat untuk orang itu (yang melakukan sholat tarawih). 'Arsy dan kursi itu adalah kerajaan Allah

dan pada malam ke enam belas, Allah menetapkan kebebasan selamat dari masuk neraka dan selamat bisa masuk ke dalam surga

dan pada malam ke tujuh belas, diberikan pahala seperti pahalanya para Nabi.

dan pada malam ke delapan belas, ada kabar berita dari malaikat, hai para hamba Allah (yang mengerjakan sholat tarawih), sesungguhnya Allah sudah ridho kepada kamu sekalian dan kepada kedua orang tua kalian.

dan pada malam ke sembilan belas, Allah mengangkat derajat orang-orang yang mengerjakan tarawih ke dalam surga firdaus.

dan pada malam ke dua puluh, orang-orang yang mengerjakan sholat tarawih diberikan pahala seperti pahalanya orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh

Keutamaan 10 malam ketiga bulan Ramadhan

dan pada malam kedua puluh satu, Allah membangunkan rumah kepada orang-orang yang sholat tarawih dari cahaya surga.

dan pada malam kedua puluh dua, orang yang mengerjakan sholat tarawih ketika datang pada hari kiamat, mereka selamat dari kesusahan dan keprihatinan.

dan pada malam kedua puluh tiga, Allah membangunkan sebuah negara di surga kepada orang-orang yang sholat tarawih.

dan pada malam kedua puluh empat, orang yang sholat tarawih mendapatkan 24 doa yang dikabulkan oleh Allah.

dan pada malam kedua puluh lima, Allah menghilangkan siksa kubur bagi orang-orang yang sholat tarawih.

dan pada malam kedua puluh enam, Allah akan mengangkat pahalanya orang yang mengerjakan sholat tarawih seperti pahala selama empat puluh tahun.

dan pada malam kedua puluh tujuh, orang yang mengerjakan sholat tarawih itu, pada hari kiamat bisa lulus dari jembatan shirothol mustakim seperti kilat yang menyambar.

dan pada malam kedua puluh delapan, Allah mengangkat derajat orang yang sholat tarawih sebesar 1000 derajat di surga.

dan pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberikan pahala seperti pahalanya seribu (1000) haji yang diterima (haji mabrur)

dan pada malam ketiga puluh, Allah swt berfirman: Hai hamba-Ku, makanlah kalian buah-buahan surga, dan mandilah kalian dari air Salsabil dan minumlah kalian dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku"

Demikianlah keutamaan-keutamaan yang dapat diperoleh bagi hamba Allah yang mengerjakan sholat tarawih pada bulan ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala hanya karena Allah semata.
loading...

Saturday, July 5, 2014

no image

Keutamaan Sholat Tarawih, Doa Tarawih, Doa Witir

Berikut ini adalah hal-hal yang menerangkan tentang keutamaan sholat tarawih, doa tarawih dan doa witir. Di samping itu juga akan menerangkan tentang hal-hal yang perlu kita ketahui mengenai sholat tarawih dan witir yang meliputi jumlah rakaat sholat yang sesui dengan hadits, niat sholatnya waktu pelaksanaannya dan lain-lain'
Dengan Sholat tarawih akan diampuni dosanya yang telah lalu

 عن ابى هريرة رضي الله عنه انّه صلّى الله عليه وسلّم قال: من قام رمضان ايمانا واحتسابا غفرله ماتقدّم من ذنبه

Dari Abi Hurairah Ra, Nabi Muhammad saw bersabda : Barangsiapa yang mengerjakan sholat tarawih pada malam bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Dengan sholat tarawih, maka tidak mempunyai dosa seperti bayi yang baru lahir

عن ابى حزيمة رضي الله عنه انّه صلّى الله عليه وسلّم قال: شهر رمضان شهر كتب الله عليكم صيامه وسننت لكم قيامه, فمن صامه وقامه امانا واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته امّه

Dari Abi Huzaemah, Nabi saw bersabda : bulan Ramadhan itu bulannya Allah swt yang mewajibkan puasa kepada kamu semua, dan disunnahkan kepada kamu semua untuk mengerjakan sholat tarawih, maka barangsiapa yang mengerjakan puasa dan sholat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala, maka orang itu tidak mempunyai dosa seperti bayi yang baru lahir.

وروى البخارىّ انّ رسول الله صلّى الله عليه وسلّم خرج ليلة من رمضان فصلّى فى المسجد وصلّى رجال بصالته فاصبح النّاس فتحدّثوافأجتمع اكثر منهم فصلّوامعه فاصبح النّاس  فتحدّثوا فكثر اهل المسجد من اللّيلة الثّالثة فخرج رسول الله صلّى الله عليه وسلّم فصلّوا بصلاته فلمّ كانت اللّيلة الرّابعة عجز المسجد عن اهله حتّى خرج صلّى الله عليه وسلّم لصالة الصّبح فلمّ قضى الفجر اقبل على النّاس’ ثمّ قال قد رايت الّذى صنعم ولكنّى خشيت ان تفرض عليكم

Artinya : Dijelaskan dalam hadits Bukhori bahwa Nabi Muhammad saw ketika tanggal satu di bulan Ramadhan mengerjakan sholat tarawih di masjid bersama dengan para sahabat. Di pagi harinya, para sahabat pada berbincang-bincang yang bermaksud menerangkan bahwa Nabi saw tadi malam menjalankan sholat tarawih di masjid. Oleh seba  itu, pada tanggal dua para sahabat yang ikut mengerjakan sholat tarawih bertambah banyak, demikian juga pada tanggal tiga bertambah lebih banyak lagi.. Ketika tanggal empat, Nabi Muhammad saw tidak mengerjakan sholat tarawih di masjid, namun mengerjakan sholat tarawih di rumah. Pada subuhnya Nabi pergi sholat subuh ke masjid, ketika sholat subuh sudah selesai, kemudian Nabi bertemu dengan para sahabat dan berkata :
Aku tahu bahwa tadi malam kalian semua mengerjakan sholat tarawih di masjid dan pada menunggu kehadiranku, namun Aku sengaja tidak hadir di masjid, karena Aku kuatir apabila sholat tarawih itu diwajibkan.

Sholat tarawih itu yang menjadikan syiarnya bulan Ramadhan, yang dilaksanakan di masjid-masjid, mushola atau di dalam rumah. Apabila dimungkinkan, bagi para wanita (kaum muslimat) agar dapat mengadakan sholat tarawih secara khusus untuk para wanita sendiri. 

Waktu dan Jumlah rakaat sholat tarawih 

Sholat tarawih itu jumlahnya 20 rakaat, berdasarkan hadits berikut ini :

لخبر البيهقيّ بإسناد صحيح عن السّائب ابن يزيد رضي الله عنه قال كانوا يقومون على عهد عمربن الخطّاب رضي الله عنه بعشرين ركعة

Artinya : Imam Saib bin Yazid berkata : para sahabat pada zaman Sayyidina Umar bib Khattab mengerjakan sholat tarawih Dua puluh (20) rakaat.

Oleh sebab itu sholatnya dinamakan sholat tarawih, karena para sahabat setiap empat rakaat dengan dua salam dan diikuti istirahat. Waktu Sholat tarawih itu dikerjakan setelah selesai mengerjakan sholat fardhu Isya dan lebih utama dikerjakan secara berjamaah.

Niat Sholat tarawih

Adapun lafadz niat sholat tarawih bagi imam sholat adalah sebagai berikut :

اصلّى سنّة التّراويح ركعتين اماما لله تعالى

Adapun lafadz niat sholat tarawih bagi makmum sholat adalah sebagai berikut :

اصلّى سنّة التّراويح ركعتين مأموما لله تعالى

Doa tarawih

Setelah sholat tarawih selesai, kemudian membaca doa sholat tarawih sebagai berikut :

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِاالْإِمَانِ كَامِلِيْنَ’ وَلِفَرَئِظِكَ مُؤَدِّيْنَ, وَلِلصَّلاَةِ حَفِظِيْنَ’ وَلِلزَّكَاتِ فَاعِلِيْنَ, وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ, وَلِعَفْوِكَ رَجِيْنَ, وَبِالْهَدْيِ مُتَمَسِّكِيْنَ, وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ’  وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ, وَفِى  الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ, وَعَلَى الَبَلاَءِ صَابِرِيْنَ, وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد صلّى الله عليه وسلّم يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ, وَعَلَى الَحَوْضِ وَارِدِيْنَ, وَفِى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ, وَعَلَى السَّرِيْرَةِ  الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ, وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ, وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ, وَمِنْ حُوْرِعِيْنٍ مُتَزَوَّجِيْنَ, وَمِنْلَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَرِبِيْنَ, بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ, مَعَ اللّذِيْنَ اَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّلِحِيْنَ, وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا, ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا, وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Cara dan doa Sholat Witir

Setelah membaca doa tarawih, kemudian dilanjutkan dengan sholat witir. Sholat witir paling sedikit adalah satu (1) rakaat, dan paling banyak adalah sebelas (11) rakaat, adapun yang pertengahan adalah tiga (3) rakaat dengan dua kali salam.

Lafadz niat sholat witir adalah sebagai berikut :

Niat sholat witir 2 rakaat menjadi imam

أصلّي ركعتين من الوتر اماما لله تعالى

Niat sholat witir 2 rkaat bagi makmum

أصلّي ركعتين من الوتر مأموما لله تعالى

Niat sholat witir 1 rakaat menjadi imam

أصلّى سنّة ركعة الوتر اماما لله تعالى

Niat sholat witir 1 rakaat bagi makmum
أصلّى سنّة ركعة الوتر مأموما لله تعالى

Setelah sholat Witir selesai dilaksanakan kemudian membaca wiridan sebagai berikut :

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ, سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ, سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ, سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُنَا وَرَبُّ الْمَلَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Setelah selsai wirid sholat witir kemudian membaca doa sholat witir sebagai berikut :

 أَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا  وُضُوْءَنَا وَصَلَاتَنَا وَصِيَا مَنَا وَقِيَا مَنَا وَتَهْلِيْلَنَا  وَتَكْبِيْرَنَا وَتَمْجِيْلَنَا وَقِرَاءَتَنَا وَخَشُوعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَلَا تَضْرِبْ بِهَا وُجُوْهَنَا يَااِلَهَ الْعَلَمِيْنْ. وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ. اَللهُمَّ وَمَ قَسَمْتَ لَنَا فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ مِنْ كُلِّ رَأْفَةٍ وَرَحْمَةٍ اَعْتِقْ رِقَبَنَا وَرِقَابَ اَبَئِنَا وَرِقَابَ اُمَّهَتِنَا وَرِقَابَ اَجْدَادِنَا وَرِقَابَ جَدَّاتِنَا وَرِقَابَ مَنْ قَبْلَنَا وَمَنْ بَعْدَ نَا مِنْ اُمَّةِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ صلّى الله عليه وسلّم وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Itulah hal ihwal yang perlu kita ketahui mengenai sholat tarawih, sholat witir yang meliputi faedah dan keutamaan sholat, niatnya, doa tarawih dan doa sholat witir.
loading...

Thursday, July 3, 2014

no image

Turunnya Lailatul Qodar dan Keistimewaannya

Berkaitan dengan bulan Ramadhan, kita sering mendengar adanya malam lailatul Qodar. Tentang turunnya lailatul Qodar Allah swt berkata kepada Nabi Muhammad saw sebagai berikut :

يامحمّد! اعطيتك وأمّتك ليلة القدر, العبادة فيها افضل من عبادة سبعين الغ سهر

Artinya : Hai Muhammad, Aku (Allah) berikan kepadamu dan umatmu Lailatul Qodar, ibadah yang dilakukan pada lailatul Qodar itu lebih utama daripada ibadah tujuh puluh ribu bulanز

Dan Allah berkata lagi kepada nabi Muhammad :

يامحمّد! ركعتان فى ليلة القدر خيرلّك ولامّتك من ضرب السّيف الف سهر في زمان بنى اسرائيل

Artinya : Wahai Muhammad, sholat dua rakaat pada lailatul Qodar itu lebih baik kesalehan-mu (Muhammad) dan umatmu daripada pahalanya perang selama seribu bulan pada zaman bani Israil,

Juga dalil Hadits Nabi yaitu :

عن ابى هريرة رضي اللهعنه عن النّبيّ صلّى الله عليهى وسلّم قال: منقام ليلة القدر ايمانا واحتساباغفرله ماتقدّم من ذنبه (رواه البخارى ومسلم

Artinya : Dari Abi Hurairah ra. , dari Nabi Muhammad saw bersabda : Barangsiapa yang beribadah pada lailatul qodar dengan percaya bahwa pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang dahulu.

Hadits Nabi lainnya :

عن ابن عبّاس رضي الله عنهما عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم انّه قال: من صلّى في ليلة القدر ركعتين يقرأ فى كلّ ركعة بفاتحة ىالكتاب مرّة والاحلاص سبع مرّة, فاذا سلّم يقول: استغفرالله واتوب اليه سبعين مرّة, فلا يقوم من مقامه. حتّى يغفر الله له ولابويه, ويبعث الله تعالى ملائكة الى الجنان يغرسون له الاشجار ويبنون القصور ويجرّون الانهار ولايخرج من الدّنيا حتّى يرى ذلك كلّه 

Artinya : Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Nabi Muhammad saw bersabda : barangsiapa yang sholat di dalam lailatul qodar dua rakaat, yang di dalam tiap-tiap rakaatnya membaca surat al-Fatihah satu kali, surat ihlas 7 kali dan sesudah salam kemudian membaca "Astaghfirullah wa-atuubu ilaihi" tujuh puluh kali, maka sebelum dia bangun dari tempat tidurnya, Allah akan mengampuni orang itu dan mengampuni dosa kedua orang tuanya, dan Allah mengutus malaikat ke surga untuk menanamkan tanaman-tanaman surga dan mebangunkan gedung-gedung dan mengalirkan beberapa begawan dan tidak mati keluar dari dunia sehingga melihat yang demikian itu.

Hadits Nabi :

عن عائشة رضي الله عنها انّها قالت, قلت يارسول الله, لووافقت ليلة القدر فمااقول؟ قال: قولى اللهم انّك عفوّ كريم تحبّ العفو فاعف عنّى

Artinya : Dari Siti 'Aisyah ra berkata, aku bilang kepada Nabi, wahai Rasulullah, jika saya bertemu Lailatul Qodar, apa yang Aku baca? Rasulullah berkata : bacalah olehmu : "Allahumma innaka 'afuwwun Karim tuhibbul-'afwa fa'fu 'anni".

Yang artinya : Ya Allah, Engkau adalah dzat yang Maha Pengampun dan Dzat Yang Maha Mulia, Engkau adalah dzat yang senang memberi ampunan, maka ampunilah dosa-dosaku.

Hadits lain tentang lailatul qodar :

عن عائشة رضي الله عنهاقالت: كان رسول الله وسلّم: اذا دخل العشر احيااللّيل وايقظ اهله وشدّ المئزر (متفق عليه

Dari Siti 'Aisyah ra. berkata : keadaan Rasulullah apabila sudah masuk tanggal puluhan (yang akhir di bulan ramadhan), maka Nabi bangun di malam hari dan membangunkan keluarganya dan mengencangkan sarungya (artinya adalah tidak berhubungan intim dengan istri-istrinya)

Lailatul qodar adalah malam yang paling mulia, atau banyak orang menyebutnya dengan malam seribu bulan yang dikaruniakan bagi Nabi Muhammad dan umatnya, Pada Lailatul Qodar terdapat bermacam-macam keistimewaan yang bisa kita dapatkan berdsarkan dalil dari Allah dan Hadits Nabi. Semoga kita bisa mendapatkannya. Fainsya-Allah Amiin.....
loading...

Tuesday, July 1, 2014

no image

Tingkatan Derajat Orang yang Berpuasa

Orang yang berpuasa itu mempunyai tingkatan tertentu. Adapun derajat atau tingkatan orang yang berpuasa itu ada tiga tingkatan, yaitu sebagai berikut :

Tingkatan pertama adalah Puasanya orang-orang awam

Pada tingkatan puasa ini adalah mereka berpuasa dengan meninggalkan makan, minum, berhubungan intim atau jimak pada siang hari, serta meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa.

Tingkatan puasa kedua adalah puasanya orang-orang sholeh

Orang-orang yang sholeh atau sholihin adalah puasanya orang-orang yang selain meninggalkan hal-hal yang tersebut di atas pada tingkatan puasanya orang awam. Puasa pada tingkatan kedua ini juga menjaga seluruh anggota tubuh agar terhindar dari melakukan perbuatan dosa seperti :
  • Menjaga mata agar jangan sampai melihat hal-hal yang diharamkan
  • Menjaga mulut, lisan atau perkataan seperti menjaga lisan dari ghibah atau ngerasani orang, berbohong, mengadu domba atau namimah
  • Menjaga telinga agar jangan sampai mendengarkan hal-hal yang dilarang atau makruh.
  • Menjaga perut, dijaga agar ketika makan, berbuka puasa adalah dengan makanan dan minuman yang halal dan hanya secukupnya saja dan tidak berlebih-lebihan.
Hal yang menghilangkan pahala puasa
Berkaitan dengan puasa tingkatan kedua, adalah dalam sebuah hadits Nabi yang menerangkan tentang lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa.

 لماروي عن انس عن النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم انّه قال: خمسة اشياء تحبط الصّوم الكذب والغيبة والنّميمة واليمين الغموس والنّظر بشهوة

Artinya : Nabi Muhammad saw bersabda : lima hal atau perkara yang dapat menghapus atau menghilangkan pahala puasa yaitu berbohong, ngerasani orang/ghibah, mengadu domba, sumpah palsu, melihat perempuan lain dengan syahwat.

Juga hadits Nabi Muhammad saw :

 وقال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم اذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمحارم ودع اذى الجار

Artinya : Nabi Muhammad saw bersabda apabila kamu berpuasa, maka puasalah tanganmu, mata atau pandanganmu, lisanmu dari berbohong, dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan. Dan juga tinggalkanlah menyakiti tetangga.

Tingkatan puasa yang ketiga adalah puasanya para Nabi dan orang-orang shiddiqin

Tingkatan puasa yang ketiga adalah selain meninggalkan hal-hal yang ada pada puasa tingkatan puasa orang awam dan orang sholeh, juga menjaga hati dan pikiran dengan puasa, yaitu meninggalkan hal-hal yang hina dan meninggalkan hal-hal keduniaan. Semua perkara keduniaan ditinggalkan dan cuma hanya ingat, mantap dan menghadap kepada Allah SWT

Demikianlah tingkatan-tingkatan orang puasa, berada dimanakah kita? Semoga kita selalu mendapat hidayah dan petunjuknya sehingga mampu berada pada tingkatan yang terbaik.
loading...

Monday, June 30, 2014

no image

Kumpulan Hadits, Keutamaan Bagi Yang Berpuasa Ramadhan

Berikut ini adalah beberapa kumpulan hadits Nabi Muhammad saw yang memaparkan tentang keutamaan-keutamaan yang diperoleh bagi orang yang berpuasa pada bulan ramadhan. Berdasarkan hadits Nabi, yang membahas tentang keutamaan bagi orang yang berpuasa ramadhan ini mendapatkan kemuliaan sebagai berikut :

Dilebur atau dihapus dosa-dosa yang telah lalu

Manusia sebagai tempat salah dan dosa tentu semasa hidupnya di waktu yang lalu banyak sekali dosa-dosa yang diperbuat. Berdasar hadits Nabi berikut menjelaskan tentang keutamaan bagi siapa saja yang berpuasa, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampu. Amin,,,,

قال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم من صام رمضان وعرف حدوده وتحفّظ مايبتغى له ان يتحفّظ كفّر ماقبله (رواه ابن حبّان فى صحيحه

Hadits Riwayat Ibnu Hibban dalam hadits Shahih, Bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan menghindari dari segala sesuatu yang tidak berfaedah atau bermanfaat maka akan dilebur/dihapus dosa-dosanya yang telah lalu.

Masuk surga dari pintu surga rayyan

Berdasarkan dalil hadits Nabi berikut ini adalah menerangkan dan menjelaskan tentang keutamaan bagi orang yang pada waktu hidupnya berpuasa akan dipanggil dan dimasukkan ke dalam surga melalui salah satu pintu surga.

قال النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم انّ في الجنّة بابا يقال له ريّان يدخل منه الصّائمون يوم القيامة لايدخل منه احد غيرهم يقال اين الصّائمون فيقومون فيدخلون فاذا دخلوا منه اغلق فلم يدخل احد غيرهم (رواه الشّيخان

Bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : Sesungguhnya di dalam surga itu ada pintu yang bernama rayyan, besok pada hari kiamat kelak yang akan masuk pintu tersebut hanya khusus bagi orang-orang yang berpuasa. Ketika dipanggil/diundang siapa-siapa saja orang yang berpuasa? Orang-orang yang waktu hidupnya berpuasa, semuanya pada terbangun dan kemudian mereka masuk surga dari pintu tersebut. Ketika orang-orang yang waktu hidupnya berpuasa tersebut sudah masuk melalui pintu itu, kemudian pintu itu tertutup dan tidak akan bisa masuk siapapun. ( HR. Syekhan )

Mendapat berbagai kebagusan

Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim tentang keutamaan-keutamaan bagi orang yang berpuassa adalah akan diberikan berbagai kebagusan yang langsung Allah sendiri yang akan memberikannya.

Hadits tersebut adalah sebagai berikut :

عن ابى هريرة رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : كلّ عمل ابن ادم يضاعف, الحسنة بعشرامثالها الى سبعماة ضعف. قال الله: إلاّ الصّوم فهو لى وانا اجزى به, يدع شهوته وطعامه من اجلي للصّائم فرحتان فرحة عند إفطاره وفرحة عند لقاء ربّه. ولخلوف فم الصّائم اطيب عند الله من ريح المسك (رواه مسلم

Artinya : Dari Abi Hurarirah. ra berkata, Nabi muhammad saw bersabda : semua amal perbuatan dari anak adam pahalanya itu dilipatgandakan, mulai dari sepuluh kali hingga tujuh ratus kali. Allah swt berkata : kecuali berpuasa, puasa itu adalah milik-Ku (Allah), dan Aku sendiri (Allah) yang akan memberi ganjaran (pahala). Orang yang berpusa sudah meninggalkan syahwat dan makan hanya karena Aku (Allah). Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebagusan: yang pertama : bahagia ketika berbuka dan yang kedua adalah bahagia ketika menghadap kepada Allah. Tidak enaknya bau mulut orang yang berpuasa dihadapan Allah itu lebih wangi daripada wanginya kasturi.

Itulah beberapa keutamaan bagi orang yang berpuasa ramadhan berdasarkan dari kumpulan dalil hadits nabi Muhammad saw. Semoga kita dapat menjalankan puasa dengan mengetahui batas-batas dalam berpuasa dan senantiasa selalu menghindari larangan-larangan Allah dan menjalankan semua perintah-perintah-Nya sehingga menjadi hamba Allah yang bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa
loading...

Wednesday, March 26, 2014

no image

Tentang Rahasia Puasa Menurut Imam dan Hadits Nabi

Berikut ini adalah paparan tentang rahasia puasa yang dapat menjadi acuan bagi kita agar kita menjadi termotivasi untuk dapat menyempurnakan ibadah puasa yang kita jalankan. Disamping itu, Tentang ibadah puasa mempunyai banyak sekali hikmah puasa dan manfaat puasa antara lain hubungan puasa dengan kesehatan, puasa dengan ketaqwaan, puasa dengan amal kebaikan, puasa dengan kesabaran, puasa dengan kekuatan rohani, Di

Mengenai rahasia puasa, Imam Ghazali menjelaskan tentang rahasia puasa adalah sebagai berikut:

Ketahuilah bahwa setiap sesuatu memiliki pintu dan pintunya ibadah adalah puasa. Karena ia mempersempit ruang gerak musuh Allah (setan).

Dalam hadis nabi disebutkan: “Sesungguhnya setan mengalir di tubuh manusia seperti aliran darah, maka persempit alirannya dengan lapar.”

Kemudian kadar puasa itu dibagi menjadi tiga derajat:
  • Puasa Nabi Daud as.,  : Yaitu puasa satu hari dan berbuka satu hari. Puasa ini lebih baik dari shaum ad-dahr (puasa terus menerus dalam setahun).
Rahasianya : seorang yang melakukan shaum ad-dahr maka puasa yang dilakukannya telah menjadi kebiasaan. Ketika melaksanakannya ia tidak lagi merasakan kepayahan di dalam tubuhnya, di dalam hatinya timbul rasa kesejukan dan timbul rasa kelemahan pada syahwatnya. Karena tubuh seseorang akan mendapat pengaruh apabila terjadi sesuatu dalam tubuhnya tidak secara terus menerus. Seperti seorang dokter yang melarang pasiennya untuk mengkonsumsi obat terus menerus tanpa ada penyakit, mereka berkata: “Barangsiapa yang mengkonsumsi obat terus menerus maka obat itu tidak memberikan manfaat ke tubuhnya apabila tubuhnya sakit, karena sudah terjadi kekebalan obat di tubuhnya.”
  • Puasa 1/3 tahun : seperti orang yang berpuasa sunnah senin-kamis dan puasa Ramadhan. Ini merupakan derajat pertengahan (ad-darajah al-wustha). Maka, hendaklah seseorang tidak meninggalkannya, karena pelaksanaannya ringan tetapi memiliki pahala yang besar.
  • Puasa Ramadhan: Yaitu seseorang yang hanya melakukan puasa Ramadhan saja dan tidak melakukan puasa-puasa sunnah lainnya.
Adapun orang yang melakukan puasa dibagi menjadi tiga derajat:
  • Derajat paling rendah : Dia hanya berpuasa dari makanan dan minuman saja tetapi tidak menjaga anggota tubuhnya dari apa yang dilarang oleh Allah dan rasulNya. Ini adalah shaum al-awwam (puasa orang awam)
  • Derajat pertengahan : Selain menahan diri dari makanan dan minuman, dia pun menjaga anggota tubuhnya dari hal-hal yang dilarang. Dia menjaga lidahnya dari ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), matanya dari melihat yang diharamkan dan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah. Puasa ini adalah shaum al-khawas (puasa orang khusus)
  • Derajat paling tinggi : Dia menambahkannya dengan menjaga hatinya dari pikiran dan godaan setan. Hatinya hanya terkonsentrasi dengan dzikir. Ini adalah shaum khawas al-khawas (puasa orang yang sangat khusus)
Penyempurna dari ibadah puasa secara keseluruhan adalah berbuka dengan makanan-minuman yang halal dan tidak makan terlalu banyak saat berbuka. Terkadang seseorang saat berbuka ingin membayar makan siang yang hilang, sehingga dia makan begitu banyak. Akhirnya dia jadi malas beribadah dan melakukan tahajud. Dia bangun saat adzan shubuh berkumandang. Ini merupakan kerugian yang sangat besar dan tidak ada kemanfaatan dari puasa yang dilakukannya.  

Demikianlah penjelasan tentang rahasia puasa dari Imam fiqih dan Hadits Nabi
loading...